3 Des 2010

"Ngeseks" Berisik Berujung di Pengadilan

BERLIN, KOMPAS.com — Dua sejoli Jerman diseret ke pengadilan gara-gara tempat tidur mereka menimbulkan suara terlalu berisik saat keduanya bercinta.
Stefanie Mueller (24) didenda terkait aktivitas seksual yang mungkin terlampau menggebu-gebu dengan pasangannya, Lucas Zetsch (25), pada suatu malam di bulan Juli lalu, yang menyebabkan para tetangga jadi terbangun. Polisi mengatakan, mereka menerima sepuluh keluhan, terkait polusi suara, dari tetangga pasangan itu di pinggiran kota Lichtenberg, Jerman, pada malam saat pasangan tersebut bercinta.

Mueller dan Zetsch lalu dipanggil pengadilan berdasarkan peraturan antipolusi suara, tetapi mereka menolak untuk membayar denda sebesar 101 euro. Dalam sidang pengadilan di Berlin, Nona Mueller, seorang pegawai hotel, mengatakan, "Kami tidak begitu berisik."

Hakim menimpali, "Mungkin bukan kamu, tetapi tempat tidurmu. Kami memiliki pernyataan para saksi bahwa yang terdengar adalah debuman dan derakan (tempat tidur) pada sekitar pukul 22.30 hingga pukul 01.00 pada pagi hari berikutnya."

Zetsch mengatakan pada sidang pengadilan, sebagaimana dilansir Telegraph, awal pekan ini, "Itu sesungguhnya hubungan seks biasa, tak ada yang menarik." Pernyataannya itu mendapat tatapan yang meremehkan dari Mueller. "Terima kasih, itu dulu menarik," kata Muller dengan nada membentak. Ia lalu meninggalkan pengadilan.

Hakim membatalkan kasus tersebut karena para pengadu tidak muncul di persidangan.

http://internasional.kompas.com/read/2010/11/25/08552695/

Ikan Lele Raksasa Pemakan Manusia !!

Anda mungkin sudah mengetahui tentang ikan pemangsa manusia yang hidup di dasar samudera seperti Ikan Hiu. Kisah-kisah berikut ini menceritakan keberadaan ikan predator raksasa sejenis Catfish (ikan lele) yang hidup di air tawar dan juga
Great Kali Gandaki River adalah sebuah sungai yang berada di perbatasan antara India dan Nepal. Alirannya bersumber dari sumber air di Pegunungan Himalaya di ketinggian 3600 mdpl. Keindahan sungai ini sudah tak perlu diragukan lagi. Sayangnya suatu Legenda menakutkan tentang monster pemakan manusia, menghantui desa-desa yang berada di kawasan ini. Membuat penduduk enggan mandi ataupun bermain di sekitar sungai itu.

Kejadian pertama yang mengawali teror ganas dari mahluk penghuni sungai itu terjadi pada bulan April tahun 1988. Seorang pemuda Nepal ketika baru saja masuk ke dalam sungai, langsung ditarik oleh “sesuatu” dan lenyap begitu saja. Tiga bulan berselang, seorang anak laki-laki yang sedang mandi di Sungai Kali bersama ayahnya, tiba-tiba di serang dan di seret kedalam air. Si ayah hanya bisa berteriak dan tak dapat melakukan apa-apa.

Setelah itu, kejadian seperti ini terjadi berulang kali hingga menghantui para penduduk yang tinggal di sekitar aliran Sungai Kali. Bahkan beberapa tahun belakangan ini, laporan tentang hilangnya penduduk yang mandi di Sungai Kali semakin meningkat. Penduduk bingung dan mulai berargumentasi tentang jenis mahluk yang tinggal di situ. Beberapa penduduk percaya ada sekumpulan buaya yang hidup di sungai itu. Namun setelah diselidiki, ternyata tidak ada komunitas buaya yang hidup di daerah itu.

Terakhir, pada tahun 2007, seorang pemuda Nepal berumur 18 tahun yang sedang berenang di sungai itu ditarik oleh monster misterius dan lenyap begitu saja dari permukaan air. Menurut saksi mata yang menyaksikan kejadian itu, bentuk monster itu seperti babi berukuran sangat besar.

Goonch Fish, Lele Kanibal
Rasa penasaran penduduk akhirnya terjawab ketika seorang ahli biologist dari Inggris bernama Jeremy Wade melakukan penelitian di Sungai Kali dan menemukan jawaban yang mengejutkan.

Wade menemukan kenyataan bahwa monster pemakan manusia itu ternyata adalah sejenis ikan lele raksasa (Giant Cat Fish) yang telah mengalami perubahan DNA karena sering memakan mayat yang dihanyutkan ke sungai setelah terlebih dahulu dibakar dalam acara ritual pemakaman tradisional masyarakat setempat yang dikenal dengan nama Ritual Bagmati.

“ Ikan jenis ini merupakan jenis ikan endemis sungai ini. Namun, karena telah puluhan tahun menyantap daging mayat yang dihanyutkan melalui sungai, ikan ini berubah secara genetik menjadi jauh lebih besar dari ukuran sebenarnya. Mereka menjadi ketagihan, dan mulai menjadikan daging manusia menjadi menu utama. Jadi jika lama tidak ada ritual pemakaman, ikan ini menjadi ganas dan menyerang manusia,” Wade menjelaskan.

Dalam penelitiannya, Jeremy Wade juga berhasil menangkap seekor ikan lele pemangsa daging manusia dengan ukuran 1,8 meter dan berat berkisar 73 kilogram. Menurut Wade jika ikan dengan ukuran sebesar itu ketika menyerang manusia di dalam air, maka sedikit sekali kemungkinan korbannya untuk menyelamatkan diri. Wade lalu menamakan ikan lele raksasa itu dengan nama Goonch Fish.

Perjalanan penelitian Jeremy Wade saat menyelidiki ikan lele pemakan manusia di Sungai Kali Dakali telah di dokumentasikan dan akan ditayangkan perdana pada tanggal 21 Oktober nanti di salah satu stasiun televisi Inggris (Channel 5) dengan judul “ Monster Air Pemakan Daging Manusia”.

Pemangsa dari Huadu’s Furong
Bukan hanya di Sungai Mekong saja terdapat jenis ikan lele raksasa. Baru-baru ini di Waduk Huadu’s Furong-China, terjadi kegemparan. Selama ini, dalam setahun selalu saja terjadi beberapa kasus orang tenggelam dan hilang secara misterius di waduk itu.

Namun akhirnya misteri itu terjawab sudah. Penduduk setempat berhasil menangkap seekor ikan lele raksasa yang ukuran panjang badannya mencapai 3 meter dan lebar kepala berkisar 1 meter. Gilanya lagi, ketika masyarakat membelah perut ikan itu, mereka menemukan “sisa-sisa” seorang lelaki di dalam tubuh ikan itu..

Namun karena pemerintah lokal khawatir insiden ini akan berdampak pada kepariwisataan daerah itu, mereka berusaha keras agar peristiwa itu tidak terpublikasi secara luas. Tapi beberapa turis sempat datang dan mengabadikan gambar ikan lele pemangsa manusia dengan ponsel mereka.

Beberapa kalangan beranggapan ikan ini adalah ikan jenis Waking Catfish atau clarius batrachus (ikan lele berjalan). Namun belum ada yang dapat menjelaskan bagaimana mungkin ikan lele yang berukuran centimeter bisa menjadi begitu besar.

Saat ini masyarakat lokal maupun turis asing tidak diperbolehkan berenang di Waduk Huadu’s Furong. Orang banyak memperkirakan masih ada ikan sejenis yang hidup di waduk itu, siap memangsa orang yang berenang di situ.

Raksasa Sungai Mekong
Sungai Mekong yang merupakan salah satu sungai utama di dunia banyak menyimpan berbagai jenis ikan-ikan raksasa. Sungai Mekong merupakan sungai terpanjang ke-12 di dunia, dan ke-10 terbesar dalam volume (melepas 475km³ air setiap tahunnya), dia mengisi wilayah seluas 795.000 km² dari Tibet dia mengalir melalui China provinsi Yunnan, Myanmar, Thailand, Laos, Kamboja, dan Vietnam. Semua kecuali China dan Myanmar masuk kedalam Komisi Sungai Mekong. Karena variasi musim yang sangat berbeda dalam aliran dan adanya “rapid” dan air terjun membuat navigasi sangat sulit.

Menurut para peneliti, sungai ini adalah rumah dari berbagai jenis ikan raksasa air tawar. Yang paling terkenal adalah Mekong Giant Cat Fish. Jenis ikan lele raksasa ini memang hidup disepanjang aliran Sungai Mekong yang melintasi beberapa negara di Asia tersebut.

Pada tahun 2005, seorang nelayan Muangthai menangkap ikan lele raksasa sebesar beruang Grizzly di Sungai Mekong. Ukuran ikan ini berkisar 2,7 Meter dengan berat mencapai 646 pon.

Memang penangkapan ikan lele berukuran raksasa di Sungai Mekong bukanlah hal yang aneh. Sudah berulang kali nelayan setempat mendapatkan ikan lele berukuran raksasa di sungai itu. Namun sepertinya belum ada yang menyamai ukuran ikan lele yang ditangkap nelayan Muangthai tersebut.

Bukan Pemangsa
Berbeda dengan kasus di Sungai Kali di Nepal dan Waduk Huadu’s Forung di China, tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa ikan lele raksasa di Sungai Mekong adalah pemangsa manusia.

IUCN (International Union for Conservation of Nature), sebuah badan dunia yang bergerak di bidang konservasi sumberdaya alam telah menyimpan dan memasukkan data keberadaan ikan lele raksasa dari Sungai Mekong sebagai jenis satwa air yang langka dan menuju kepunahan. Jenis ikan lele raksasa ini, juga telah menarik perhatian WWF (Worl Wildlife Fund) dan National Geografic Society. Kedua organisasi ini sedang bersama-sama menyusun rencana perlindungan terhadap jenis ikan itu.

Memang menakutkan jika kita membayangkan keberadaan raksasa-raksasa air tawar pemangsa daging manusia tersebut. Kita sekarang tentu akan menjadi was-was jika berenang di sungai maupun danau air tawar. Namun pertanyaannya adalah bagaimana mereka bisa menjadi kanibal dan doyan makan manusia. Apakah mereka yang mengganggu manusia, atau malah manusia yang mengusik habitat mereka..?

Di sisi lain ikan-ikan itu juga mempunyai hak untuk hidup. Sebab bukan tidak mungkin, mereka adalah sisa-sisa zaman prasejarah yang harus diteliti dan dilestarikan keberadaannya untuk perkembangan ilmu pengetahuan.

sumber :http://jelajahunik.blogspot.com/2010/10/ikan-lele-raksasa-pemakan-manusia-di.html

28 Nov 2010

Seminar Budaya Jambi "International Seminar on Jambi Heritage"

JAMBI – Salah satu budaya dan sejarah Jambi dibahas selama tiga hari, tanggal 26 sampai 28 Nopember 2010. acara ini berlangsung dalam kegiatan International Seminar on Jambi Heritage.
Peresmian event itu berlangsung di Muara Bulian Room, Lantai III Wiltop Hotel, Jalan Sultan Thaha Jambi, Jumat (26/11) malam mulai sekitar pukul 21.00.Sebelum itu sejak pukul 19.30 berlangsung acara ramah tamah serta santap malam di Sky Cafe lantai yang sama.

Seminar ini sebagian besar waktunya memang mengambil tempat di Hotel Wiltop. Namun, pada hari kedua dan ketiga, para peserta seminar akan mengikuti acara di luar hotel antara lain jamuan malam di Rumah Dinas Gubernur Jambi, kunjungan ke Candi Muaro Jambi.

Wakil Gubernur Fachrori Umar, yang datang mewakili Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus, membuka acara tersebut secara resmi. Dia berharap seminar ini dapat menghasilkan rekomendasi bagi upaya menjadikan Candi Muaro Jambi sebagai warisan dunia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, sekaligus sebagai Ketua Panitia, Didy Wurjanto, mantan BKSDA Provinsi Jambi, menyatakan dalam laporannya bahwa seminar ini antara lain memang memiliki dua tujuan utama. Pertama menjadikan Candi Muara Jambi sebagai Warisan Budaya UNESCO, yang kedua menjadikan pula fosil hutan di Merangin sebagai calon taman Bumi atau geopark.

"Candi Muara Jambi sudah terdaftar di UNESCO dengan register 4565 sejak tiga tahun lalu, "kata Didy. Namun, lanjut Didy, pihaknya tidak akan berpuas diri saja dengan kondisi ini.Akan diupayakan sejumlah langkah percepatan mencapai status warisan dunia.Di samping itu akan tetap dijalankan upaya-upaya pelestarian agar warisan-warisan ini.

Dalam seminar ini hadir sejumlah pembicara antara lain Marzuki Usman (mantan Menteri Pariwisata Seni dan Budaya, sekaligus Ketua Masyarakat Peduli Candi Muara Jambi), Dr Elizabeth Inandiak (jurnalis, penulis dan pemerhati budaya Indonesia asal Perancis), Prof Masanori Nagaoka.

Pemerhati budaya dan sejarah Jambi, Fachrudin Saudagar, menyambut baik acara ini. Ini dikatakan Fachrudin kepada wartawan di sela-sela acara pembukaan.

"Saya berharap acara ini dapat menumbuhdayakan kebanggaan masyarakat Jambi terhadap jatidirinya," kata Fachrudian. Dia berharap acara ini dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap budya dan pariwisata Jambi seperti Seminar Budaya Melayu Kuno pada 1992.(tim)

http://ayojambi.com
http://banyurawa.com
http://tradisi-jambi.blogspot.com/
http://informasi-mediakita.blogspot.com/
http://media-nusantara.blogspot.com/
http://multmedia.multiply.com/
http://media-fotografers.blogspot.com/
http://komunitas-jambi.blogspot.com/
http://multi-video.blogspot.com/
http://youtube.com/my_videos
http://videoku.tv/Multimedia/

25 Nov 2010

Yuefei, Jenderal Cinta Tanah Air

Cakue adalah makanan khas Cina yang sering kita jumpai di tanah air. Tetapi apakah kita tahu asal usul makan Cakue tersebut ? Ternyata asal usul Cakue ada hubungannya dengan Kisah Panglima Yuefei

Yuefei penduduk propinsi Henan, kabupaten Tangyin.
Saat Yuefei dilahirkan, ada seekor burung besar hinggap di atap rumahnya dan berteriak terus menerus, suara burung tersebut membuat ayahnya sangat kaget dan heran, maka diberilah nama fei (terbang).

Ketika serdadu Jin, suku minoritas dari bagian utara Tiongkok, menyerang ke daratan Tiongkok. Yuefei terpanggil untuk berjuang demi negara. Ibunya juga seorang yang arif bijaksana, demi mengingatkan anaknya untuk membalas budi negara, ia mentato punggung Yuefei dengan empat kata, “Jinzhong baoguo.(Setia Membalas Budi Negara)

Karena terus menerus mendapatkan serangan serdadu Jin, Ibu kota kerajaan jatuh ke dalam kekuasaan serdadu Jin, dinasti Sung sudah hampir musnah, dari keluarga raja hanya putra ke empat saja yang berhasil melarikan diri ke arah selatan, dan menjadi raja di daerah selatan, yaitu Raja Gao Zong.

Yuefei yang pada saat itu hanya sebagai pejabat yang kedudukannya rendah pernah mengirimkan surat pada raja, agar raja dapat langsung memimpin pasukannya kembali ke arah utara, jangan lagi kabur ke arah selatan. Akhirnya beliau dikecam oleh raja yang lemah, kecut, serta ingin santai santai saja. Yuefei diusir keluar dari ibu kota Nanjing. Setelah Yuefei meninggalkan Nanjing, beliau menuju ke propinsi Hebei dan bergabung dengan pejabat di sana yang bernama Zhang Shuo, dan mendapatkan perhatian khusus dari Zhang Shuo. Setelah itu, Yuefei mulai mengalihkan perangnya ke arah selatan dan utara dari sungai Kuning. Sambil melawan serdadu Jin, sambil menaklukkan perampok. Dalam tata kemiliterannya, Yuefei sangat ketat, beliau tak pernah menindas penduduk, maka penduduk sangat hormat padanya. Hingga Pangeran dari suku minoritas Jin pernah mengatakan, “Menggetarkan pegunungan gampang, tetapi untuk menggetarkan serdadu dari Yue, sulit!

Meskipun Yuefei telah menjadi pejabat penting kerajaan, tapi beliau sangat ketat terhadap peraturan, Raja Gao Zong ingin membangunkan tempat tinggal untuk beliau, tapi dengan alasan, ‘Musuh belum dituntaskan, apa gunanya memikirkan rumah.’.Beliau sering mengatakan, “Seandainya semua pejabat di negara ini tidak serakah akan harta, para jenderal tidak takut mati, maka dunia sudah aman sentosa!

Beberapa tahun kemudian, serdadu Jin menyerang ke selatan secara besar besaran. Berbagai daerah meminta bantuan dari pusat pemerintahan, Raja Gao Zong terpaksa menurunkan titah pada Yuefei, mengijinkan beliau untuk melaksanakan dengan kuasa penuh. Yuefei menerima perintah tersebut, dan menganggap saat untuk membalas serangan sudah matang, dan segera memimpin serdadu ke arah utara, dengan serdadu yang gagah berani, akhirnya serdadu Jin kalah, Yuefei gunakan kesempatan ini mengejar dan menyerang serdadu Jin. Tapi Raja Gao Zong telah mencapai kesepakatan dengan suku minoritas Jin, pada hal kesempatan untuk mengambil alih tanah yang dikuasai musuh sudah sangat dekat, ibarat bisa dihitung dengan hari.

Rupanya, Yuefei biarpun pintar berperang juga setia pada negara, tetapi terhadap Raja Gao Zong yang selalu memikirkan tahta, serta senang bersantai santai, tentunya tidak sesuai dengan perasaan hati raja tersebut, Apalagi Yuefei selalu bersumpah, “Mengembalikan Tanah Air, mengembalikan kedua pangeran yang masih ditawan serdadu Jin, yang mana merupakan abang dari Raja Gao Zong, (Wei dan Chin), ini lebih membuat hati Raja Gao Zong kuatir.

Karena sudah mengalami kekalahan dalam perang, serdadu Jin rencana akan melepas Qin Zong kembali ke dinasti Sung, ini lebih membuat Raja Gao Zong takut kalau kedua abangnya kembali, ia akan kehilangan tahtanya. Di sisi lain, Qinkuai, perdana menteri yang menjadi mata mata serdadu Jin juga takut kalau serdadu Jin kalah, maka akan akan ketahuan belangnya, jangan jangan nyawanya juga ikut melayang.

Maka Qinkuai mulai mempengaruhi sang Raja, bersama sama dengan gerombolannya, dengan alasan, “Kesulitan dalam mendapatkan banyak serdadu, serta rakyat sedang melarat demikian juga negara sedang kekurangan dana. mereka mengajukan usulan agar raja memerintahkan Yuefei menarik serdadunya kembali ke ibu kota.

Yuefei yang berkeinginan mengembalikan tanah air kepangkuan pertiwi, tetapi beliau masih merupakan pejabat yang setia, dalam satu hari, beliau menerima 12 kali papan perintah Mas, biarpun merasakan perih hatinya, karena jerih payah yang telah dikerjakan selama 10 tahun lebih, akan lenyap dalam sekejap, tapi beliau masih menaati perintah sang raja memimpin serdadunya kembali ke ibu kota.

Setelah Yuefei kembali ke ibu kota, beliau masih belum menerima perundingan damai, dan raja dari suku Jin, Jin Yen Shu juga menulis surat pada Qinkuai, “Kamu setiap hari mengatakan damai, tetapi Yuefei sedang merencanakan untuk menyerang, merebut kembali propinsi Hebei, ingin memporak porandakan sarang kami, harus terlebih dahulu membunuh Yuefei, baru boleh bicara damai!

Pada saat yang sama, juga mengirimkan surat mengancam Gao Zong, katanya mereka ingin melakukan penyerangan besar besaran ke arah selatan, raja Gao Zong dan Qin Kuai juga tahu, asalkan Yuefei masih hidup, sulit untuk mencapai perdamaian. Maka dibawah persetujuan dari Gao Zong, Qinkuai memerintahkan gerombolannya menuduh Yuefei, memiliki kekuatan serdadu, tetapi tidak maju, meninggalkan benteng pertahanan, dan tidak menjaga dengan baik.

Selanjutnya, juga menyuap anak buah Yuefei, Wang Cun, menuduh dengan tangan kanan Yuefei, Zhang Xian ingin kudeta, maka Yuefei juga tidak terlepas dari tuduhan tersebut.

Dengan cara demikian, Yuefei ditangkap dan dimasukkan ke dalam tahanan, dibawah siksaan gerombolan Qinkuai selama dua bulan, juga tidak mendapatkan bukti apapun, terakhir karena Raja Gao Zong ingin perdamaian cepat terwujud, akhirnya dengan tuduhan Mo xu you, tuduhan yang tidak perlu bukti, penanggalan Imlek 29 Desember 1142 malam tahun baru, Yuefei dihukum pancung kepala.

Setelah puluhan tahun berlalu, dimasa pemerintahan Xiaozong, kasus Yuefei dibongkar kembali, dan akhirnya ketahuan bahwa semua tipu muslihat dan siasat jahat berasal dari perdana menteri Qinkuai dan isterinya, mata-mata musuh. Rakyat sangat marah kepada ke dua pengkhianat negara ini, maka dibuatkan makanan dari tepung, berbentuk dua potong, satunya Qinkuai, satunya lagi adalah istri Qinkuai, dengan minyak panas menggoreng Qinkuai dan istrinya, dimakan dagingnya untuk melampiaskan kemarahan rakyat. Makanan ini pun akhirnya dengan nama Cakue. Selain itu, dibuatkan juga patung Qinkuai dan istrinya berlutut di depan makam Yuefei, orang-orang yang datang berziarah ke makam Yuefei akan melewati ke dua patung tersebut, dan meludahi ke dua patung tersebut.

Kerja keras dan kesetiaan Yuefei dalam memperjuangkan negara tanpa pamrih pantas mendapatkan ajungan jempol dari kita semua. Keluhuran jiwa setia dan cinta negaranya sampai saat ini masih membekas di hati banyak orang yang tahu kisahnya, terbukti walau sudah berusia ribuan tahun, namun sampai saat ini kisahnya pun masih diceritakan orang dari generasi ke generasi.

Disadur oleh Caiming Mandarin Education Centre
www.caiming.info

http://www.bagansiapiapi.net/id/budayadetail.php?id=85

24 Nov 2010

Beberapa hari terakhir mata ane agak terpaku dengan foto-foto ritual ”pembersihan diri “dari pulau Phuket negara Thailand.
Karena koran-koran di Belanda, Belgia dan bahkan koran The Sun asal Inggris juga menampilkan gambar ini.

Kalau koran The Sun asal Inggris memuat gambar-gambar ritual “pembersihan diri“ ini, biasanya koran yang lain juga memuatnya. Karena The Sun banyak dijadikan nara sumber berbagai penulis berita.

Mungkin sudah banyak koran atau blog yang juga sudah memuat berita ini sebelumnya. Foto yang disajikan lebih mendominasi, dibandingkan dengan tulisan yang disuguhkan. Yang jelas, gambar-gambar ini bukan rekayasa dan bukan akrobat.

Tidak bisa disamakan dengan adegan ”Debus” asal kota Banten yang merupakan pertunjukan semata. Karena kalau anda sudah membaca rahasia pertunjukan debus, anda justru tidak heran lagi , melainkan bisa ketawa terpingkal-pingkal.


Foto-foto yang dipertunjukan warga Thailand di pulau Phuket ini berkaitan dengan ritual keagamaan asal China. Sebuah ritual pembersihan diri. Berbagai benda tajam ditusukkan dipipi kanan dan kiri.

Tidak sakit ?
Kata sakit hanyalah melekat dengan tubuh jasmaniah. Karena didalam tubuh ditemukan susunan syaraf. Jika susunan saraf ini terganggu, maka seseorang dihadapkan pada rasa kesakitan.

Diberbagai ritual baik yang berbau tradisi semata atau keagamaan, seseorang dihadapkan pada proses pelepasan diri. Dimana manusia rohani menduduki strata yang lebih tinggi dari manusia jasmani.

Seseorang harus bisa melepaskan kedudukan badaniah untuk bisa mencapai keterikatan dengan rohani, dimana kesakita tidak ada. Jika seseorang bisa melakukan ini, maka orang tersebut mempunyai kontrol terhadap rasa kesakitan.

Rasa sakit tetap ada, tetapi bisa dikontrol, dan bahkan bisa dilepasakan. Karena dalam keadaan seperti ini orang tersebut tidak terikat dengan kekuatan badaniah melainkan kekuatan rohani.

Tidak heran, didalam berbagai ritual baik tradisi maupun keagamaan, seseorang berusaha mencapai puncak kenikmatan rohani atau orgasme. Jika didalam hubungan seks seseorang bisa mencapai orgasme, didalam ritual tradisi/ keagamaan juga.

Prosesnya juga hampir sama. Didalam hubungan seks, jika seseorang mengalami orgasme, maka kesadaran orang tersebut dalam keadaan “mengabur.” Perasaan kenikmatan yang mendominasi.

Didalam hubungan seks, seorang wanita bisa menikmati orgasme yang luar biasa jika wanita tersebut bisa mengalami orgasme G-Spot.

Bagi pria juga demikian. Seorang pria akan menikmati sebuah kenikmatan yang begitu luar biasa, jika pria tersebut mampu mengalami orgasme akibat rangsangan pada area G-spot di prostat.

Dalam proses ”pembersihan” seseorang akan menuju strata kesadaran yang disebut ”trance.” Dalam kondisi ini bisa disamakan dengan orgasme rohani. Mengapa ? Karena area G-Spot di otak sudah tersentuh. Bandingkan dengan sentuhan pada G-spot di vagina atau area G-spot di prostat pada pria.

Yang namanya juga lagi orgasme, yang ada khan rasa kenikmatan bukan.? Memang ini membutuhkan latihan dan ketekunan. Kalau yang ditusuk dipipi bukan hal yang kebetulan.

Dipipi susunan syarafnya konon berbeda , sehingga tidak separah dan sesakit jika dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain.

sumber : http://unikboss.blogspot.com/2010/10/ritual-pembersihan-diri-yang-paling.html

Gelandangan Jujur, Temukan Ransel Berisi Rp 30 Juta Dikembalikan Ke Pemiliknya

Betapa Mahalnya Harga Sebuah Kejujuran Saat Ini, Dijaman Dimana Segala Sesuatu Diukur Dengan Uang

Seorang gelandangan menemukan tas ransel berisi uang 3.300 dolar AS atau sekitar Rp 30 juta memutuskan untuk melacak dan mengembalikan kepada pemiliknya.
Gelandangan di Arizona itu bernama Dave Talley (49) menemukan tas rangsel di stasiun kereta api listrik di kawasan Tempe, Arizona.Diketahui, Talley sudah menjadi gelandangan sejak 11 tahun silam setelah SIM-nya ditilang polisi usai kecelakaan hingga membuat punggungnya cidera gara-gara mabuk. Sejak 2003 dia memutuskan untuk tidak minum miras lagi.
Begitu sulit rasanya menemukan orang jujur jaman sekarang

Padahal saat ia menemukan tas ransel itu, uang di sakunya pas habis untuk membeli sparpart sepeda di bengkel. Hampir saja ia tergoda untuk menyimpan uang ribuan dolar itu. Tapi berkat keteguhan jiwanya, ia mencari tahu siapa pemilik tas rangsel berisi uang itu berdasar sebuah flash drive atau USB yang ditemukan juga dalam tas. Ternyata dari situ ia mengetahui biodata pemilik, yang kemudian menelusuri mencari untuk menyerahkan tas itu kepadanya. Luar biasa, ini bukan film atau novel melainkan kenyataan.

“Itu bukan uang saya dan tidak berhak menggunakannya. Aku hanyalah gelandangan yang biasa tidur di mana-mana. Jika ada perubahan dalam hidupku justru aku takut tak bisa menjalaninya,”

Dalam waktu 5 hari akhirnya ketemu dengan pemilik bernama Bryan Belanger, seorang mahasiswa Arizona State University. Betapa gembira si mahasiswa itu setelah tasnya hilang selama 5 hari. Ia pun segera memberikan hadiah uang yang tidak memberitahukan jumlahnya. Uang itu semula untuk menambah biaya beli mobil buat transportasi kuliah.

Anehnya, Talley menolaknya dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan tulus dan uang itu bukan haknya. Mahasiswa itu tersinggung, dan segera menepon ibunya untuk membujuk dan mencaritahu keberadaan Talley si tuna wisma yang biasa mangkal di stasiun.”Ini adalah kejadian aneh dalam hidup saya. Saya pikir ini benar-benar pelajaran untuk menjaga iman,” kata Belanger dikutip dailymail (20/11).

Ibu Belanger kemudian menemui si Talley dan hendak memberikan hadiah serta ucapan terimakasih. Lagi-lagi Talley menolaknya dengan santun. Sikap itu telah membuat ibu Belanger tersinggung merasa direndahkan, kemudian menelepon media lokal The Arizona untuk memberitakannya.

Dan sejak itu, orang ramai berdatangan menemui Talley untuk memberikan uang dan hadiah atas ketulusannya. “Itu bukan uang saya dan tidak berhak menggunakannya. Aku hanyalah gelandangan yang biasa tidur di mana-mana. Jika ada perubahan dalam hidupku justru aku takut tak bisa menjalaninya,” jawab Talley membuat orang keheranan. (Sumber http://ruanghati.com/2010/11/21/gelandangan-jujur-temukan-ransel-berisi-rp-30-juta-dikembalikan-ke-pemiliknya/)