Tampilkan postingan dengan label Candi Gumpung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi Gumpung. Tampilkan semua postingan

2 Nov 2012

Makara di Candi Muarojambi Selesai Dipugari

MUARO JAMBI - Secara tidak sengaja para pekerja pemugaran di Candi Kedaton, pagi tadi (10/8) kembali menemukan Arca (Makara) di menapo kompleks Candi Kedaton. arca tersebut ditemukan dalam posisi miring ke kiri diantara tumpukan bebatuan menapo.

Makara ini menghadap selatan ke arah bangunan candi induk Kedaton. Makara yang ada di sebelah barat, di bagian bawah belakang belalai terdapat dua baris tulisan. Makara yang ada di sebelah timur di bagian belakang belalai terdapat dua tulisan singkat yang terpisah. Tidak seperti prasasti pada umumnya yang dipahat kedalam, prasasti pada makara ini dipahat timbul.

Makara pertama ditemukan dalam keadaan insitu dengan pasangannya. Dibuat dari batu andesit dengan ukuran lebar 65 cm, tinggi 125 cm, dan panjang 130 cm. Pada bagian bawah belakang belalai makara sebelah barat terdapat dua baris tulisan yang ditulis dalam bahasa dan aksara Jawa Kuno.
Makara ini terlihat berbeda dengan dua makara sebelumnya. Jika makara pertama dan kedua ditemukan merupakan perpaduan wujud ular naga dan gajah, yang diidentikkan sebagai sepasang jantan-betina, maka makara ketiga ini merupakan perwujudan antara monyet dan gajah.

"Boleh dikatakan sejak ditemukannya Makara itu, jumlah pengujung meningkat tajam dari hari-hari sebelumnya, sebagian besar merupakan warga Jambi."

Gapura tempat ketiga makara ditemukan diperkirakan memiliki dua lekukan. Sedangkan tinggi anak tangga belum bisa dipastikan. Hanya saja untuk tinggi bordes (tangga untuk naik ke pintu) pada gapura diperkirakan mencapai satu meter di atas permukaan tanah.

Makara atau Arca yang ditemukan di kawasan situs percandian Muarojambi, Provinsi Jambi, beberapa waktu yang lalu sudah selesai dipugari dan kini menjadi salah satu tempat objek wisata yang banyak dikunjungi warga yang ingin mengetahui benda bersejarah tersebut. (Romy)

24 Okt 2012

Lian Bo Rinpoche dari Tibet Mengelilingi Candi Muarojambi


JAMBI – Situs percandian Muarojambi yang terletak di Desa Muara Jambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, tidak hanya dikenal oleh masyarakat di lingkungan Provinsi Jambi, kini situs yang luasnya dua puluh kali lebih luas dari Candi Borobudur di Jawa Tengah dan dua kali lebih luas dari Kompleks Candi Angkor Wat di Kamboja, maka tak heran apabila kompleks percandian Candi Muarojambi pun disebut sebagai kawasan candi terluas di Asia Tenggara.
Kini peninggalan sejarah bagi umat Buddha di masa Kerajaan Melayu abad VII hingga XIV ini masih menumbuhkan getaran yang dirasakan di Tibet (Cina) hingga kini.

Tersebarnya Candi Muarojambi melalui situs internet dikawasan Tibet, telah menjadikan lawatan para Bhiksu untuk berkunjungi ke Provinsi Jambi, khususnya ke Candi Muarojambi, seperti Lian Bo Rinpoche yang sengaja datang ke Jambi melalui Singapure, kedatangan Lain Bo Rinpoche bersama beberapa warga Singapore dari tanggal 22 hingga 24 Oktober 2012.

Kedatangan rombongan Lian Bo Rinpoche disambut oleh tokoh pendiri “Masyarakat Peduli Candi Muarojambi”, Hidayat, hari pertama mereka mengunjungi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi, hari kedua rombongan mengunjungi candi Muarojambi, di antaranya Bukit Sengalo (Bukit Perak), Candi Gumpung, Candi Tinggi I dan Candi Tinggi II, lalu istirahat makan siang, setelah itu dilanjutkan dengan mengunakan sepeda motor rombongan ke Candi Koto Mahligai yang jaraknya sekitar 4 kilometer, pulang dari Candi Koto Mahligai rombongan Lian Bo Rimpoche mampir ke Candi Gedong I dan II, Candi Kedaton dan Candi Astano.

Pada kesempatan tersebut Lian Bo Rinpoche menyempatkan diri melepaskan ratusan burung ke alam bebas di dua lokasi, yaitu di Bukit Sengalo dan dekat Candi Tinggi I. selain itu disetiap situs yang dianggap suci Lian Bo Rinpoche melakukan meditasi dan membaca kitab sutra. Rabu pagi rombongan Lian Bo Rinpoche kembali mengunjungi Museum Negeri Jambi yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo No. 1, Jambi.

Lian Bo Rinpoche juga menyampaikan rasa kagum dan puas dapat melihat langsung serta keliling candi Muarojambi selama sehari di dampingi Hidayat selaku tokoh pendiri Masyarakat Peduli Candi Muarojambi, “Saya merasa sangat puas dapat mengunjungi candi Muarojambi secara langsung dan sangat berterima kasih atas keramah tamahan masyarakay setempat”. (ungkapan dalam bahasa mandarin). (Romy)