30 Apr 2011

Puluhan Remaja Terjaring Dalam Razia PSK

JAMBI - Razia pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah tempat hotel melati di Kota Jambi kembali digelar pada malam Sabtu hingga dini hari (30/4), razia PSK sempat terhenti satu tahun lebih.
Petugas dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnaker) Kota Jambi, Poltabes Jambi serta Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Jambi dan instansi terkait lainnya.

Dari hasil razia gabungan tersebut yang dilaksanakan Sabtu malam. Razia yang dilakukan di hotel-hotel kelas metali cukup mengejutkan, yang menjaring 22 wanita dan laki-laki 16 orang.

"pasangan muda-mudi itu tertangkap dalam kamar hotel sedeang berduaan dengan pasangan yang bukan suami istri (pasutri). Tapi sebagian hotel di Kota Jambi sepertinya sudah bersih dari prostitusi, biasanya beberapa hotel tersebut wanita yang terjaring cukup banyak. Mungkin rencana razia sudah bocor, hingga terget pada kabur sebelum dirazia oleh tim gabungan,"ujar salah satu petugas razia.

Menurut Kepala Kantor Sosnaker Kota Jambi, Kaspul, SH. ME, razia yang dilakukan pihaknya baru kali pertama di tahun 2011. "tujuan razia adalah untuk menekan maraknya PKS di Kota Jambi,"katanya.

Sementara itu ada beberapa kamar hotel hotel, tak satu pun oknum yang ditemukan. Namun tv menyala, handuk yang berserakan, tempat tidur yang masih hangat, serta botol minuman, tetapi penghuninya sudah lari.

Razia dibagi dalam dua tim, yaitu di wilayah Pasar Kota Jambi, Kecamatan Jambi Timur, Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Jelutung dan Kecamatan Kota Baru. Razia dimulai sekitar pukul 23.00 WIB.

Tim yang melakukan razia di Pasar Jambi sempat terjadi kejar-kejaran dengan beberapa PSK yang sedang menunggu para hidung belang dibelakang Novita Hotelt

Bahkan banyak terdapat hidung belang yang membawa wanita usia muda ke hotel, dan juga ditemukan beberapa pasang yang usianya cukup senja sedang bercinta di dalam hotel (rom)

29 Apr 2011

Air Susu Dibalas Air Tuba

JAMBI – Dadang Ismanad bin Johardi (35) merupakan salah satu narapidana (napi) yang tidak tahu diuntung, pasalnya saat minta rujuk berobat diluar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Jambi, melarikan diri pada kamis siang (28/4).
Dadang tersandung kasus pengelapan kendaraan bermotor, sehari-hari dipercayai untuk membantu petugas di Lapas, namun kepercayaan itu disalah gunakan tersangka, dengan dalih sakit dan minta berobat diluar Lapas, siapa sangka petugas mengantar ke Rumah Sakit MMC, waktu petugas lengkah Dadang kabur liwat samping MMC.

Namun dewi fortuna belum berpihak kepadanya, dalam tempo 30 jam pelarian tersangka dapat dipatahkan oleh petugas Lapas Klas IIA Jambi yang telah menanti sejak pukul 16.00 WIB di Jamtos. Ternyata pukul 18.30 saat tersangka memasuki Mall Jamtos, tanpa membuang waktu petugas Lapas langsung menangkapnya, tenyata tersangka lakukan perlawanan, hingga membuat suasana didalam Jamtos jadi ramai, begitu pengunjung yang mengetahui tersangka adalah napi, kontan saja tersangka dihakimi masal.

26 Apr 2011

Memburu Pemilik Ladang Ganja

SUNGAIPENUH - Jajaran Polres Kerinci, Jambi terus lakukan perburuan terhadap tersangka pemilik ladang ganja seluas dua hektare, yang ditemukan di Desa Renah Pemetik, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci.
Kapolres Kerinci, AKBP Hastho Rahardjo membenarkan hal itu. Ia mengatakan, saat petugas masih melakukan pencarian terhadap tersangka.

"Saat ini pengejaran terus dilakukan. Petugas tidak akan berhenti sebelum tersangka berhasil ditangkap," kata Kapolres Kerinci, saat dikonfirmasi wartawan, (25/4).

Diketahui, sebelumnya Polres Kerinci berhasil menemukan ladang ganja seluas dua hektar, di posisi 78,65 lintang utara, 97,95 bujur timur. Tanaman ganja itu diperkirakan sudah berumur enam sampai tujuh bulan.

Warga yang ikut langsung melihat ladang ganda tersebut, Sofa, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, setelah menempuh perjalanan selama 16 jam menelusuri hutan, akhirnya anggota Polres Kerinci yang terdiri dari Buser, Satnarkoba, dan Brimob, sampai ke lokasi penanaman ganja.

"Setelah berhasil melewati medan yang sangat berat, akhirnya ladang ganja itu ditemukan," ujar Sofa, saat dikonfirmasi Tribun via telepon, Minggu(24/2).

Menurut Sofa, ladang ganda ditanam di kawasan hutan, dengan tingkat kemiringan hingga 45 derajat, sehingga sulit dipantau dari udara. "Informasi yang kami dengar dari Kapolres, tersangka pemilik ganja berinisial B, yang saat ini masih dalam pengejaran," ucap Sofa.

Saat perjalanan pulang dari lokasi, petugas juga mendapat informasi dari warga, tentang keberadaan ganja di salah satu rumah warga. "Setelah diperiksa, petugas menemukan setengah kilo ganja," kata Sofa.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pemilik kebun ganja tersebut adalah warga berinisial B, yang tinggal di Kecamatan Air Hangat. Kabarnya, pemilik ganja setinggi 1,5 meter hingga 2,5 meter tersebut, baru saja keluar dari Rutan sungaipenuh (team)

21 Apr 2011

Ulat Bulu Mulai Serang Tanjab Barat, Jambi

JAMBI - Serangan ulat bulu ternyata mulai mewabah dan menyerang tanaman warga di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi.

Namun serangan hama ini belum dikategorikan mengkhawatirkan, karena cepat ditangani oleh warga yang dibantu petugas pengendali hama setempat.
Serangan pertama ulat bulu di Jambi ini terjadi di Rt 12 Dusun Pasar dan di Rt 25 dusun Kampung, desa Pematang Lumut, kecamatan Betara, kabupaten Tanjab Barat, Provinsi Jambi.

Ulat bulu menyerang tanaman warga seperti pohon mangga yang letaknya banyak menyebar di pekarangan rumah.

Ulat bulu yang diperkirakan berjenis Lymantria Marganita ini berjumlah ribuan dan telah menggerogoti dedaunan yang terdapat di pohon mangga ini.

Bahkan, serangan ulat bulu juga sempat menjalar hingga ke rumah warga sehingga tak jarang ada warga yang terkena ulat bulu yang mengakibatkan gatal-gatal pada kulit.

Sebelum dilakukan penyemprotan Desinfektan oleh petugas warga mengatasinya dengan cara membakar ulat dan memangkas beberapa dahan pohon namun ternyata cara ini belum berhasil mengusir ulat bulu.

Setelah berupaya mengatasi sendiri dan tidak berhasil, warga yang mulai resah akhirnya mendapat bantuan dari dinas terkait dan kini telah melakukan upaya penyemprotan untuk mencegah penyebaran.

Untuk lebih menyakinkan jenis ulat bulu yang menyerang tanaman warga di Jambi, petugas telah mengambil beberapa sampel ulat untuk diteliti lebih lanjut.

Petugas dinas pertanian sendiri telah menghimbau kepada warga sekitar agar segera melaporkan ke petugas bila terdapat serangan ulat bulu agar tidak menyebar ke daerah lainnya. (nug)

Polisi Tangkap Pemasok Sabu 1,6 Miliar

JAMBI - Seorang pemasok narkotika bernama Jhoni Ruso ditangkap satuan narkoba Polrestabes Jambi karena kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu-sabu di rumahnya.
Jhoni ditangkap di rumahnya di kawasan Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi dan dari tangan tersangka polisi mendapatkan barang bukti sabu-sabu seberat 800 gram.

Penangkapan Jhoni Ruso ini berkat kecurigaan warga sekitar yang curiga dengan aktifitas di rumah tersangka, pasalnya di rumah tersebut banyak terdapat kamera CCTV Warga bersama polisi akhirnya menggerebek rumah itu dan ditemukanlah barang bukti.

Menurut pengakuan tersangka kepada pihak polisi, dirinya sudah dua kali menjual barang haram yang ia dapatkan dari seorang temannya di Jakarta berinisial R yang masih dalam pengejaran polisi.

Awalnya tersangka dikirimi sabu-sabu dari Jakarta oleh R sebanyak setengah kilogram dan habis terjual, lalu pengiriman kedua tersangka menerima 1 kg dan sudah habis terjual sebanyak 200 gram, sisanya 800 gram sabu-sabu yang berhasil disita petugas bernilai Rp. 1,6 miliar rupiah.

Modus yang selalu dipakai tersangka melalui jasa kurir yang diperintah oleh R Sedangkan tersangka tidak mengenal kurir tersebut. Shabu diletakan di tempat penitipan barang di mall dan kartu penitipan diserahkan pada tersangka. Mereka berhubungan via ponsel dan pembayaran dilakukan setelah barang tiba dengan menggunakan mesin ATM.

Tersangka saat ingin diwawancarai wartawan menolak berkomentar, saat ini tersangka dan barang bukti 800 gram sabu diamankan di Mapolresta Jambi, Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya seperti timbangan digital, handphone dan pembungkus sabu.

Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman seumur hidup (nug)

18 Apr 2011

MBI Anjangsana Ke Panti Jompo

JAMBI – Dalam rangka menyambut Trisuci Waisak 2562/BE dan Hari Kartini, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Provinsi Jambi beserta Generasi Buddhis Sakyakirti dan Wanita Buddish Indonesia (WBI) mengunjungi Panti Jompo Budi Luhur di Jalan pangeran Hidayat, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, kota Jambi.
Kujungan sekaligus pemberian bantuan paket kepada lansia tersebut sebagai peringatan Hari Kartini yang jatuh 21April nanti sekaligus menuju peringatan hari besar umat Buddha, yaitu memperingati Tri Suci Waisak yang jatuh pada 17 Mei 2011 mendatang.


Tersirat diwajah para kakek-nenek lansia ini, terbias senyum tanda hati gembira, sementara warga vihara bertepuk tangan. Seratusan umat Buddhis dari Vihara Sakyakirti, memberikan bantuan makanan kepada penghuni panti. Mereka datang menggunakan mobil pribadi, sementara bantuan diangkut menggunakan mobil pik up.

Lagu kasih Ibu, Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. Yang dilantunkan oleh melantun 70 lansia dan seratusan warga Vihara Sakyakirti di aula panti Budi Luhur Paal Lima Kota Jambi.

"Bertepatan dengan hari baik ini, kita berusaha untuk berbuat kebajikan dengan kunjungan kasih. Kita seperti ini berkat adanya bapak dan ibu," kata Balamitta ketua Majelis Budhayanaa Indonesia (MBI) Provinsi Jambi di aula Panti Budi Luhur, Minggu (17/4).

Selain pemeberian bantuan, ada beberapa agenda dibawa warga Buddhis, antara lain pengecekan kesehatan, makan bersama dan hiburan dari anak muda Buddhis digelar juga, pemeriksaan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.

Suasana kemarin siang tambah menghangat. Sembari duduk, para hadirin dihibur juga oleh penampilan artis lansia. Seorang nenek yang berumur 80 tahunan, diiringi electone piano anak muda Buddhis mendendangkan lagu Cucak Rowo. Sepontan hadirin langsung bertepuk tangan, bahkan beberapa orang langsung maju kedepan ikut berjoget, termasuk Balamitta. Suasana bertambah akrab lintas usia dan etnis ini lansung terlihat, anak muda dan orang tua bergoyang bersama diiringi suara 'emas' dari sang nenek.

15 Apr 2011

Enam Rohaniwan Khonghucu Jambi Dinyatakan Lulus

JAMBI – Setelah menjalani pelatihan calon rohaniwan Khonghucu di Klenteng Hok Sin Tong di RT. 23 Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung., Jumat sore (15/4-2011) merupakan hari terakhir dalam pelatihan calon-calon Rohaniwan Khonghucu di Jambi yang digelar langsung oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin) pusat Jakarta.
Meskipun pada awal latihan, ada puluhan peserta yang hadir, namun hanya ada enam peserta yang benar-benar mengikuti secara aktif, maka keenam utusan klenteng di jambi dinyatakan lulus dan memenuhi persyaratan sebagai seorang rohaniawan.

Menurut Xs. Djaengrana Ongawijaya, Dewan Rohaniwan Matakin yang juga sebagai pemateri bahwa keenam orang tersebut sudah melalui berbagai tahap pelatihan baik secara teori maupun praktek dengan baik dan benar. “Maka, dari belasan peserta, kita hanya memilih enam orang yang dinyatakan lulus dan bisa langsung diresmikan,” ujarnya.

Mereka yang lulus tersebut adalah The Lien Teng perwakilan dari Makin Klenteng Sai Che Tien, Alisan perwakilan dari Makin Klenteng Gi Hong Tong, Iwan perwakilan dari Klenteng Leng Sam Keng yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Kuala Tungkal). Selanjutnya ada Budiman dari Klenteng Leng Chun Kheng dan Heryanto dari Klenteng Cheng Hong Lau dan Oh Kien Seng dari Makin Klenteng Hok Sin Tong.

Mengapa hanya enam,? Menurutnya, para peserta lainnya mengundurkan diri karena mereka memiliki kegiatan dan kesibukan masing masing. Sehingga tidak bisa mengikuti pelatihan selama tiga hari tersebut. Hanya saja, masih ada dua peserta lainnya yang masih ikut dalam pelatihan, tetapi tidak dinyatakan lulus sebagai rohaniwan. “Mereka masih tahap belajar. Meskipun jumlahnya hanya sedikit, tetapi kita berharap mereka memiliki kualitas yang sangat baik sehingga bisa langsung mempraktekkan kemampuan mereka terhadap umat Khonghucu di Jambi,”bebernya.

Sebelum peserta di lantik menjadi rohaniwan, terlegih dahulu mereka harus melakukan sembahyang meminta izin kepada Tien (Tuhan). Ini sebagai simbol bahwa mereka meminta izin untuk melakukan tugas sebagai pemimpin upacara dan pemimpin pernikahan umat Khonghucu di Jambi. Maka, dengan izin Tien-lah, mereka yang dinyatakan lulus tersebut bisa melakukan tugas dengan baik dan benar. “Ini karena tugas dan fungsi mereka tidaklah mudah. Memiliki tanggungjawab yang besar sehingga harus benar benar dijalani dengan baik,”bebernya.

Tentunya ini menjadi pengalaman yang berharga bagi peserta. Salah satunya adalah The Lien Teng yang juga sudah dikenal sebagai pemimpin doa yang sering di undang oleh beberapa Klenteng di Jambi. Meskipun demikian, pria berkacamata ini tetap setia mengikuti pelatihan baik secara materi maupun praktek untuk lebih memperdalam ilmu pengetahuannya. “Saya berharap ilmu saya lebih banyak dan bisa saya ajarkan kepada anak cucu nantinya,”bebernya.