Tampilkan postingan dengan label Pexi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pexi. Tampilkan semua postingan
8 Apr 2012
Vihara Amrta Menyambut Trisuci Waisak Dengan Kegiatan Catur Gajah
JAMBI – Tidak terasa bulan Suci Waisak telah diambang pintu, berbagai persiapan telah dipersiapkan oleh vihara-vihara di berbagai daerah.
Untuk memeriahkankan Trisuci Waisak 2556/ BE yang jatuh pada 6 Mei 2012 ini, vihara Amrta di Jalan Untung Sorupati, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, mulai menata ruang tempat ibadah hingga melakukan berbagai kegiatan, diantaranya pertandingan olah raga Xiangqi (Catur Gajah) dari negara Cina.
5 Nov 2011
Tim Xiangqi Indonesia Pringkat 8 Asian
JAMBI – Kejuaraan Asian Xiangqi ke 15, kemarin (4/11) telah selesai dipertandingan di Hotel Royal, 2-4 Estrada Da Vitori, Macao (China). Sebanyak 16 negara yang ambil bagian dalam kejuaraan xiangqi ketegori perorangan pria, sedangkan kategori perorangan wanita diikuti 10 negara.Dimana Persatuan Xiangqi Indonesia mengirimkan dua pemain, yaitu Cai Zhi Qiang (Abuku) asal Penprov Pexi DKI dan Tri Nurdiyanti asal Pengprov Pexi Jambi, kedua pemain diturunkan dalam ketegori pria dan wanita.
Tri Nurdiyanti adalah pemain xiangqi Indonesia yang kali pertama mengikuti ajang bergengsi diluar negeri menduduki pringkat ke delapan dari sepuluh negara. Berikut negara-negara yang ambil bagian dalam “15th Asian Xiangqi Individual Championship, Macau”.
Pringkat Asian Xiangqi kategori wanita:
1. Chen Li Chun (China) Ranking 2
2. Lee Meng Ju (Taipei) Ranking 5
3. Diana Chang (Australia) Ranking 4
4. Tan Jing Xuan (Singapore) Ranking 6
5. Ngo Lan Huong (Vietname) Ranking 1
6. Tri Nurdiyanti (Indonesia) Ranking 8
7. Japan Yanbe Manami Ranking 9
8. Jyoti Jude (India) Ranking 10
9. Zhan Hui Mei (Brunei) Ranking 7
10. Cheng Ming Chuo (Malaysia) Ranking 3
Pringkat Asian Xiangqi kategori laki-laki:
1. Lu Qin (China) Ranking 6
2. Wang Yue Fei (China) Ranking 5
3. Liang Da Min (Hong Kong) Ranking 9
4. Bui Duonh Tran (Vietnam) Ranking 3
5. Ma Chung Wei (Taipei) Ranking 2
6. Nguyen Hoang Lam (Vietnam) Ranking 1
7. Li Jin Huan (Macao) Ranking 7
8. WeiTiTaEr (India) Ranking 20,
9. Tian Ming Ye (Brunei) Ranking 19
10. Zou Jing Hua (Macao) Ranking 17
11. Kuang Jin Guang (Australia) Ranking 15
12. Teng Siong Liang (East Malaysia) Ranking 11
13. Jiang Qing Min (Myanmar) Ranking 12
14 .Wong Wan Heng (West Malaysia) Ranking 13
15.Law Kok Leong (Singapore) Ranking 10
16.Chong Heung Ming (Philippine) Ranking 4
17. Qiu Liang (Kamboja) Ranking 14
18. Chen Tu Jiong (Macao) Ranking 16
19. Cai Zhi Qiang/ Abuku (Indonesia) Ranking 8
20. Shoshi Kazuharu (Japan) Ranking 18
Babak kesatu, Cai Zhi Qiang/ Abuku (Indonesia) menang lawan Shoshi Kazuharu (Japan), babak kedua, menang lawan Tian Ming Ye (Brunei), babak ketiga, menang lawan Wang Yue Fei GM¡¡ (China), babak keempat, kalah dengan Bui Duonh Tran (Vietnam), babak lima, kalah dengan Nguyen Hoang Lam (Vietnam), babak keenam, Lu Qin GM¡¡ (China), babak ketujuh, menang lawan Chen Tu Jiong (Macao).
Sedangkan dipartai wanita babak pertama Tri Nurdiyanti menang melawan Yambe Manami (Japan), babak kedua kalah melawan Chen Li Chun GM¡¡ (China), babak ketiga, kalah dengan Lee Meng Ju (Taiwan), babak keempat menang Jyoti Jude (India), babak kelima kalah dengan Cheng Ming Chuo (East Malaysia), babak keenam kalah dengan Tan Jing Xuan (Singapure), babak ketujuh menang kembali melawan Jyoti Jude (India).
Boleh dibilang posisi permainan tim Xiangqi Indonesia tahun ini lumayan, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mana pemain Cai Zhi Qiang (Abuku) dapat mengalahkan Chen Li Chun, Grandmaster (GM¡¡) dari China, demikian juga dengan pemain wanita Tri Nurdiyanti menduduki pringkat 8. (Rm)
1. Chen Li Chun (China) Ranking 2
2. Lee Meng Ju (Taipei) Ranking 5
3. Diana Chang (Australia) Ranking 4
4. Tan Jing Xuan (Singapore) Ranking 6
5. Ngo Lan Huong (Vietname) Ranking 1
6. Tri Nurdiyanti (Indonesia) Ranking 8
7. Japan Yanbe Manami Ranking 9
8. Jyoti Jude (India) Ranking 10
9. Zhan Hui Mei (Brunei) Ranking 7
10. Cheng Ming Chuo (Malaysia) Ranking 3
Pringkat Asian Xiangqi kategori laki-laki:1. Lu Qin (China) Ranking 6
2. Wang Yue Fei (China) Ranking 5
3. Liang Da Min (Hong Kong) Ranking 9
4. Bui Duonh Tran (Vietnam) Ranking 3
5. Ma Chung Wei (Taipei) Ranking 2
6. Nguyen Hoang Lam (Vietnam) Ranking 1
7. Li Jin Huan (Macao) Ranking 7
8. WeiTiTaEr (India) Ranking 20,
9. Tian Ming Ye (Brunei) Ranking 19
10. Zou Jing Hua (Macao) Ranking 17
11. Kuang Jin Guang (Australia) Ranking 15
12. Teng Siong Liang (East Malaysia) Ranking 11
13. Jiang Qing Min (Myanmar) Ranking 12
14 .Wong Wan Heng (West Malaysia) Ranking 13
15.Law Kok Leong (Singapore) Ranking 10
16.Chong Heung Ming (Philippine) Ranking 4
17. Qiu Liang (Kamboja) Ranking 14
18. Chen Tu Jiong (Macao) Ranking 16
19. Cai Zhi Qiang/ Abuku (Indonesia) Ranking 8
20. Shoshi Kazuharu (Japan) Ranking 18
Babak kesatu, Cai Zhi Qiang/ Abuku (Indonesia) menang lawan Shoshi Kazuharu (Japan), babak kedua, menang lawan Tian Ming Ye (Brunei), babak ketiga, menang lawan Wang Yue Fei GM¡¡ (China), babak keempat, kalah dengan Bui Duonh Tran (Vietnam), babak lima, kalah dengan Nguyen Hoang Lam (Vietnam), babak keenam, Lu Qin GM¡¡ (China), babak ketujuh, menang lawan Chen Tu Jiong (Macao).
Sedangkan dipartai wanita babak pertama Tri Nurdiyanti menang melawan Yambe Manami (Japan), babak kedua kalah melawan Chen Li Chun GM¡¡ (China), babak ketiga, kalah dengan Lee Meng Ju (Taiwan), babak keempat menang Jyoti Jude (India), babak kelima kalah dengan Cheng Ming Chuo (East Malaysia), babak keenam kalah dengan Tan Jing Xuan (Singapure), babak ketujuh menang kembali melawan Jyoti Jude (India).
Boleh dibilang posisi permainan tim Xiangqi Indonesia tahun ini lumayan, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mana pemain Cai Zhi Qiang (Abuku) dapat mengalahkan Chen Li Chun, Grandmaster (GM¡¡) dari China, demikian juga dengan pemain wanita Tri Nurdiyanti menduduki pringkat 8. (Rm)
1 Nov 2011
Pemain Indonesia Taklukan Pemain Jepang
JAMBI – Dua pemain Xiangqi Indonesia yang diutus oleh Persatuan Xiangqi Indonesia untuk mewakili Indonesia dalam ajang kejuaraan 15th Asian Xiangqi Individual Championship, di Macao (China), Selasa (1/11) siang mengalahkan tim dari Jepang. Tim Xiangqi Indonesia, terdiri dari Tri Nurdiyanti asal Provinsi Jambi dan Abuku dari DKI, mereka menang telak melawan pemain xiangqi asal negara matahari terbit (Jepang).
Adapun total negara yang ikut andil dalam Asian Xiangqi Individual Championship di Macao China sebanyak 17 negara terdiri dari pemain laki-laki : 1. Brunei, Tian Ming Ye.
2. East Malaysia, Teng Siong Liang. 3. West Malaysia, Wong Wan Heng. 4. Vietnam, Bui Duonh Tran. 5. Indonesia, Abuku (Cai Zhi Qiang). 6. China, Wang Yue Fei : 2548 Master¡¡. 7. China, LvQin 2602 GM¡¡. 8. Philippine, Chong Heung Ming. 9. Macao, Chen Si Fei. 10. Macao, Li Jin Huan. 11. Singapore, Law Kok Leong. 12. Cambodia, Qiu Liang. 13. Vietnam, Nguyen Hoang Lam. 14. Japan, Shoshi Kazuharu. 15. Hong Kong, Liang Da Min. 16. Taipei, Ma Chung Wei. 17. Macao, Zou Jing Hua. 18. Australia, Jin Guang. 19. India, Wei Ti Ta Er. 20. Myanmar, Jiang Qing Min.
Sedangkan pemain wanita terdiri dari : 1. China, Chen Li Chun. 2. Vietnam. 3. Brunei, Zhan Hui Mei. 4. Indonesia, Tri Nurdiyanti. 5. Australia, Diana Chang. 6. Taiwan, Lee Meng Ju. 7. Japan, Yambe Manami. 8. India, Jyoti Jude. 9. Singapore, Tan Jing Xuan. 10. East Malaysia, Cheng Ming Chuo.
Untuk pairing babak kedua Abuku akan berhadapan dengan pemain Brunai, Tian Ming Ye, sedangkan Tri Nurdiyanti akan berhadapan dengan pemain tangguh dari tirai bambu China, Chen Li Chun yang mengalahkan East Malaysia, Cheng Ming Chuo.
Tampaknya Tri Nurdiyanti akan berhadapan dengan lawan berat, namun Tri berkeyakinan akan mampu menghadapinya. “Tri akan berusaha melawannya” saat dihubungi Pengprov Pexi Jambi via SMS siang tadi di macao. (Romy)
Adapun total negara yang ikut andil dalam Asian Xiangqi Individual Championship di Macao China sebanyak 17 negara terdiri dari pemain laki-laki : 1. Brunei, Tian Ming Ye.
2. East Malaysia, Teng Siong Liang. 3. West Malaysia, Wong Wan Heng. 4. Vietnam, Bui Duonh Tran. 5. Indonesia, Abuku (Cai Zhi Qiang). 6. China, Wang Yue Fei : 2548 Master¡¡. 7. China, LvQin 2602 GM¡¡. 8. Philippine, Chong Heung Ming. 9. Macao, Chen Si Fei. 10. Macao, Li Jin Huan. 11. Singapore, Law Kok Leong. 12. Cambodia, Qiu Liang. 13. Vietnam, Nguyen Hoang Lam. 14. Japan, Shoshi Kazuharu. 15. Hong Kong, Liang Da Min. 16. Taipei, Ma Chung Wei. 17. Macao, Zou Jing Hua. 18. Australia, Jin Guang. 19. India, Wei Ti Ta Er. 20. Myanmar, Jiang Qing Min.
Sedangkan pemain wanita terdiri dari : 1. China, Chen Li Chun. 2. Vietnam. 3. Brunei, Zhan Hui Mei. 4. Indonesia, Tri Nurdiyanti. 5. Australia, Diana Chang. 6. Taiwan, Lee Meng Ju. 7. Japan, Yambe Manami. 8. India, Jyoti Jude. 9. Singapore, Tan Jing Xuan. 10. East Malaysia, Cheng Ming Chuo.
Untuk pairing babak kedua Abuku akan berhadapan dengan pemain Brunai, Tian Ming Ye, sedangkan Tri Nurdiyanti akan berhadapan dengan pemain tangguh dari tirai bambu China, Chen Li Chun yang mengalahkan East Malaysia, Cheng Ming Chuo.
Tampaknya Tri Nurdiyanti akan berhadapan dengan lawan berat, namun Tri berkeyakinan akan mampu menghadapinya. “Tri akan berusaha melawannya” saat dihubungi Pengprov Pexi Jambi via SMS siang tadi di macao. (Romy)
25 Okt 2011
Atlit Xiangqi Jambi Siap Bertempur di Macao
JAMBI – Jika tidak ada alar melintang Tri Nurdiyanti (17) atlit Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Jambi, akan mewakili Xiangqi Indonesian belaga di ajang bergengsi, yaitu, 15th Asian Xiangqi Individual Championship, di Macao (China), dari tanggal 1-5 Nopember 2011, pertandingan di Hotel Royal, 2-4 Estrada Da Vitoria. Tri merupakan gadis desa yang mengenal permainan Xiangqi (Catur Gajah) usia 14 tahun, duduk di kelas dua SMP dan Tri telah mewakili kabupaten Merangin dalam event Kejuaraan Daerah (Kejurda) Xiangqi tingkat Provinsi Jambi, dan beberapa kali mewakili Provinsi Jambi dalam enent Kejurnas, terakhir meraih ranking II kategori wanita di Sumhttp://www.blogger.com/img/blank.gifatera Utara.
Atas prestasi Tri di Sumut baru-baru ini, maka Tri berhak mewakili Xiangqi Indonesia dalam “Asian Xiangqi Individual Championship” di Macao (China).
Tri Nurdiyati siswi kelas XII IPS 2 SMA Titian Teras adalah putri ketiga dari pasangan Subardiyana dan Nurmisria yang beralamat di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.
Tersirat diwajah gadis hitam manis yang baru masuk usia 17 tahun saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang bergengsi “Asian Xiangqi Individual Championship” di Macao (China). “Saya tidak terpikir yang bisa mewakili Indonesia bertanding Xiangqi 象棋(catur gajah) di tingkat Asian.”
Tambah Tri, dengan sisa waktu beberapa hari lagi, Tri dilatih oleh pemain senior dan akan bertolak ke Jakarta 30 Oktrdan akan bertolak ke Jakarta 30 Oktober 2011 bersama sekretarias Pengprov Pexi Jambi selanjutnya Tri diserahkan kepada Pengurus Persatuan Xiangqi Indonesia, seesok harinya Tri bersama Abuku (DKI) menuju Macao melalui Hong Kong. (romy)
Atas prestasi Tri di Sumut baru-baru ini, maka Tri berhak mewakili Xiangqi Indonesia dalam “Asian Xiangqi Individual Championship” di Macao (China).
Tri Nurdiyati siswi kelas XII IPS 2 SMA Titian Teras adalah putri ketiga dari pasangan Subardiyana dan Nurmisria yang beralamat di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.
Tersirat diwajah gadis hitam manis yang baru masuk usia 17 tahun saat ini tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang bergengsi “Asian Xiangqi Individual Championship” di Macao (China). “Saya tidak terpikir yang bisa mewakili Indonesia bertanding Xiangqi 象棋(catur gajah) di tingkat Asian.”
Tambah Tri, dengan sisa waktu beberapa hari lagi, Tri dilatih oleh pemain senior dan akan bertolak ke Jakarta 30 Oktrdan akan bertolak ke Jakarta 30 Oktober 2011 bersama sekretarias Pengprov Pexi Jambi selanjutnya Tri diserahkan kepada Pengurus Persatuan Xiangqi Indonesia, seesok harinya Tri bersama Abuku (DKI) menuju Macao melalui Hong Kong. (romy)
6 Jul 2011
Dua Pecatur Gajah Jambi Meraih Prestasi Di Sumut
JAMBI – Enam putra-putri Provinsi Jambi bertempur melawan putra-putri dari provinsi se-indonesia dalam event bergengsi tingkat nasional di Sumatera Utara (Medan). menuaikan hasil yang memuaskan, keberhasilan pemain Xiangqi (catur gajah) berkat bimbingan dari Darman Wijaya dan Mulyadi selaku ketua Pengprov Pexi Jambi.
Khusus kategori junior putra U18 yang kita percayakan pada Ricky Chandra Johanes meraih peringkat kedua, disusul Eric Rudy diperingkat ke empat, sedangkan tahun lalu di DKI hanya pringkat tujuh. “Ternyata pemain Xiangqi kita berhasil meraih peringkat terbaik dari yang kita harapkan”, sementara itu adalkan pemain wanita Jambi adalah Tri Nurdianti meraih peringkat kedua, Cynthia Navela Sari peringkat keempat, dan Clarissa Kurniawan diperingkat ketujuh. Selain itu dua pemain wanita, yakni Cynthia Navela Sari dan Clarissa Kurniawan lebih baik dari tahun lalu.
Xiangqi selain seni budaya asal Cina, Xiangqi juga secara resmi telah menjadi salah satu cabang olahraga asah otak (Xiangqi/ Catur Gajah) berdiri di Jambi sejak tahun 2002 ini, telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak sekolahan untuk membina siswa-siswi yang memiliki hoby olahraga asah otak.
Namun apa kata Sekretaris Pengpro Pexi Jambi, M. Romy yang mendampingi kontingen Jambi dalam Pertandingan Xiangqi Tingkat Nasional di Sumut (Medan), “Kita sangat kecewa atas peraturan pertandingan yang panitia edarkan karena tidak sesuai dengan yang diedarkan ke daerah-daerah, dimana setiap daerah diminta maksimum dapat mengirimkan 3 orang pemain junior putra maupun wanita, ternyata Jawa Barat kirim pemainnya lebih dari 3 orang” ini sangat merugikan daerah lain, terutama Provinsi Jambi dirugikan,“ Apa yang kita sangsikan ternyata terjadi juga, panitia tidak konsekwen dengan peraturan yang mereka buat selain itu pertandinganpun bukan mengunakan sistem swiss, seperti kategori senior mengunakan swiss 9 babak, wanita sistem setengah kompetisi dan junior putra sistem pol, peraturan ini sepertinya ada indikasi bermain bagi poin.
Daftar Nama Peserta Open Turnamen Xiangqi:Kategori Senior Perorangan.
RIAU = Harsono, Cokro Said, Iskandar.
ACEH (peninjau) = Oei Tjia Hoa, Ng A Bun, Johanes, Hasyim.
BABEL = Iwan Setiawan.
LAMPUNG = Lie Kiang Tjan, Fery, Fernandes, Kie Su Hung, Darmin.
BANTEN = Andri, Sudjata Halim, JhonnyLasorinny, Lumaunau.
DKI = Tony, Lim Kian Pak, Abuku, Tjong Kim Soei.
JABAR = Ali Wartono, Yus Gusnawan, Iwan Kurniawan, Konadi.
JATENG = Ng Kheng Hok.
JATIM = Henry, William, Eddy Suwandi, Ivan Winata.
KALBAR = Djoni, Tjia Sak Siong, Tjong Sauw Khi....
Ketegori Wanita.
SUMUT = Vindy.
SUMSEL = Eunike Regina Febby, Melani.
JABAR = Marieta Chriszabel Corola, Maureen, Diovani, Geraldine, Vania Novianti.
DKI = Dian.
JAMBI = Tri Nurdiyanti, Cynthia Navela Sari, Clarissa Kurniawan.
Kategori Junior Putra.
SUMUT = Ricky, Adi Saputra, Edwin Alexander.
ACEH (peninjau) = Filbert, Vincent, Stepen.
JAMBI = Eric Rudy, Christian, Ricky Chandra Johanes.
BABEL = Jovi Vagadiwa.
SUMSEL = Tahkesih Windi Suwarno.
JABAR = Chandra Nugraha, Rendi, Kalingga Destri
26 Jun 2011
Pemain Xiangqi (Catur Gajah) Jambi Menuju Sumut
Prosesi pelepasan atlit Kejurnas Xiangqi (Catur Gajah) Ke-XI dilakukan Gedung Sekretariat Pengurus Provinsi Persatuan Xiangqi Indonesia (Pengprov PEXI) Jambi. Dengan memasangkan atribut kepada para atlit junior.
“Pelepasan secara resmi atlit Xiangqi Kejurnas Xiangqi di Medan (Sumut). Nantinya, tim kita akan diberangkatan menggunakan bus antar kota antar provinsi” ujar Mulyadi.
Mulyadi atas nama Darman Wijaya, Ketua Pengprov Pexi Jambi, mengharapkan agar tim Xiangqi Jambi yang di pimpin oleh Cien Han dapat menjaga tata tertib, sopan santun dalam pertandingan, jangan sampai mempermalukan Provinsi Jambi diajang nasional, yang terpenting adalah berjuang untuk mengharumkan nama Provinsi Jambi dikancah Kejurnas Xaingqi (Catur Gajah).
Xiangqi selain seni budaya asal Cina, Xiangqi juga secara resmi telah menjadi salah satu cabang olahraga asah otak (Xiangqi/ Catur Gajah) berdiri di Jambi sejak tahun 2002 ini, telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak sekolahan untuk membina siswa-siswi yang memiliki hoby olahraga asah otak.
Sedangkan Menurut Sekretaris Pexi jambi, M. Romy, untuk tahun ini Pengprov Pexi Jambi menargetkan minimal masuk peringkat 5 besar, karena pertimbangan beberapa daerah memiliki pemain yang tidak bisa dianggap enteng, apa lagi tuan rumah yang memilik ambisi untuk menjadi juara tingkat junior, maka mereka sengaja datangkan pelatih dari Cina untuk melatih para pemain-pemain muda Medan.
“Khusus junior putra kita harapkan pada Ricky dan Eric, sementara itu junior putri kita adalkan kepada Tri Nurdianti dan Cynthia, mereka telah mendapatkan pembinaan yang intensif selama beberapa bulan dari pemain senior. Tim Xaingqi Jambi diharapkan mampu mempertahankan prestasi di Kejurnas XI kali”. Tambah Romy, kita sangat mengharapkan para juri/ wasit dapat netral dalam memimpin pertandingan, jangan berpihak kepada daerah mereka, karena tahun 2010 waktu di DKI juri/ wasit tidak netral.
“Pelepasan secara resmi atlit Xiangqi Kejurnas Xiangqi di Medan (Sumut). Nantinya, tim kita akan diberangkatan menggunakan bus antar kota antar provinsi” ujar Mulyadi.
Mulyadi atas nama Darman Wijaya, Ketua Pengprov Pexi Jambi, mengharapkan agar tim Xiangqi Jambi yang di pimpin oleh Cien Han dapat menjaga tata tertib, sopan santun dalam pertandingan, jangan sampai mempermalukan Provinsi Jambi diajang nasional, yang terpenting adalah berjuang untuk mengharumkan nama Provinsi Jambi dikancah Kejurnas Xaingqi (Catur Gajah).
Sedangkan Menurut Sekretaris Pexi jambi, M. Romy, untuk tahun ini Pengprov Pexi Jambi menargetkan minimal masuk peringkat 5 besar, karena pertimbangan beberapa daerah memiliki pemain yang tidak bisa dianggap enteng, apa lagi tuan rumah yang memilik ambisi untuk menjadi juara tingkat junior, maka mereka sengaja datangkan pelatih dari Cina untuk melatih para pemain-pemain muda Medan.
“Khusus junior putra kita harapkan pada Ricky dan Eric, sementara itu junior putri kita adalkan kepada Tri Nurdianti dan Cynthia, mereka telah mendapatkan pembinaan yang intensif selama beberapa bulan dari pemain senior. Tim Xaingqi Jambi diharapkan mampu mempertahankan prestasi di Kejurnas XI kali”. Tambah Romy, kita sangat mengharapkan para juri/ wasit dapat netral dalam memimpin pertandingan, jangan berpihak kepada daerah mereka, karena tahun 2010 waktu di DKI juri/ wasit tidak netral.
25 Jun 2011
Openi : Tantangan Pexi Dalam Pembinaan Generasi
Pengertia Xiangqi (Baca : Siang=Gajah dan Ci=Catur), merupakan suatu permainan masyarakat awam yang berkembang menjadi sebuah cabang olahraga, khususnya dikalangan warga Tionghoa Indonesia, karena adanya pembatasan pada zaman era Orde Baru, permainan Xiangqi sempat terhenti.
Permainan ini merupakan hasil kaborasi dari jenis permainan catur yang berasal dari Asia Tengah, yang telah berusia lebih dari dua ribu lima ratus tahun, dan dalam penyebarannya ke barat sampai ke daratan Eropa yang dibawa oleh musafir/ saudagar-saudagar kaya ke utara sampai ke daratan Tiongkok, dikedua wilayah masing-masing mengalami perobahan fundamental dan modifikasi dalam bentuk, di Eropa merupa catur biasa (nasional) sedangkan di Tiongkok berupa Xiangqi.
Ditanah air kita Indonesia, jenis permainan Xiangqi tersebut usianya sama tuanya dengan usianya arus kedatangan (migrasi) keturunan Tionghoa pada Abad ke XIV, kini telah terbentuk PEXI di beberapa provinsi, diantaranya pertama berdiri di DKI, menyusul Jatim, Sumut, Kalbar, Jambi, Sumsel, Riau, Babel, Lampung, Jabar, Jateng, Banten dan Bali.
Sejak tahun 2000 hingga kini Xiangqi dipertandingkan setiap tahun dari satu provinsi ke provinsi lainnya secara bergilir “Ini sebagaimana agenda tahunan Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI).” Selain itu salah satu agenda PEXI adalah Rapat Kerja nasional (Rakernas), tujuan Rakernas berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) adalah menyusun program kerja tahuan PEXI, yang terutama adalah pembinaan dan pengembangan Xiangqi dikalangan generasi muda Indonesia.
Namun sangat disayangi, Xiangqi gagal masuk ke jajaran Koni/ Koi, ada indikasi Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB-PEXI) yang hanya diperan oleh satu pihak, tanpa melibatkan pengurus lama yang telah berjuang selama sepuluh tahun di PB Pexi, seolah-olah mereka dibuang, pada hal dalam tubuh PB Pexi mayolitas adalah orang-orang dari Pengprov, yang lebih banyak mengerti Xaingqi daripada dengan obral janji.
Seperti yang disampaikan salah satu pengurus PB Pexi yang dibuang dalam kepengurusan 2009-2013 di jenjang sosial (facebook group Xiangqi), yang diibaratkan Xiangqiku sayang, Xiangqu yang malang.
Jika kita mau jujur, seyogyanya PB Pexi lebih peran aktif dalam pembinaan generasi muda Indonesia, karena kita telah memiliki segudang generasi muda yang berbakat dan berkwalitas, tidak kalah dengan tetangga kita seperti Singapure, Malaysia dan Vietnam.
Namun ambisi para pemain senior-senior lebih mengutamakan diri mereka daripada pembinaan generasi muda, karena mereka anggap generasi muda tidak bakal menguntungkan diri mereka secara pribadi, yang ada dimata mereka adalah meraih hadiah-hadiah yang dalam pertandingkan Xiangqi.
Permainan ini merupakan hasil kaborasi dari jenis permainan catur yang berasal dari Asia Tengah, yang telah berusia lebih dari dua ribu lima ratus tahun, dan dalam penyebarannya ke barat sampai ke daratan Eropa yang dibawa oleh musafir/ saudagar-saudagar kaya ke utara sampai ke daratan Tiongkok, dikedua wilayah masing-masing mengalami perobahan fundamental dan modifikasi dalam bentuk, di Eropa merupa catur biasa (nasional) sedangkan di Tiongkok berupa Xiangqi.
Ditanah air kita Indonesia, jenis permainan Xiangqi tersebut usianya sama tuanya dengan usianya arus kedatangan (migrasi) keturunan Tionghoa pada Abad ke XIV, kini telah terbentuk PEXI di beberapa provinsi, diantaranya pertama berdiri di DKI, menyusul Jatim, Sumut, Kalbar, Jambi, Sumsel, Riau, Babel, Lampung, Jabar, Jateng, Banten dan Bali.
Sejak tahun 2000 hingga kini Xiangqi dipertandingkan setiap tahun dari satu provinsi ke provinsi lainnya secara bergilir “Ini sebagaimana agenda tahunan Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI).” Selain itu salah satu agenda PEXI adalah Rapat Kerja nasional (Rakernas), tujuan Rakernas berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) adalah menyusun program kerja tahuan PEXI, yang terutama adalah pembinaan dan pengembangan Xiangqi dikalangan generasi muda Indonesia.
Namun sangat disayangi, Xiangqi gagal masuk ke jajaran Koni/ Koi, ada indikasi Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB-PEXI) yang hanya diperan oleh satu pihak, tanpa melibatkan pengurus lama yang telah berjuang selama sepuluh tahun di PB Pexi, seolah-olah mereka dibuang, pada hal dalam tubuh PB Pexi mayolitas adalah orang-orang dari Pengprov, yang lebih banyak mengerti Xaingqi daripada dengan obral janji.
Seperti yang disampaikan salah satu pengurus PB Pexi yang dibuang dalam kepengurusan 2009-2013 di jenjang sosial (facebook group Xiangqi), yang diibaratkan Xiangqiku sayang, Xiangqu yang malang.
Jika kita mau jujur, seyogyanya PB Pexi lebih peran aktif dalam pembinaan generasi muda Indonesia, karena kita telah memiliki segudang generasi muda yang berbakat dan berkwalitas, tidak kalah dengan tetangga kita seperti Singapure, Malaysia dan Vietnam.
Namun ambisi para pemain senior-senior lebih mengutamakan diri mereka daripada pembinaan generasi muda, karena mereka anggap generasi muda tidak bakal menguntungkan diri mereka secara pribadi, yang ada dimata mereka adalah meraih hadiah-hadiah yang dalam pertandingkan Xiangqi.
Langganan:
Postingan (Atom)
