JAMBI – Hingga hari Senin pagi (3/10/2011), kabut asap masih pekat dibandingkan hari sebelumnya di Kota Jambi dan sekitarnya. Kondisi ini mengakibatkan murid-murid Sekolah Kristen Bina Kasih di Jalan Kemang II, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, pada menggunakan masker saat mengikuti pelajaran disekolahan.
Tampilkan postingan dengan label Kabut Asap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabut Asap. Tampilkan semua postingan
3 Okt 2011
Siswa SD Bina Kasih Pakai Masker Ke Sekolah
JAMBI – Hingga hari Senin pagi (3/10/2011), kabut asap masih pekat dibandingkan hari sebelumnya di Kota Jambi dan sekitarnya. Kondisi ini mengakibatkan murid-murid Sekolah Kristen Bina Kasih di Jalan Kemang II, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, pada menggunakan masker saat mengikuti pelajaran disekolahan. 12 Sep 2011
Kabut Masih Selimuti Jambi
JAMBI - Kabut asap masih menyelimuti Jambi, sehingga suasana di sembilan kabupaten di daerah itu terlihat lebih gelap, Sabtu (10/9). Jarak pandang pun menjadi berkurang dibandingkan sebelumnya. Saat ini, kabut asap menyelimuti sembilan kabupaten dan kota di Jambi. Buruknya kualitas udara bisa berdampak pada kesehatan. Kualitas udara terburuk terjadi di Kota Jambi, Kerinci, serta Muaro Jambi. Selain kabut dari kebakaran lahan di Jambi, kabut kiriman dari provinsi tetangga.
Kabut asap di daerah itu dipicu kebakaran lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Tebo, Batanghari, Merangin, juga dari provinsi Sumatra Selatan.
Selain itu, kabut asap juga mengganggu kesehatan warga, mulai mata pedih hingga nafas sesak. Angka indeks standar pencemaran udara (ISPU) sudah di atas 120, yang berarti berbahaya bagi kesehatan. Status siaga satu pun ditetapkan.
Kabut asap diperkirakan hilang bila hujan turun. Namun, menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi, hujan baru akan turun awal Oktober mendatang.
Hasil pantauan di lapangan memang kabut asap semakin tebal dan pekat namun pada kisaran pagi hari sekitar pukul 10.00 sampai 11.00 WIB terjadi tiupan angin sehingga kabut asap bisa bergerak dan tidak memperburuk kondisi di Kota Jambi. (Romy)
Kabut asap di daerah itu dipicu kebakaran lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Muaro Jambi, Tebo, Batanghari, Merangin, juga dari provinsi Sumatra Selatan.Selain itu, kabut asap juga mengganggu kesehatan warga, mulai mata pedih hingga nafas sesak. Angka indeks standar pencemaran udara (ISPU) sudah di atas 120, yang berarti berbahaya bagi kesehatan. Status siaga satu pun ditetapkan.
Kabut asap diperkirakan hilang bila hujan turun. Namun, menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi, hujan baru akan turun awal Oktober mendatang.
Hasil pantauan di lapangan memang kabut asap semakin tebal dan pekat namun pada kisaran pagi hari sekitar pukul 10.00 sampai 11.00 WIB terjadi tiupan angin sehingga kabut asap bisa bergerak dan tidak memperburuk kondisi di Kota Jambi. (Romy)
7 Sep 2011
Kabut Asap Genggu Jadwal Penerbangan
JAMBI - Kabut asap yang terjadi di Kota Jambi saat ini, semakin tebal dan nyaris mengurangi jarak pandang mata. Hal ini juga menggunggu jadwal penerbangan dari Jakarta ke Jambi di bandara Sultan Thaha Jambi.Sejak pagi hingga siang hari, bandara Sultan Thaha Syaifuddin tertutup oleh kabut asap , hingga mengganggu sang pilot yang menerbangkan pesawat untuk melakukan pendaratan.
Jarak pandang yang hanya berkisar 400-700 meter pada pagi hari mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi, terganggu. Sejak pagi, jarak pandang mencapai 400-700 meter menjelang pukul 11 siang.
Kepala bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, Abiyoso mengatakan, “Adanya kabut asap memang sangat mengganggu jadwal penerbangan dari Jakarta ke Jambi, untuk itu, pihaknya meminta agar para penumpang lebih sabar,” karena jarak pandang sangat minim, maka tidak mungkin untuk melaksanakan penerbangan karena sangat berbahaya. Katanya.
Pesawat pertama yang berhasil mendarat adalah Lion Air, bahkan tiga pesawat Lion Air berhasil bendarat di bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, disusul dengan pesawat SKY Air dari Sumsel, Batavia Air, Sriwijaya dan Garuda Indonesia.
Kondisi kabut asap ini disebabkan meluasnya kebakaran lahan dan hutan, baik di dalam wilayah Provinsi Jambi maupun di kawasan provinsi tetangga, seperti Sumatera Selatan dan Riau.
Berdasarkan pantauan Satelit NOAA, pada September ini saja di wilayah Provinsi Jambi terpantau sedikitnya 92 titik panas atau nomor dua dibandingkan kawasan Sumatera Selatan dengan 315 titik panas. Posisi ketiga ditempati Riau dengan 81 titik panas. Hari ini, titik panas di Provinsi Jambi terpantau di lima lokasi, sebagian di antaranya berada dalam kawasan perkebunan kelapa sawit dan HTI. (Rom-Nug-Yul)
Kepala bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, Abiyoso mengatakan, “Adanya kabut asap memang sangat mengganggu jadwal penerbangan dari Jakarta ke Jambi, untuk itu, pihaknya meminta agar para penumpang lebih sabar,” karena jarak pandang sangat minim, maka tidak mungkin untuk melaksanakan penerbangan karena sangat berbahaya. Katanya.
Pesawat pertama yang berhasil mendarat adalah Lion Air, bahkan tiga pesawat Lion Air berhasil bendarat di bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, disusul dengan pesawat SKY Air dari Sumsel, Batavia Air, Sriwijaya dan Garuda Indonesia.Kondisi kabut asap ini disebabkan meluasnya kebakaran lahan dan hutan, baik di dalam wilayah Provinsi Jambi maupun di kawasan provinsi tetangga, seperti Sumatera Selatan dan Riau.
Berdasarkan pantauan Satelit NOAA, pada September ini saja di wilayah Provinsi Jambi terpantau sedikitnya 92 titik panas atau nomor dua dibandingkan kawasan Sumatera Selatan dengan 315 titik panas. Posisi ketiga ditempati Riau dengan 81 titik panas. Hari ini, titik panas di Provinsi Jambi terpantau di lima lokasi, sebagian di antaranya berada dalam kawasan perkebunan kelapa sawit dan HTI. (Rom-Nug-Yul)
Langganan:
Postingan (Atom)
