27 Feb 2010

Kejurnas Xiangqi Bakal Hadir Wajah Baru

JAMBI –Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Xiangqi yang dikenal dengan sebutan Catur Gajah Ke-X pelaksanaan tinggal hitungan hari, demi mensukseskan olahraga adu asah otak tersebut panitia telah bekerja keras hampir satu bulan penuh. Pasalnya untuk dapat memberikan pelayanan terbaik buat para peserta Kejurnas tidaklah semudah apa yang dibayangi orang, melainkan membutuhkan persiapan yang matang dan kerja sama antar panitia.

Kejurnas Xiangqi (Catur Gajah) tahun ini bekal di hadiri lima belas Pangprov dengan jumlah kontingen lebih kurang seratus orang (atlit), diantaranya dari Pengprov Sumatera Utara (sumut), Kepri Riau, Sumatera Selatan (sumsel), Bangka Belitung (babel), Jambi, Lampung, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat (jabar), Jawa Tengah (jateng), Jawa Timur (jatim), Bali, Kalimantan Barat (kalbar) dan ditambah dua Pengprov yaitu Aceh serta Kalimantan Selatan (kalsel).

Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB-PEXI) Taher Ferdian melalui telepon selular kemarin malam (26/2), “Bahwa Kejurnas tahun ini akan dihadiri lima belas Pengprov. Total atlit senior putra-putri , junior putra-putra lebih kurang 100 orang.”

Senada juga disampaikan ketua panitia Ir. Darjatna Hardjo, “Sampai saat ini jumlah peserta yang telah terdaftar dimeja panitia sebanyak lima belas Pengprov, dengan jumlah atlit hampir seratus orang,” Tambah Darjatna, “Kita tinggal menunggu konfirmasi kehadiran peserta Kejurnas saja, apa peserta mengunakan pesawat/ bus/ kereta api.”

Tampaknya hadiah kali ini lebih mewah dari tahun-tahun sebelumnya pasalnya hadiah yang dijanjikan panitia dua kali lipat dari hadiah-hadiah Kejurnas di daerah. (rom)

Awas, Penipu Berkedok Undian Kembali Marak

JAMBI – Selagi santai menikmati tontonan film disalah satu Televisi Nasional kemarin malam (26/2), tiba-tiba suara Handphone berbunyi, ternyata ada pesan singkat (SMS) dari 0878 4129 5366 “Selamat nomor anda mendapatkan hadiah “Rp. 75 juta dari PT. Telkomsel, undian pukul 23.30 Wib tadi malam di Global TV, hubungi Bapak Utomo Widodo nomor handphonn 0138 298 4555, izin Depsos:162/DEPSOS/PPSDS/SAP/V/2009, bekerja sama dengan PT XL, PT. Indosat Jakarta Pusat.

Seusai membaca sms tersebut, langsung penulis membalas “75 juta tersebut buat anda saja, karena kami telah dapat dana hibah.”

Selanjutnya menghubungi salah satu kenalan yang bekerja di Telkomsel, beliau menyatakan bahwa itu adalah usaha menipu pelanggan Telkomsel, maka jangan sampai tertipu (rom)

20 Feb 2010

Jambi Kirim 9 Atlit Xiangqi (Catur Gajah)

JAMBI –Pengurus Provinsi Persatuan Xiangqi Indonesia (Pengprov-PEXI) Jambi, mengirimkan sembilan atlit/ pemain Xiangqi/ catur Gajah mengikuti ajang pertandingan tingkat nasional di restoran Tang, Jakarta bulan Maret mendatang.

Para atlit/ pemain yang akan diterjunkan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Xiangqi Ke-X terdiri dari atlit/ pemain Senior Putra seperti, Liau Tju Mien (MNX), Chien Han, Tonny sedangkan Ricky Chandra Johanes (12) dari SD Kristen Bina Kasih Jambi, Eric Rudy (16) dari SMA Unggul Sakti Jambi, Yoranda Arga Pratama (13) dari SMPN 18 Jambi, Cynthia Nevela Sari (13) dari SMP Kristen Bina Kasih Jambi, Tri Nurdiyanti dari (15) SMA Titian Teras Jambi dan Clarissa Kurniawan (9) dari SD Kristen Bina Kasih Jambi. Para kontingen provinsi Jambi akan dipimpin langsung oleh ketua pengprov Pexi Jambi, Darman Wijaya dan Ketua Panitia Selekda, Mulyadi.

Menurut penuturan ketua pengprov Jambi, Darman Wijaya, bahwa tujuan pengiriman atlit/ pemain Xiangqi/ catur Gajah ke ajang nasional untuk melihat sejauh mana hasil dari pembinaan Pengprov Pexi selama ini khususnya atlit/ pemain Junior. “kita mau lihat sejauh mana hasil pembinaan Pexi selama ini, tambah Darman, “kita harapkan atlit/ pemain Jambi dapat meraih peringat yang lebih baik dari tahun lalu, khususnya Junior Putra dan Junior Putri.” Ujarnya.

Ternyata kontingen Xiangqi Provinsi Jambi yang akan melaga ditingkat Nadional terdapat tiga orang non Tionghoa, salah satunya asal kabupaten Merangin.

Menurut Sekretaris Pengprov Pexi Jambi, daftar pemain telah disampaikan ke Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB-PEXI) kemarin siang (18/2), tambah Sekretaris Pexi untuk kategori Senior Putra sepertinya pemain Jambi belum mampu untuk mengalahkan pemain dari Riau, DKI, Jatim, Sumut. (yul)

27 Okt 2009

Catur Gajah Undur Diri

95 Atlet Akan Bertanding di Asian Indoor Games
JAKARTA, KOMPAS - Kontingen Indonesia akan terbang ke Vietnam Selasa (27/10) ini untuk berlaga di Asian Indoor Games, 30 Oktober-8 November 2009. Dari 17 cabang olahraga, Indonesia ikut dalam 12 cabang yang dimainkan. Tujuh atlet catur dan xiang qi (catur gajah) mundur karena kurang dana.

Padahal, catur dan catur gajah termasuk cabang yang cukup kuat. ”Khusus xiang qi, saya dengar kita memiliki atlet yang kuat dan potensial. Jadi, sebenarnya menjanjikan untuk dapat emas,” tutur Chef de Mission atau Ketua Kontingen Asian Indoor Games (AIG) Indra Kartasasmita, Senin, saat pelepasan atlet.

Indra mengatakan, baru pertama kali ini Indonesia mendaftar untuk bertanding di cabang olahraga catur gajah. Hingga pekan lalu belum ada warta pengunduran diri dari induk organisasi. Namun, apa boleh buat. Induk organisasi catur dan catur gajah tidak memiliki cukup dana untuk memberangkatkan atlet. Lagi pula, pengurus besar lebih memprioritaskan SEA Games.

Adapun dana dari pemerintah Rp 2 miliar sudah dialokasikan untuk memberangkatkan 26 atlet, 6 pelatih, dan 4 manajer.

Total 147 orang
Anggota kontingen yang akan berangkat berjumlah 147 orang, terdiri 95 atlet, 27 pelatih, 11 manajer, dan 14 ofisial. Karena dana pemerintah hanya cukup untuk memberangkatkan 36 orang, 97 orang lagi diberangkatkan induk masing-masing cabang olahraga, sementara 14 orang ofisial dibiayai KONI Pusat.

Para atlet akan bertanding di tiga lokasi terpisah di Vietnam. Lima cabang akan dipertandingkan di Hanoi, meliputi atletik, fin swimming (selam), dance sport, sepak takraw, dan wushu. Tiga cabang di Hai Phong, Haiduong, yakni panahan, senam aerobik, dan pencak silat. Empat cabang lain di Ho Chi Minh City, meliputi vovinam (bela diri Vietnam), biliar dan snooker, boling, serta barongsai-liong.

Khusus vovinam, enam atlet yang semuanya berasal dari Bali berangkat terlebih dahulu ke Vietnam. Mereka sengaja diundang untuk dilatih seni bela diri ini, dengan dana dari Vietnam. Dengan demikian, Vietnam mempunyai lawan tanding yang cukup untuk cabang yang khas negara tuan rumah ini meski tidak menutup kemungkinan vovinam akan menjadi cabang yang makin mendunia, seperti pencak silat.

Ajang uji coba
AIG diharapkan menjadi ajang uji coba bagi atlet untuk menjajaki kekuatan lawan sebelum berangkat ke SEA Games. Sayangnya, hanya sedikit atlet SEA Games yang ikut dalam kejuaraan ini. Bahkan, jumlahnya pun belum pasti.

Atlet SEA Games sengaja ”disimpan” tenaganya. ”Kalau kondisi kebugaran atlet saat ini 80 persen, butuh delapan minggu untuk bisa 100 persen. Makanya, yang mau ke SEA Games tidak ikut Indoor Games,” ujar Indra.

Ketua KONI Rita Subowo mengatakan, ajang uji coba ini bisa digunakan oleh atlet muda yang ingin menjajaki kekuatan diri sendiri dan lawan.

”Atlet yang tidak dikirim ke SEA Games, Asian Games, atau olimpiade, misalnya, akan diikutsertakan ke turnamen-turnamen lain,” tutur Rita.

AIG Ketiga di Vietnam akan diikuti 45 negara. Ada 150 nomor yang akan dipertandingkan di 17 cabang yang ditawarkan.

Di AIG Kedua 2007 di Makau, Indonesia mendapat dua emas di cabang ekstrem, yakni papan seluncur (skateboard). Sayang cabang yang berpotensi meraih emas ini justru tak diikutkan.

”Ya, tapi masih ada harapan di atletik, biliar, serta liong dan dragon dance (liong dan barongsai). Untuk dragon dance, kita berada di nomor dua setelah Malaysia. Malaysia kan juara dunia,” kata Indra. (IVV)

PB PEXI Kecewakan Atlit Xiangqi

JAMBI – Bagaikan disambar petir di siang bolong, mendapatkan pesan singkat dari Sekretaris Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI), Frans Erasmus Lala, SH, yang menyatakan bahwa PB Pexi membatalkan pengiriman atlit Xiangqi ke Asian Indoor Games ke-III di Vietnam, 2 Nopember mendatang.

Akibat pembatalan pemberangkatan atlit ke Vietnam, membuat sejumlah Pengprov Pexi kecewa dan bertanya-tanya apa sebab dibatalkan pengiriman atlit Xiangqi Indonesia ke Vietnam.

Sehingga membuat semua atlit kecewa, yang mana mereka telah dipersiapkan diri selama tiga bulan lebih, sebut saja atlit Xiangqi dari Jambi, Tri Nurdiyanti dan Cynthia Navela Sari, mereka setiap hari melakukan latihan, walaupun mesti tinggalkan les dan kegiatan sekolahan demi bisa mengharumkan nama negara, begitu dekat dengan keberangkatan ke Vietnam, terus dibatalkan,”kalau tidak mampu mengirim atlit keluar, lebih baik jangan jadi ketua, dan jauh-jauh hari memberitahu kami, hingga kami tidak tinggali pelajaran sekolah dan habis biaya untuk urus paspor,” ujar Tri dan Cynthia dengan nada kesal.

Selain itu, nama baik Indonesia kembali tercoleng atas kegagalan PB Pexi mengirimkan atlit Xiangqi even internasional, ini merupakan kali kedua dalam pengiriman atlit Xiangqi, pertama, tahun 2007 Asian Indoor Games ke-2rd di Macao, dan tahun ini Asian Indoor Games ke-3rd di Vietnam.

Tidak saja atlit yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti even bergengsi tersebut, melainkan para pengprov juga kecewa, seperti yang diungkapkan Pengurus Pengprov Pexi Jambi, Darman Wijaya, merasa sangat kecewa dengan kegagalan team nasional Xiangqi ke Asian Indoor Games.

Para Pengprov Pexi, akan mengajukan Rakernas dilanjutkan dengan Munaslub, pasalnya, mereka anggap PB telah gagal melaksanakan amanah AD/ ART.

Jateng, Babel, DKI, Jabar, Pekanbaru (Riau) serta Jambi menyatakan setuju dengan usulan teman-teman dari Pengprov Pexi untuk diadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bila perlu diadakan langsung Musyawarah Luar Biasa (Munaslub), demi untuk menyelamatkan Xiangqi di bumi pertiwi. (RM)

Mendung Menyelimuti PEXI

JAMBI – Sepertinya Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi), organisasi olahraga asah otak asal China yang lebih dikenal dengan sebutan catur gajah bakal kembali vakum, pada hal PEXI telah lakukan berbagai even, baik di tingkat daerah, nasional dan internasional, lantas apa penyebab PEXI diselimuti mendung,?

Persatuan Xiangqi Indonesia (Pexi) dideklarasi pada tahun 2000 oleh para pecinta Xiangqi di Jakarta, awalnya di pimpin oleh (pur) Brigjend Tedy Yusuf, Melalui Munas Pexi ke-II di Bangka Belitung (Babel) tahun 2005 terpilih Bunyanto Eka Cendana sebagai ketua umum, yang mana sebelumnya Bunyanto adalah ketua harian PB Pexi.

Dimasa kepeminpinan (pur) Brigjend Tedy Yusuf, telah membentuk beberapa Pengprov yang berhasil melakukan berbagai even di daerah, seperti adanya Kejuaraan Daerah (Kejurda) Xiangqi, Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Xiangqi dan mengikuti beberapa kejuaraan setingkat internasional.

Namun tampaknya kejayaan Xiangqi masa lalu, bakal lenyap dalam sekejap, lantaran beberapa even bergengsi tidak dapat dilaksanakan oleh Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB-Pexi).

Taher Ferdian dipilih dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ke-III, 23-24 Mei 2009 di Hotel Batavia, Jakarta, bahkan sampai kini induk cabang olahraga asah otak belum lagi dilantik. Yang lebih menyedihkan adalah beberapa agenda utama gagal dilaksanakan oleh PB, seperti even tahunan tingkat nasional (kejurnas) tahun ini tidak diadakan, yang paling parah adalah pembatalan pengiriman atlitnya ke Asian Indoor Games di Kota Hanoi, Vietnam, 2 September 2009 mendatang, tahun 2007 PB Pexi juga gagal mengirimkan atlitnya ke Asian Indoor Games di Macau.

Yang menjadi kendala menurut Ketua Umum PB Pexi, Taher Ferdian, bahwa saat ini PB Pexi belum mempunyai dana untuk melakukan semua kegiatan, baik yang bersifat nasional maupun untuk bertaraf internasional, selain itu, Taher menyatakan bahwa team manager Asian Indoor Games tidak berfungsi sebagaimana mestinya, “lebih baik kita benahi organisasi kedalam dahulu dan tidak usah menyalahkan siapa-siapa,” kalimat yang disampaikan Taher dalam pesan singkatnya.

Lantas apa penyebab tidak dikirimnya atlit Xiangqi Indonesia ke Asian Indoor Games di Vietnam.? Kabar burung dari beberapa pengurus inti menyatakan, bahwa awalnya team manager sanggup mengalang dana untuk membiayai pengiriman atlit ke Vietnam, namun ternyata timnas gagal mengalang dana dari pengprov yang atlitnya ikut ke Asian Indoor Games.

Diantara yang menolak adalah dari Pengprov DKI, Jateng, Babel, Sumsel, Jambi, Jatim, Jabar, mereka menyatakan dalam pelaksanaan Kejurnas serta pembatalan pengiriman atlit Xiangqi ke Asian Indoor Games merupakan kegagalan PB Pexi melaksanakan roda organisasi dan mandat munas, selain itu untuk pengiriman atlit ke even internasional, sepenuhnya tanggung jawab PB, oleh karena itu para Pengprov meminta untuk segera dilakukan Rakernas bila perlu adakan Munaslub demi menyelamatkan Xiangqi di tanah air.

Tugas pokok Pengprov adalah membina atlit di daerah dan mengikuti even yang bersifat lokal, seperti Kejuaraan Daerah (kejurda) Xiangqi dan Kejuaraan Nasional (kejurnas) Xiangqi, dengan biaya dari masing-masing Pengprov. Tampaknya kini cabang olahraga Xiangqi bagaikan tengah diselimuti awan yang gelap. (RM)