18 Agu 2010

Menyambut HUT RI, Pexi Jambi Adakan Eksibisi Xiangqi

JAMBI - Setiap tanggal 17 Agustus, seluruh masyarakat Indonesia bersuka cita merayakan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Perayaan agustusan ini biasanya diawali dengan perlombaan.

Untuk menyambut HUT ke-65 kemerdekaan Indonesia tahun ini Pengurus Provinsi Persatuan Xiangqi Indonesia (Pengprov. Pexi) Jambi, seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu mengelar eksebisi pertandingan Xiangqi (Catur Gajah) untuk tingkat junior putra dan putri.

Pertandingan Xiangqi/ Catur Gajah diikuti oleh siswa-siswa dari utusan sekolahan di Kota Jambi dan Muaro Jambi, diantaranya dari Sekolah SMP Bina Kasih, SD Bina Kasih, SMPN 8 Jambi, SMA Unggul Sakti Jambi, SMA Titian Teras Muaro Jambi.

Kategori pertandingan untuk junior putra dengan system swiss lima babak, sedangkan kategori junior putri mengunakan system keliling.

Pemenang tingkat junior putra.
Peringkat I : Ricky Chandra Johanes (4.5 poin) dari SMP Bina kasih Jambi, Peringkat II : Christian (4 poin) dari SMP Bina Kasih Jambi, Peringkat III : Eric Rudi (3.5 poin) dari SMA Unggul Sakti

Pemenang tingkat junior putri.
Peringkat I : Cynthia Navela Sari (5 poin) dari SMP Bina Kasih Jambi, Peringkat II : Clarissa (4 poin) dari SD Bina Kasih Jambi, Peringkat III : Tri Nurdiyanti (3 poin) dari SMA Titian Teras Muaro Jambi.

http://www.ayojambi.com/
http://www.banyurawa.com/
http://tradisi-jambi.blogspot.com/
http://multi-nusantara.blogspot.com/
http://komunitas-jambi.blogspot.com/
http://multmedia.multiply.com/
http://www.youtube.com/my_videos
http://www.1newspot.com/ (http://www.kompas-tv.com)

17 Agu 2010

Puluhan Pejuang Tionghoa Jambi Tercatat di LVRI

JAMBI - Selama ini, yang dikenal hanya adalah para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dari kalangan non Tionghoa, namun ternyata banyak juga warga Tionghoa Jambi juga ikut terlibat memperjuangkan kemerdekaan di Tanah Air. Di Jambi sendiri, sedikitnya ada puluhan pejuang veteran dari kalangan Tionghoa yang tercatat di Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI) Jambi.

Salah satu dari puluhan nama pejuang veteran dari kalangan Tionghoa, seperti pejuang veteran bernama Kho Bak Tjoa atau dikenal K. Barun, karena beliau memiliki tanda-tanda jasa perjuangannya akhirnya dimakamkan di Taman Pahlawan Satria Bhakti Jambi, 7 September 2005 lalu.

Maka tidak heran diantara sekian banyak makam yang ada di Taman Pahlawan Satria Bhakti Jambi hanya ada satu veteran dari kalangan Tionghoa, sisanya mereka maupun keluarganya memakamkan di pemakaman umum lainnya.

Setia hari besar, Ceng Beng dan 17 Agustus anak-anak Kho Bak Tjoa (K. Barun) maupun cucunya pada datang berziarah, termasuk cucu Kho Bak Tjoa yang bernama Lettu Hendra K kini aktif di AURI.

Untuk 17 Agustus tahun ini, Pemerintah Jambi hanya melakukan renungan suci tepatnya pukul 00.00 Wib, sedangkan penaburan bunga ke makam-makam para pahlawan ditiadakan.

Ditanya kiprah pejuang veteran dari kalangan Tionghoa itu, Djohan Kho putra kedua dari Kho Bak Tjoa hanya menjawabnya secara singkat, bahwa perjuangan orangtua mereka demi membela kemerdekaan Indonesia, bahkan sebelum almarhum Kho Bak Tjoa wafat, beliau berpesang kepada semua anak dan cucunya agar dapat membantu siapa saja yang memerlukan bantuan dan berjuang demi membela NKRI.

Sedikitnya 14 pejuang veteran berasal dari kalangan Tionghoa tercatat di LVRI Provinsi Jambi, khususnya untuk Kota Jambi tercatat, bernama Guan San atau Gunawan bernomor pokok veteran (NPV) 5.001.554 yang bergolongan A, Kang Oei Hong alias Kamaruddin ber- NPV 5.002.579 golongan A yang dilahirkan tahun 1920, Tan Kuang Tjing alias Kasim NPV 5.004.760 bergolongan A.

Kemudian tercatat nama Kh Bak Tjoa alias K. Barun NPV 5.002.687 golongan A, Lie Sie Soa alias Maskur NPV 5.002.669 bergolongan A, Lie Goek Kim alias Hiu Yoek Kim NPV 5.002.670 golongan A, Tjoa Tjin Piaw NPV 5.004.757 golongan A, Tjoa Hok Tie alias Alok NPV 5.004.752 golongan B, Tan Kay Sang NPV 5.004.753 golongan B, Ko Bes alias Abbas Abdullah, Kweek Soei Tjoa NPV 5.002.574 golongan C, dan Tan Tjing Piau alias Hi Pau NPV 5.004.756 golongan C.

Selanjutnya, juga ada nama pejuang veteran Tan Sing Tjang NPV 5.004.761 golongan E dan Kim Tjong Yong alias Bujang Marzuki NPV 5.001.188 golongan B.

Bahwa pejuang veteran pembela tanah air tidak hanya berasal dari kalangan non Tionghoa, tapi juga ada dari kalangan Tionghoa. yang jelas mereka warga Tionghoa punya sumbangsih cukup besar kepada negara ini. (rom).

Warga Menagih Janji Jamtos

Warga Rt. 21 dan 22 Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi kembali menagih janji-janji yang diberikan mal Jambi Town Square (Jamtos), Senin kemarin (16/8) kemarin. Menariknya pendemo didominasi kaum ibu yang menuntut pengelola mal membayar ganti rugi sebelum hari raya  atau lebaran.

Warga RT 22 mengatakan, pengelola mal hanya bisa berjanji tanpa bisa memberi bukti. Janji untuk mengganti rugi perabot rumah tangga yang rusak akibat banjir, hingga kemarin belum dilaksanakan pihak mal. Warga lain juga membawa kasur yang rusak akibat banjir ke mal seperti kasur springbed, barang rumah tangga lainnya juga rusak juga diangkut ke mal.

Ujar salah satu ibu rumah tangga "Kalau ada mobil, bukan cuma springbed yang saya bawa ke sini. Itu, sebagian saja barang yang rusak kami bawa," kata ibu setengah  baya ini. Kasur springbed diletakkan di depan pintu masuk mal.

Warga juga membawa pakaian bekas banjir dan dijemurkan di pagar besi mal. Selain itu warga juga membawa poster-poster dari karton yang bertuliskan kecaman terhadap pengelola mal Jamtos.

Warga berharap agar pengelola mal tidak hanya membuat janji-janji kepada warga, tetapi juga harus bisa membuktikannya. warga masih merasa cemas jika cuaca mendung karena takut hujan deras tiba dan membuat pemukiman kebanjiran. Ia berharap agar ganti rugi yang dijanjikan pengelola mal terealisasi. "Mana janjinya yang mau ganti rugi barang-barang kami yang rusak.

Aparat kepolisian Polsekta Kotabaru yang di dukung Samapta Poltabes Jambi, bersiap-siap di lokasi untuk menjaga warga. (team).

15 Agu 2010

Aroma Cempaka Bagi Zakat Langsung Lebih Tepat Sasaran

JAMBI – Meski Idulfitri masih sekitar tiga pekan lagi, aktivitas pembagian zakat sudah dilakukan. Seperti di rumah makan Aroma Cempaka di kawasan Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Minggu (15/8).

Walaupun pemerintah sudah seringkali menghimbau agar para pengusaha tidak menyalurkan langsung zakatnya kepada masyarakat, namun hal tersebut seringkali tidak diindahkan.

Seperti Zamali, salah seorang pengusaha yang bergerak dibidang rumah makan di kawasan Jalan HMO Bafadhal memilih membagikan zakat berupa paket beras 1 karung (20 kg) ditambah sirup kepada 160 kepala keluarga.

Ia merasa pemberiannya lebih tepat sasaran. Karena memberikan paket sembako ketimbang uang tunai. "karena ini tepat sasaran dan bisa langsung dimanfaatkan warga," ujarnya, Minggu (15/8/2010) usai menyerahkan paket sembako kepada salah seorang wanita lanjut usia.

Menurut Zamali, apa yang dilakukannya ini merupakan rejeki yang didapatkan dari Allah SWT, maka setiap tahun kami selalu memberikan sebagian rejeki kepada warga yang kurang beruntung.

"Ini hanya kebiasaan tiap Ramadan. Kebiasaan keluarga saja. Ini cuma bagian untuk beramal, zakat kami serahkan kepada yang bersangkutan supaya tepat sasaran," katanya.

Zamali merupakan pengusaha rumah makan Aroma Cempaka di Kota Jambi yang memulai usahanya sejak tahun 1970 silam. (team)

http://ayojambi.com/
http://www.banyurawa.com/
http://tradisi-jambi.blogspot.com/
http://multi-nusantara.blogspot.com/
http://multmedia.multiply.com/
http://www.youtube.com/my_videos
http://www.1newspot.com/ (http://www.kompas-tv.com)

14 Agu 2010

Jelang Buka Puasa, Rumah dan Sekolah Dilalap Api

JAMBI – Jelang buka puasa Jum’at sore (13/8), warga Rt. 03 Kelurahan Sulanjana, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi dikejutkan dengan kobaran api yang berasal dari salah satu rumah warga setempat.

Dalam musibah tersebut selain melalap tiga rumah, api juga menyambar bangunan SDN 1/IV Kota Jambi yang dibatasi tembok, namun si jago merah telah menghanguskan tiga rumah milik warga berikut harta benda warga yang tidak sempat diselamatkan.

Warga bahu membahu berusaha memadamkan api, lima unit mobil pemadam kebakaran juga dikerahkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi.

Selain menghanguskan seisi rumah, api juga membakar sebuah sepeda motor, peralatan sekolah seperti meja belajar, bangku dan buku-buku pelajaran murid SDN 1, kerugian diperkira mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam tempo 1 jam api dapat dikuasa, sedangkan musibah kebakaran sedang diselidik oleh pihak kepolisian (team)

9 Agu 2010

Rasyd Siap Diterbangkan Ke Malaka

JAMBI –Harapan Rasyid kembali seperti anak normal segera terwujid, pasalnya jika tidak ada alar melintang, besok siang Rasyd bersama kedua orangtuanya Dedy Hendra (30) dan Ria Astuti (26) akan terbang ke Malaka melalui Batam dengan pesawat Sriwijaya.

Menurut penuturan Ketua Jambi Buddhis Community (JBC), Fran Yulistianto Jap, SE, “Bahwa hingga saat ini dana yang terkumpul 50 juta melalui bakti sosial pengalangan dana di simpang empat Talang Banjar (traffic light).”

Sedangkan paspor Rasyid berikut kedua orangtuanya sudah siap, dan tiket pesawat menuju Batam juga telah dipesan, keberangkatan Rasyid ke Malaka didampingi salah satu pengurus JBC Jambi.

Sumbangan dan partisipasi datang dari berbagai lapisan masyarakat baik di Jambi, Sumatera Utara dan Jakarta, Sumatera Barat, Riau, Jatim, Kalimantan.”

Sedangkan Ria, ibunda Rasyid saat dihubungi via telepon selular, menyatakan, Kondisi putranya saat ini baik-baik saja dan siap menuju Malaka untuk cek-up dan mudah-mudahan berjalan lancar, “Mudah-mudahan Rasyid dapat segera dioperasi.” Terdengar nada haru dari sang ibu.

Semoga kedepan, lebih banyak genetasi muda dari berbagai lapisan masyarakat yang perduli terhadap nasib warga yang kurang mampu. (romy)

8 Agu 2010

1Jam Diguyur Hujan, Ratusan Rumah Kebanjiran

*Disinyalir Akibat Drainase Sempit
JAMBI - Hujan yang mengguyur kota Jambi tadi pagi, betul-betul luar biasa. Selama satu jam sejak puku 07.30 Wib. Membuat ratusan rumah dikawasan simpang III Sipin hingga kawasan Mayang dan perumahan Bacelona pada kebajiran.

Kondisi ini membuat beberapa daerah di dataran rendah terendam air. Hampir seluruh rumah warga mengalami kebanjiran, kondisi terjadi dikarenakan pengelolaan drainase kota yang kurang baik.

Ujar salah satu warga yang rumahnya mengalami kebajiran setinggi 50 centimeter mengatakan “ Akibat drainase yang ada sangat dipersempit oleh bangunan mal Jambi Town Square (Jamtos), sehingga mengakibatkan air meluap dan menggenang“ katanya.

Seperti diketahui, beberapa hari ini warga Rt. 22, 26, dan 27 Kelurahan simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru memprotes pembangunan Mal Jamtos, “Akibat pembangunan Mal Jamtos inilah yang membuat rumah kami pada kebanjiran, selama 20 tahun tinggal dikawasan tersebut, belum pernah kebanjiran.” Sambil emosi memperlihatkan rumahnya terendam air.

Selain itu warga marah dengan melempari pintu-pintu Mal Jamtos sambil caci maki dan sumpah serapah. Polisi tidak dapat berbuat apa, karena petugas juga memahami permasalahan yang dialami warga (team)