Tampilkan postingan dengan label Fu Xi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fu Xi. Tampilkan semua postingan

19 Mei 2012

Umat Khonghucu Peringati Kelahiran Fu Xi

JAMBI, KOMPAS.com - Sekitar 500 umat Khonghucu di Jambi memperingati Sejit Shenming Hok Hie Tee Shien atau hari kelahiran Fu Xi, di Klenteng Sai Che Tien Kota Jambi, Rabu (16/5/2012). Fu Xi diyakini sebagai nabi pertama peletak dasar ajaran agama ini.

Umat berdatangan sejak pagi untuk bersembahyang. Menjelang siang, seluruh umat berkumpul di halaman samping klenteng untuk makan bersama. Peringatan itu diakhiri sejumlah acara hiburan.

Rohaniawan Tertinggi Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia, Xs Tjandra Muljadi, menjelaskan, Fu Xi sebagai nabi pertama yang mengajarkan manusia untuk lembut hati dan tekun bekerja.

Ajaran ini dia berikan pada 5.000 tahun sebelum Masehi. Saat itu, kondisi masyarakat di daratan Tiongkok saling memperebutkan kepentingan masing-masing dan menjatuhkan satu sama lain.

"Ajaran yang dibawa Fu Xi menjadi cikal bakal tumbuhnya keyakinan Rujiao atau Jikaw, yang berlanjut pada ajaran Konfusius, dan kini menjadi agama Konghucu," ujar Muljadi.

Peringatan ini dihadiri Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Wawan Wiratma, Kepala Bidang Bimbing an Masyarakat Khonghucu Kementrian Agama Dra. Hj. Emma Nurmawati, MM anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Jambi, dan ratusan umat setempat.

http://regional.kompas.com/read/2012/05/16/18224883/

18 Mei 2012

Umat Khonghucu Jambi Rayakan Sejit Dewa Kompas

JAMBI – Tahun ini merupakan tahun yang special bagi umat Khonghucu di Jambi, pasalnya para petinggi dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (matakin), Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Agama Khonghucu (kabid bimas) Kementerian Agama R.I dan ketua yayasan Xin Rulin (Setakhong) turut meramaikan sejit Dewa kompas yang dikenal dengan sebutan Shien Kong.

Dari pantauan majalah China Town di Makin Klenteng Sai Che Tien, Rabu (16/5) pagi umat Khonghucu Jambi dan sekitarnya telah hadir untuk ikut sembahyang sejit Hook Hie Te Shien (Fu Xi). Yang dipimpin oleh taoshe Liem Tek Chong dari Akhuie (anxi cina).

Dengan kehadiran Kabid Bimas Khonghucu Kementerian Agama, Ibu Dra Emma Nurmawati Hardian, M.M, ketua umum Matakin, Js. Wawan Wiratma dan ketua yayasan Xin Rulin (Setakhong) di Kota Jambi, sangat memberikan kontribusi tersendiri, maka tidak heran saat memasuki kawasan gerbang Makin klenteng Sai Che Tien, terpajang spanduk “Selamat datang ketua umum Matakin dan Kabid Bimas Agama Khonghucu dari Kementerian Agama Indonesia” sayup-sayup terdengar suara gendang seiring dengan irama sesuling, suara taoshe dari Tiongkok (China) yang sedang membaca So Bun (baca, surat pemberitahuan kepada Tien/ Tuhan).

Sedangkan dalam klenteng, kilauan sinar dari pancaran lilin-lilin merah menambah keindahan klenteng yang mayolitas berwarna merah, selain itu aroma wewangian dari gaharu/ hio yang dinyalakan umat Khonghucu.

Di kiri kanan klenteng Sai Ched Tien ratusan umat tengah menyaksikan atraksi barongsai dari perkumpulan Hok Liong Sai Jambi, turut menyemarakan acara hari ulang tahun sin beng “Hook Hie Te Shieng” yang biasa disebut Shien Kong, selain merayakan sejit shen ming, ada juga ritual mempersembahkan sesajian kepada arwah-arwah gentayangan) yang wafat secara tidak sempurna (Kho Kun).

Menurut rohaniwan Makin Sai Che Tien, The Lien Teng. Bahwa nama shen ming Hok Hie Tee Sien yang dalam bahasa mandarin bernama Fu Xi 扶羲 (2952 – 2836 SM), namun masyarakat Jambi umumnya menyebut Shien Kong (artinya: Shien=Dewa, Kong=Datuk).

Fu Xi adalah shen ming (dewa) pertama dan dia (Fu Xi) pencipta Xian Tian Ba Gua atau alat yang lazim digunakan oleh para ahli feng shui dan Yin Yang yang ditulis dalam kitab San Fen (tiga makam), beliau juga pencipta obat-obat.

Selain itu Fu Xi juga mengajarkan rakyat untuk memasak, menangkap ikan dengan jala, dan untuk berburu dengan senjata yang terbuat dari besi. Dia juga melembagakan perkawinan dan menawarkan udara terbuka pertama korban ke surga.

Dia hidup selama 197 tahun dan meninggal di suatu tempat yang bernama Chen (Huaiyang modern, Henan) dimana makamnya hingga kini masih dapat ditemukan dan terawat dengan rapi. (Romy)

10 Apr 2012

Sheng Ren

Sheng Ren (聖 人) adalah istilah nabi dalam Agama Khonghucu. Dalam Agama Khonghucu setidaknya dikenal ada banyak nabi, mulai dari Fu Xi sampai Khonghucu.

1 Fu Xi 伏 羲 (2953 – 2838 s.M.).
2 Nu Wa 女媧 (Sejaman Fu Xi).
3 Shen Nong 神 農 (2838 - 2698 s.M.).
4 Huang Di 黃 帝 / Oey Tee (2698 – 2598 s.M.).
5 Permaisuri Huang Di, Lei Zu 嫘 祖 (sejaman dengan Huang Di).
6 Cang Jie 蒼頡.
7 Jiang Yuan 姜 嫄.
 8 Yao 堯 / Giau (2357 – 2255 s.M.).
9 Shun 舜 (2255 – 2205 s.M.).
10 Hou Ji 后稷.
11 Gao Yao皋 陶 (Sejaman dengan Raja Yao).
12 Xia Yu 夏 禹 atau Yu Agung.
13 Xie 契.
14 Yi 益 (abad 23 / 22 s.M.).
15 Yi Yin伊 尹 (abad 17 s.M.).
16 Shang Tang 商 湯 / Cheng Tang 成 湯 (1783 - 1753 s.M).
17 Nabi Lai Zu 莱 朱, Peng Zhu atau Zhong Hui 仲 虺.
18 Wat / Yue 說 (abad 14/13 SM).
19 Gong Liu 公劉.
20 Bo Yi 伯 夷dan Shu Qi 叔 齊 (abad ke 12 s.M.).
21 Tai Jiang 太姜.
22 Tai Ren 太 任.
23 Wen Wang 文 王 atau Nabi Ji Chang 姬 昌.
24 Nabi Jiang Ji Ya 姜子牙, Lu Shang 尚 atau Tai Gong Wang 太公望.
25 Zhou Gong 周 公 / Pangeran Zhou.
26 Liu Xia Hui 柳 下 惠.
27 Yan Zheng Zai 顏 徵 在 (abad ke 6 s.M.).
28 Kong Zi 孔 子 (551 s.M. – 479 s.M.).

Fu Xi 伏 羲 (2953 – 2838 s.M.)
Fu Xi adalah nabi tertua dalam Ru Jiao. Dia lah yang mendapatkan wahyu He Tu 河 圖 yang berarti Peta Suci dari sungai Huang He yang mengungkapkan tentang Yin 陰 dan Yang 陽 atau sifat negatif dan positif. Fu Xi, bersama dengan 4 nabi lainnya (Xia Yu, Wen Wang, Zhou Gong dan Kongzi) menyusun Kitab Suci Perubahan, Yi Jing 易 經 atau Yak King seperti yang kita kenal sekarang.

Adalah nabi perempuan pertama dalam agama Khonghucu. Ia mengatur Hukum Tata Peribadahan kepada Cang TIAN 蒼 天 (Tuhan Yang Maha Suci), menciptakan Hukum Perkawinan dan berbagai adat-istiadat. Sejak itu status anak menjadi jelas. Bukan lagi anak bagi ibunya, tetapi anak bagi kedua orang tuanya. Nu Wa juga melakukan konservasi alam untuk memperbaiki lingkungan yang rusak oleh peperangan.

Sangat menaruh perhatian akan kelestarian alam dan lingkungan hidup, membuat peraturan tentang berburu dan bercocok tanam. Dalam perkembangan selanjutnya masyarakat pada waktu itu yang mayoritas berladang sering menyebabkan kerusakan lingkungan. Shen Nong-pun membuat peraturan untuk menanggulangi pelestarian lingkungan. Shen Nong juga menemukan berbagai macam tanaman obat-obatan, yang bahkan sampai menelan korban jiwanya sendiri, ketika ia mencoba sebuah tanaman yang beracun.

Mengatur dan menetapkan tata pemerintahan dan berbagai Departemen antara lain yang membidangi TIAN Wen 天 文 (astronomi), Jing TIAN 井 田 (tata persawahan berdasarkan prinsip huruf sumur: sebidang sawah dibagi menjadi sembilan), Wenzi 文 字 (tata tulis / huruf), Sui Ming 歲 名 (perhitungan tahun, musim dan bulan), Lülü 律 呂 (tata hukum pemerintahan), Yi Jing 醫 經 (Kitab obat-obatan), dan lain-lain. Banyak masyarakat yang mulai tinggal menetap di sekitar Sungai Huang He. Sejak saat itu mulai dikenal komunitas dan kerajaan. Huang Di dikenal sebagai Bapak moyang orang Han yang dalam pemerintahannya kian meningkatkan peraturan untuk penanggulangan pelestarian lingkungan. Huang Di telah membawakan kesejahteraan dan peradaban yang lebih maju sehingga TIAN telah berkenan kepadanya. Setelah berhasil membawakan perdamaian bagi rakyatnya, beliau telah melakukan puasa dan mensucikan diri selama tujuh hari. Waktu melakukan perjalanan antara sungai He dan Luo / Lo dan tiba di pusaran air yang bernama Cui Wei 翠 偽 / Chwi Kwi, ada seekor ikan besar yang berenang-renang menjumpai beliau. Orang-orang yang ada di kanan-kirinya tidak melihat. Huang Di berlutut menyambutnya, dan memeriksanya. Ternyata ikan itu membawa Peta yang dinamai Lü Tu 菉 图 / Liok Tho atau Peta Firman sebagai Wahyu TIAN. Dari padanyalah Huang Di memperoleh petunjuk Tuhan dalam mengemban tugas-tugasnya menetapkan Hukum, dan membimbing rakyatnya berbakti kepada TIAN, Tuhan Yang Maha Esa dan membina masyarakatnya.

Huang Di juga merupakan ahli astronomi. Dialah yang membuat sistem penanggalan berdasarkan orbit bulan mengelilingi bumi dan orbit bumi mengelilingi matahari, atau yang dikenal dengan sistem lunisolar. Kalender ciptaan Huang Di inilah yang sekarang dikenal sebagai penanggalan Xia, Imlek, Yin Li, Nong Li atau Kongzili.

Nabi perempuan kedua dalam agama Khonghucu, mengajarkan cara dan etika berpakaian dan tata busana untuk menentukan peringkat jabatan dalam tata pemerintahan yang sesuai dengan Kesusilaan. Ia mengajarkan cara beternak ulat sutera dan menemukan alat untuk menenun kain sutera.

Menteri Huang Di yang menemukan cara menuliskan huruf-huruf dengan menirukan tapak-tapak hewan yang dilihatnya di tanah sehingga tercipta tulisan di Tiongkok yang bersifat Piktografi Permaisuri Raja Di Ku 帝 嚳 (cicit Baginda Huang Di) naik takhta 2435 - 2365 s.M.. Beliau oleh iman dan kesuciannya telah dikarunia TIAN seorang putera yang luar biasa beroleh perlindungan TIAN; diberi nama Hou Ji后 稷, yang oleh rakyat dianggap sebagai Dewa Pertanian; dan kemudian beliau menjadi Menteri Pertanian Raja Yao dan Shun (abad 24 / 23 s.M.).

Karena itu Nabi Jiang Yuan ini adalah yang menjadi nenek moyang pertama dinasti Zhou (1122 s.M. – 255 s.M.) Terkenal sebagai raja suci yang arif bijaksana. Ia mewariskan prinsip demokrasi purba. Ketika ia merasa sudah tidak mampu lagi memerintah rakyatnya, ia memilih Shun / Sun sebagai penggantinya. Padahal Sun hanyalah orang asing, yang bukan dari ras Han. Sun diyakini sebagai orang Yi Timur / Dong Yi 東夷.

Namun, meski Yao mempunyai 9 orang putra, Sun lah yang dipilih, karena mendengarkan suara rakyatnya. Salah satu ujar-ujar Yao yang sangat terkenal adalah, "Bila bertanya pada orang yang kelaparan, berilah makanan. Bila bertanya pada orang yang kedinginan, berilah pakaian. Bila melihat orang bijaksana, angkatlah untuk satu kedudukan". Petani miskin yang sering akan dibunuh ayah kandung yang buta mata batinnya dan ibu tirinya yang jahat, adalah anak yang sangat berbakti. Ia sering menolong masyarakat di sekitarnya sehingga amat dicintai lingkungannya. Hal inilah yang mendorong Yao memilihnya dan bahkan mengangkatnya sebagai menantu, dengan mengawinkan kedua putrinya.

Ternyata pilihan Yao sangatlah tepat. Shun menjadi raja yang bijaksana. Ujarnya yang terkenal, "Hati manusia senantiasa dalam rawan. Hati di dalam Jalan Suci itu sungguh rahasia / muskil. Senantiasalah pada Yang Sari Pati, senantiasalah pada Yang Esa itu; pegang teguhlah sikap Zhong (Tengah)".

Ujar-ujarnya ini bukan cuma kata-kata tak bermakna, karena seperti juga Yao, Shun memilih orang lain sebagai penggantinya. Xia Yu lah yang dipilih, sesuai harapan dan suara rakyat pada waktu itu. Sabda di atas diucapkan saat melantik Yu Agung menggantikannya. Pada jaman Raja Suci Yao 尧 dan Shun 舜, maka ajaran Agama atau Ru Jiao itu berkembang subur semarak dan membawakan berkah bagi kehidupan dan penghidupan manusia. Ajaran yang beliau berikan masih kita warisi, yaitu tersurat di dalam Shu Jing I dan II karena itu biasa orang menyatakan Yao dan Shun adalah peletak dasar ajaran agama Khonghucu (Ru Jiao).

Dari contoh di atas dapatlah dilihat bahwa kehidupan demokrasi sudah tumbuh di jaman Yao dan Shun, meskipun bentuknya masih sederhana. Hal lain yang kiranya perlu dicontoh adalah keduanya tidak serakah dengan kekuasaan. Putra Nabi perempuan Jiang Yuan, menteri Pertanian raja Yao dan Shun, bermarga Ji姬, nenek moyang raja-raja dinasti Zhou 1122 s.M. – 255 s.M. Ketika raja dinasti Xia yang bergelar Tai Kang hancur kerajaannya, keturunan Hou Ji berantakan dan hidup di tengah-tengah orang Rong Di戎狄, tetapi tetap mampu menjaga warisan budayanya serta turun-temurun sampai kepada Nabi Gong Liu 公劉 yang mampu menegakkan jati dirinya sebagai keturunan Hou Ji. adalah nabi yang juga menjadi Menteri Kehakiman dan Penasihat Agung Raja Yao dan Shun.

Beliau-lah yang banyak menebarkan dan mengembangkan Ru Jiao. Ajaran-ajarannya masih dapat dibaca di dalam Kitab Shu Jing II. III. (Gao Yao Mo). Kata-kata Nabi Gao Yao yang terkenal adalah : “Tuhan mendengar dan melihat seperti rakyatku mendengar dan melihat". (Tian Cong Ming Zi Wo Min Cong Ming 天聰明自我民聰明) Menjadi raja 2205 - 2297 sM, adalah pendiri Dinasti Xia, 2205 - 1766 sM, yang merupakan dinasti pertama di wilayah yang sekarang dikenal sebagai wilayah Tiongkok.

Meski Xia Yu bukan dari ras Han, yang merupakan ras terbesar di wilayah itu, tapi rakyat memang menghendaki Xia Yu lah yang diminta menggantikan Shun. Itulah yang membuat Shun mantap memilih Xia Yu sebagai penggantinya. Xia Yu yang merupakan salah satu menteri di jaman Shun, terkenal dengan tanggung jawab dan kerja kerasnya. Dia lah yang menjinakkan sungai-sungai yang selalu menimbulkan banjir dan penderitaan bagi rakyat. Dia dikenang sebagai insinyur pertama yang sangat berdedikasi. Ketika Xia Yu beranjak tua, dia pun mau memilih salah satu menterinya, yaitu Nabi Yi untuk menggantikannya. Namun kali ini suara rakyat menghendaki putra pertama Xia Yu sendiri yang menggantikannya. Inilah awal dari berdirinya sistem dinasti. Dinasti Xia juga dikenang sebagai dinasti pertama yang menggunakan secara resmi sistem penanggalan ciptaan Huang Di. Penanggalan ini kemudian dikenal sebagai Kalender Xia. Menteri Pendidikan raja Yao dan Shun, nenek moyang raja-raja dinasti Shang 1766 s.M. – 1122 s.M. ibunya bernama Jian Di 簡狄 yang menjadi isteri kedua baginda Di Ku 帝嚳(cicit baginda Huang Di). Xie 契 menjadi Si Tu司徒/Menteri Pendidikan Nabi Baginda Shun dan diberi kediaman di wilayah Shang 商 (He Nan 河南), bermarga Zi子; hikayat marga Zi ini dikatakan karena ‘Tian berfirman kepada Xuan Niao玄鳥 (burung Walet) turun ke dunia membawakan kelahiran bagi dinasti Shang / Tian Ming Xuan Niao天命玄鳥, Jiang Er Sheng Shang 降而生商.’ Beliau adalah nenek moyang Nabi Baginda Cheng Tang 成湯 yang berkedudukan di Bo亳(He Nan 河南). Yang kelak di kemudian hari juga menjadi nenek moyang Nabi Kongzi.

Adalah putera Nabi Gao Yao. Beliau mula-mula adalah menteri Raja Shun yang ditugaskan menjadi pendamping dan penasihat Yu Agung, terutama saat menghadapi kemelut di negerinya karena pemberontakan orang-orang San Miao三 苗. Berkat Nabi Yi, Yu Agung benar-benar berhasil menundukkan orang-orang San Miao, bahkan sangat memuliakannya. Ajaran-ajaran Nabi Yi masih banyak tercatat di dalam Kitab Shu Jing II. II; antara lain : “Hanya Kebajikan berkenan TIAN (Wei De Dong TIAN 惟 德 動 天), tiada jarak jauh tidak terjangkau; kesombongan mengundang rugi dan kerendahan hati menerima berkah : --- Demikianlah senantiasa Jalan Suci TIAN. Mula-mula membantu sebagai penasihat raja terakhir Dinasti Xia, yang bernama Jie 桀, tetapi karena raja itu ingkar dari Jalan Suci dan berbuat sewenang-wenang serta tidak dapat diperbaiki akhirnya Nabi Yi Yin beralih membantu penguasa wilayah Shang, yang bernama Tang atau nama kecilnya Lü 履, bermarga Zi 子; keturunan Xie 契, Menteri Pendidikan Raja Yao dan Shun. Adalah pendiri Dinasti Shang, dinasti kedua setelah Xia.

Seperti halnya cerita sejarah yang terjadi dimana saja, raja-raja terakhir di sebuah dinasti biasanya kehilangan legitimasi karena kelemahan atau kelalimannya. Hal serupa terjadi pada Dinasti Xia. Dinasti ini hancur karena kelaliman raja-raja terakhirnya. Inilah yang membuat Shang Tang dengan dukungan rakyat menumbangkan dinasti Xia dan menggantinya dengan Dinasti Shang, 1766-1122 s.M.

Seperti para pendahulunya, Shang Tang juga amat menaruh perhatian akan kelestarian alam dan lingkungan. Ia melarang penggunaan jejaring penangkap burung dan ikan yang terlalu rapat. Tujuannya agar anak burung dan ikan kecil dapat lepas dan meneruskan kelangsungan hidupnya. adalah salah satu menteri nabi/raja suci purba Cheng Tang dari dinasti Shang (1766-1122 sM). Kebijaksanaannya sangat terkenal dan disejajarkan dengan nabi Yi Yin. Beliau menjadi penasihat raja Wu Ding (1324 – 1265 s.M.). Pada waktu itu nama Dinasti Tang diganti menjadi Yin 殷 dan rajanya bergelar Gao Zong 高 宗 dengan bantuan nabi Yue dinasti ini kembali beroleh kejayaan lebih dari 50 tahun tetapi kemudian meredup kembali sampai akhirnya tumbang pada tahun 1122 s.M. adalah keturunan Hou Ji yang leluhurnya hidup terasing di antara orang-orang Rong Di 戎狄 sejak jaman raja Tai Kang 太康 (2188 s.M. – 2159 s.M.) dari dinasti Xia kehilangan negerinya. Tetapi Gong Liu mampu membangun dan melestarikan kembali karya peradaban bercocok-tanam yang dahulu dibangun Hou Ji. Putra Gong Liu yang bernama Qing Jie 慶節 berhasil membangun negeri di wilayan Bin 豳.

Dikemudian hari seorang keturunannya yang terkenal sebagai Gu Gong Dan Fu 古公亶父 mampu membangkitkan kembali karya besar yang pernah dibangun oleh Hou Ji maupun Gong Liu. Beliaulah yang diberi gelar sebagai Tai Wang 太王 yang mempunyai dua orang putera yang sangat terkenal suci dan berbakti, bernama Tai Bo 太伯 dan Yu Zhong 虞仲 (Lun Yu VIII: 1; Lun Yu XVIII: 8). Tai Wang juga menikahi Tai Jiang 太姜 yang adalah seorang Nabi perempuan dan melahirkan soerang putera bernama Ji Li 季歷. Ji Li inilah ayah Nabi Ji Chang 姬昌 atau Raja Wen Wang 文王, ayah Raja Wu Wang Ji Fa 武王姬發 pendiri dinasti Zhou 周 (1122 s.M. – 255 s.M.).

Mereka adalah putera rajamuda di sebuah negeri kecil bernama Gu Zhu 股 竹. Mereka berdua yang melihat raja terakhir dinasti Shang: Zhou Wang 紂 王 ingkar dari Jalan Suci dan perilakunya sangat sewenang-wenang. Mereka mengasingkan diri sebagai pertapa di kaki sebuah gunung di wilayah negeri yang diperintah oleh Rajamuda Barat (Xi Bo 西 伯) yang kemudian kita kenal sebagai Raja Wen Wang 文 王. Kemudian ketika putera raja Wen yaitu Wu Wang 武 王 memberontak dan menumbangkan dinasti Shang, kedua orang Nabi itu berupaya mencegah. Setelah tidak berhasil dan dinasti Shang hancur dan berdiri dinasti Zhou 周 mereka menolak mengabdi kepada dinasti yang baru dan rela mati menderita kelaparan di tempat pengasingan dirinya. Maka oleh Mengzi, disebut sebagai Nabi yang menjunjung kesucian. Isteri Gu Gong Dan Fu 古公亶父 yang bergelar Tai Wang berputera Tai Bo 太伯dan Yu Zhong 虞仲 (Zhong Yong 仲擁) yang penuh semangat bakti dan suci, kemudian keduanya mengasingkan diri karena tahu ayahnya bermaksud mewariskan kedudukannya kepada putera bungsunya:

Ji Li 季歷karena isterinya menerima wahyu Dan Shu. Keduanya lalu mencukur rambut, merajah wajah dan hidup sebagai orang suku Man蠻yang hidup di sekitar sungai Yang Zi Jiang 揚子江 atau Chang Jiang長江. adalah seorang Nabi perempuan yang kemudian menjadi isteri rajamuda Ji Li 季歷yang melahirkan Nabi Ji Chang 姬 昌yang kemudian menjadi Rajamuda Barat atau Wen Wang. Ketika melahirkan Nabi Ji Chang TIAN telah berkenan menurunkan Kitab Wahyu yang diberi nama Dan Shu 丹 書.

Kitab ini kemudian raib, tetapi pada waktu Ji Chang 42 tahun memerintah sebagai rajamuda Kitab itu muncul kembali yang dibawa oleh seekor burung pipit merah (Chi Que 赤 雀) Wafat tahun 1134 s.M. (dalam usia hampir 100 tahun), ayah dari Wu Wang 武 王 yang naik takhta 1134 – 1115 s.M. dan menumbangkan Dinasti Shang 1122 s.M., pendiri Dinasti Zhou, 1122 - 256 s.M., dinasti yang paling panjang memerintah di wilayah yang kini dikenal sebagai Tiongkok. Meski bukan dari ras Han, melainkan dari suku Yi Barat (Xi Yi 西 夷) seperti orang Turkistan / Persia, Wen Wang mendapat dukungan mayoritas rakyat untuk membangun wilayah Barat (Xi Qi 西 岐) sebagai raja muda di bawah Dinasti Shang.

Menjadi menteri/penasihat nabi/raja Wen dan panglima besar raja Wu pada usia lanjut dalam perang besar di padang Mu Ye 牧 野melawan tiran raja Zhou Wang 纣王 sehingga menumbangkan dinasti Shang/ Yin dan berhasil mendirikan dinasti 周 Zhou (1122-255 sM) Nabi San Yi Sheng adalah salah satu menteri nabi/ raja suci purba Wen dan raja Wu dari dinasti Zhou. Ia hidup sejaman dan namanya disejajarkan dengan Jiang Zi Ya. Adik Wu Wang, bernama Dan 旦, sejaman Wu Wang, putra keempat Wen Wang yang sangat mendalami ajaran-ajaran kuno. Dia lah salah satu Nabi Besar Ru Jiao yang menyempurnakan Kitab Suci Yi Jing, dan sangat dikagumi oleh Nabi Kongzi. Beliau juga menulis Kitab Zhou Li 周 禮dan Yi Li 儀 禮 yang merupakan kitab-kitab dalam Kitab Suci Li Jing 禮 經.

Nama aslinya Chan Huo 展 獲alias Zi Qin 子 禽, hidup pada abad 7 / 6 s.M., menjelang jaman Nabi Kongzi. Beliau terkenal sebagai seorang yang sangat mulia hati. adalah puteri seorang cendekia dari negeri Song 宋 bermarga Yan. Salah satu tokoh penting yang saat mengandung puteranya mendapat wahyu Tuhan berupa Kitab Batu Kumala (Yu Su玉 書) yang dimuntahkan oleh hewan suci Qilin麒 麟 yang didalamnya bertulis Shui Jing Zhi Zi. Xi Shuai Zhou Er Su Wang 水精之子. 繼衰周而素王 (“Putra Sari air suci akan melanjutkan Dinati Zhou / Ciu yang telah melemah dan menjadi Raja Tanpa Mahkota”).

Bermarga Kong bernama Qiu丘alias Zhong Ni仲 尼putera seorang perwira negeri Lu bernama Kong Shu Liang He孔 叔 梁 纥adalah nabi terakhir dan terbesar dalam agama Khonghucu atau Ru Jiao. Dialah Genta Rohani Pembawa Firman Tuhan (Tian Zhi Mu Duo 天 之 木 鐸) Lun Yu III. 24, putra tunggal dari Ibu Suci Yan Zheng Zai. http://id.wikipedia.org/wiki/Sheng_Ren#Fu_Xi_.E4.BC.8F_.E7.BE.B2_.282953_.E2.80.93_2838_s.M..29

12 Feb 2012

Fuxi Temple (Fuxi miao)


Fuxi Temple (Fuxi miao), also called Taihao gong, is located in the western part of Qincheng, on Fuxi lu. The temple is a Ming dynasty (1368-1644) construction that, despite renovations in the Qing dynasty (1644-1911), still retains its basic Ming format. Today the temple grounds are still covered by many beautiful cypresses, some up to a thousand years old, and is a nice half day outing.
The temple was competed in 1490 during the reign of the emperor Hongzhi, and covers a total area of 6,000 square meters. It was originally designed to commemorate Fuxi, a legendary ancestor and emperor of the Chinese people, and is the largest of this kind in China. Following the route from the front gate in the south to the back gate in the north, there are numerous archways, temples, terraces and a grand Main Hall. Within the Main Hall is a representative statue of a semi naked Fuxi.

Every year on January 15th (alleged birthday of the emperor) and May 13th (apparent birthday of China's first dragon) by the Chinese traditional calendar, grand sacrificial ceremonies are held, which draw throngs of Chinese and foreigners to its door.

http://www.chinatravelz.com/china/Gansu/Tianshui/fuximiao/index.asp

Fu Xi dan Awal Peradaban Cina


Menurut sejarah Cina, dewa dari kebudayaan surga disampaikan langsung kepada orang-orang Cina yang Nu Wa telah dibuat. Yang paling terkenal dari dewa Fu Xi dan Shen Nong. Mereka dikirim ke bumi untuk mengajarkan orang-orang Cina keterampilan dasar dan pengetahuan dan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang alam.
Untuk sementara waktu, manusia hidup berdampingan dengan dewa dan China disebut "tanah yang ilahi."

Saat itu, orang Cina menjalani kehidupan sangat sederhana. Mereka mencari makanan ketika lapar dan dibuang tetap ketika puas. Fu Xi mengajarkan Cina kuno bagaimana membuat jaring untuk menangkap ikan. Dengan cara ini, orang-orang sangat meningkatkan produktivitas mereka. Fu Xi juga mengajar orang bagaimana untuk menjinakkan binatang, dan ini adalah asal ternak.

Selain itu, Fu Xi melembagakan perkawinan dalam masyarakat Cina. Sebelum Fu Xi datang ke bumi, orang kawin dengan kerabat dan anak-anak tinggal bersama ibu mereka dan tidak tahu ayah mereka. Fu Xi benar-benar mengubah kebiasaan kawin orang-orang China dan melembagakan sistem perkawinan dan etiket pernikahan.

Fu Xi juga menciptakan "Shu Qi," sebuah sistem ukiran pada kayu untuk menggantikan menjaga rekor sebelumnya melalui simpul ikatan. Dia juga menetapkan hukum bagi manusia dan batas-batas santai untuk gubernur dari berbagai daerah. Dia menunjuk pejabat yang bertanggung jawab atas administrasi publik dan pemerintahan.

Nu Wa, Pencipta Manusia

Fu Xi dianggap pencetus dari delapan trigram, yang memungkinkan orang China untuk memahami perubahan dalam dunia mereka dan di langit, dan pentingnya mematuhi kehendak Surga. Dalam hal ini, orang China datang untuk menyembah Surga dan alam dengan hormat tak terbatas, dan untuk memahami bahwa budaya mereka adalah hadiah dari para dewa dan manifestasi dari fitur tertentu dari kebudayaan Dewa.

Menurut tradisi, itu adalah Shen Nong yang mengajari awal Cina bagaimana membuat alat pertanian, bagaimana membuat gurun ditanami, dan bagaimana untuk menumbuhkan tanaman.

Dengan bantuan para dewa, kualitas hidup dari Cina kuno ditingkatkan. Mereka menjadi lebih mampu mengatasi dengan alam dan norma-norma bagi perilaku manusia. Dengan cara ini, orang Cina tidak berpengalaman dan jujur secara bertahap membuat cara hidup bagi dirinya dan masyarakat mereka memasuki tahap awal peradaban.

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://www.theepochtimes.com/n2/china-news/fu-xi-and-the-origin-of-chinese-civilization-57536.html

Asal Usul Fu Xi (伏羲)



Dalam mitologi Cina, Fu Xi atau Fuxi (Cina: 伏羲; pinyin: fu2xi1), pertengahan menjadi 2800 an SM, adalah yang pertama dari Tiga Penguasa mitos (三皇; pinyin: san1huang2) dari Cina kuno. Dia adalah pahlawan budaya terkenal sebagai penemu menulis, memancing perangkap, dan. Fu Xi lahir pada menengah ke bawah jangkauan Sungai Kuning di sebuah tempat bernama Chengji (Lantian mungkin modern, Shaanxi atau Tianshui, Gansu).
Menurut legenda tanah tersapu oleh banjir besar dan hanya Fuxi dan adiknya Nuwa selamat. Para pensiunan untuk Kunlun Gunung di mana mereka berdoa untuk suatu tanda dari Kaisar Langit. Yang ilahi disetujui serikat mereka dan saudara mengatur tentang berprokreasi umat manusia. [1] Fu Xi kemudian datang untuk menguasai decedents, meski laporan dari pemerintahannya yang panjang bervariasi antara sumber dari 115 tahun (2852-2737 SM) sampai 116 tahun ( SM 2952-2836).

Dia tinggal selama 197 tahun sama sekali dan meninggal di sebuah tempat yang bernama Chen (modern Huaiyang, Henan) dimana makam masih dapat ditemukan.

Selama masa pendahulunya Nuwa (yang menurut beberapa sumber juga istri dan / atau adik) adalah masyarakat matriarkal dan primitif. Melahirkan dipandang ajaib yang tidak memerlukan partisipasi laki-laki dan anak-anak hanya tahu ibu mereka. Sebagai proses reproduksi menjadi lebih baik dipahami masyarakat Cina kuno bergerak menuju sistem patriarkal dan Fu Xi dianggap penting.



Fu Hsi mengajar rakyatnya untuk memasak, untuk ikan dengan jaring, dan berburu dengan senjata yang terbuat dari besi. Ia menetapkan perkawinan dan menawarkan pengorbanan udara pertama terbuka ke surga. Sebuah tablet batu, tertanggal 160 CE menunjukkan Fu Hsi dengan Nuwa, yang istri dan adiknya.

Secara tradisional, Fu Hsi dianggap pencetus I Ching (juga dikenal sebagai Jing Yi atau Zhou Yi), dimana pekerjaan dikaitkan dengan bacaannya dari Dia Map (Peta atau Sungai Kuning). Dengan tradisi ini, Fu Hsi memiliki susunan trigram (八卦, pinyin: ba1gua4) dari I Ching diwahyukan kepadanya supranatural. Susunan ini mendahului kompilasi dari I Ching selama dinasti Zhou. Fu Hsi dikatakan telah menemukan pengaturan dalam tanda-tanda pada bagian belakang kuda naga-mitos (kadang-kadang dikatakan sebagai kura-kura) yang muncul dari Luo sungai. Penemuan ini juga dikatakan telah asal kaligrafi.

Fu Hsi juga dikreditkan dengan penemuan Guqin, bersama dengan Shennong dan Huang Di.

http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://history.cultural-china.com/en/46H5031H11121.html