Tampilkan postingan dengan label RI 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RI 1. Tampilkan semua postingan

23 Sep 2011

Ribuan Warga Sambut Kedatangan SBY DI Candi Muarojambi

MUARO JAMBI - Ribuan warga menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) didamping Ibu Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, Kamis (22/9) siang, di kawasan Kompleks Percandian Muarojambi, Desa Muaro Jambi Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi.
Sepanjang area masuk, ratusan pelajar berjejer rapi sambil membawa bendera merah putih menanti kedatangan orang nomor satu di Indonesia, tepat jam 09.00 iring-iringan kendaraan Presiden SBY memasuki kawasan Candi Muarojambi, anak-anak pelajarpun melambaikan tangan kanan yang membawa bendera merah putih, Presiden SBY-pun membalas dengan lambaian tangan dari dalam mobil kepresidenan RI 1.

Selain itu, tak kalah banyak para warga desa Muaro Jambi berbaur dengan ratusan PNS melihat dari dekat sambil mengabadikan SBY dengan kamera Handphone.

Tampak hadir undangan dari Duta Besar Republik Rakyat China untuk RI, Zhang Qiyue, Benoy K Behl dari India dan para Bhiksu atau Bhiksuni dari Thailand, Bhutan, Taiwan dan Indonesia.

Kunjungan Presiden SBY ke Komplek Percandian Muarojambi, adalah untuk meresmikan Candi Muarojambi, di Kabupaten Muaro Jambi, sebagai Kawasan Wisata Sejarah Terpadu.

Presiden berharap dengan ditetapkannya Muaro Jambi sebagai kawasan wisata sejarah terpadu, akan dapat menjadi peluang yang baik bagi Jambi unuk mengembangkan kepariwisataan di tempat ini serta mengembangkan ekonomi lokal.

Negara Indonesia, jelas Presiden, memiliki sejarah dan kejayaan masa lampau yang besar. “Kita harus bangga bahwa di bumi Indonesia ini pernah lahir peradaban yang maju pada jamannya, dan Indonesia merupakan tempat perpaduan peradaban dunia,” kata SBY.

Diungkapkan Kepala Negara, bahwa peradaban Hindu pernah berkembang di wilayah ini yang merupakan cerminan kebudayaan timur. Peradaban Islam yang juga disebut peradaban Islam dan peradaban dari Timur Tengah juga mewarnai budaya bangsa Indonesia. Kemudian datang peradaban barat bersamaan dengan kolonialisme.

Dalam perkembangannya, jelas SBY, berbagai peradaban itu mengalami proses pembentukan yang relatif damai dalam pembantukan peradaban Nusantara. Berbagai nilai-nilai termasuk nilai-nilai lokal ikut membentuk our civilization Indonesia saat ini. Ia mengajak semua pihak untuk menghormati masa lalu itu. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati masa lalunya, nilai-nilai dan peradabannya," ujar SBY.

Sebelum meninggalkan lokasi candi, Presiden SBY berkesempatan menanam pohon di area situs Candi Muaro Jambi. Presiden menanam pohon Bodhi sedangkan Ibu Negara menanam pohon Sala. (Romy)

22 Sep 2011

Kunjungan Presiden SBY Ke Candi Muarojambi

*Dihadiri 130 Bhiksu/ Bhiksuni Dari Luar dan Dalam negeri

JAMBI – Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) secara resmi menetepakan Kompleks Percandian Muarojambi menjadi Kawasan Wisata Sejarah Terpadu, di area Candi Gumpung, kawasan Kompleks Percandian Muarojambi, Desa Muaro Jambi Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi, Kamis (22/9) siang.
Candi Muarojambi sebagai warisan dunia (world heritage), Candi Muarojambi dianggap mewakili peradaban Nusantara pada abad VI sehingga layak dijadikan warisan dunia. Meski diusulkan menjadi warisan dunia.

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengatakan bahwa situs percandian Muarojambi menjadi bukti majunya peradaban bangsa Indonesia di masa lampau. Presiden mengajak masyarakat untuk melestarikan situs sejarah tersebut dengan lebih baik lagi. "Saya kagum dan saya melihat sungguh indah kawasan ini. Kalau dikelola dengan baik melibatkan para ahli dan masyarakat luas, maka insya allah tempat ini menjadi tempat Wisata Sejarah Terpadu," ujarnya.

Penetapkan Kompleks Percandian Muarojambi menjadi Kawasan Wisata Sejarah Terpadu di hadiri lebih kurang 130 Bhuksu atau Bhiksuni dari Thailand, Bhutan, Taiwan dan Indonesia, selain itu peresmian kawasan Wisata Sejarah terpadu juga dihadiri beberapa undangan lain, diantaranya dari India, Benoy K Behl dan Duta Besar Republik Rakyat China untuk RI, Zhang Qiyue. Kehadiran mereka atas prakasa dari The Society Of muarojambi Temple (The SOMT), serta segala fasilitas mereka ditanggung The SOMT.

Pada acara peresmian situs percandian Muaro Jambi, Presiden SBY didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono serta sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II. Dan didampingi Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus.

Sebelum meninggalkan lokasi candi, Presiden SBY berkesempatan menanam pohon di area situs Candi Muaro Jambi. Presiden menanam pohon Bodhi sedangkan Ibu Negara menanam pohon Sala. (Romy)

Presiden SBY Resmikan Candi Muarojambi Sebagai Kawasan Wisata

JAMBI - Hari ini Presiden SBY mencanangkan Candi Muarojambi sebagai warisan dunia (world heritage), Candi Muarojambi dianggap mewakili peradaban Nusantara pada abad VI sehingga layak dijadikan warisan dunia. Meski diusulkan menjadi warisan dunia.
Sekitar 82 bangunan kuno yang ditemukan di situs percandian Muaro Jambi, baru delapan candi yang berhasil dipugar, mayoritas candi dan bangunan kuno lainnya masih dalam bentuk reruntuhan. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, Didy Wurjanto, pihaknya mengalami kendala untuk melakukan pemugaran candi. Soalnya, sulit untuk menentukan bangunan mana yang bakal dipugar terlebih dahulu.

Presiden SBY secara resmi menetepakan Kompleks Percandian Muarojambi menjadi Kawasan Wisata Sejarah Terpadu, di Desa Muaro Jambi Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi Kamis (22/9) siang.

Dalam sambutannya, SBY sangat mengagumi keindahan Candi Muaro Jambi.
"Candi Muaro Jambi sungguh sangat indah, saya ingin agar Candi Muarojambi ini dijaga dan dilestarikan," ujarnya dihadapan para menteri dan para pejabat pemerintahan yang hadir pada acara tersebut di Kompleks Candi Muarojambi.

Selain melakukan peresmian, SBY juga melakukan penanaman pohon di komplek wisata percandian dalam rangka percepatan pertumbuhan program penghijauan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Sedangkan menurut Menteri Kebududayaan dan Pariwisata, Jero Wacik yakin ke depannya, Percandian Muarojambi akan menemani Borobudur dan Prambanan sebagai warisan dunia dari Indonesia.

Hal ini diungkapkan Menteri Kebududayaan dan Pariwisata, Jero Wacik saat peresmian komplek Percandian Muaro Jambi, di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, "Saya yakin Candi Muarojambi akan menemani Candi Borobudur dan Prambanan, tak lama lagi," ucapnya.

Jero Wacik menegaskan akan pentingnya mengangkat wisata sejarah di Majapahit dan Sriwijaya. Dua kerajaan besar itu menandakan kejayaan bangsa Indonesia di masa lalu. "Apakah kita bisa menjadi negara besar kembali,? Tanda-tanda itu sudah mulai terlihat," kata Jero Wacik. (Romy)

Presiden Resmikan Kawasan Wisata Sejarah Terpadu Candi Muaro Jambi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didamping Ibu Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, Kamis (22/9) pagi, meresmikan Candi Muaro Jambi, di Kabupaten Muaro Jambi, sebagai Kawasan Wisata Sejarah Terpadu.

Presiden berharap dengan ditetapkannya Muaro Jambi sebagai kawasan wisata sejarah terpadu, akan dapat menjadi peluang yang baik bagi Jambi unuk mengembangkan kepariwisataan di tempat ini serta mengembangkan ekonomi lokal.
Negara Indonesia, jelas Presiden, memiliki sejarah dan kejayaan masa lampau yang besar. “Kita harus bangga bahwa di bumi Indonesia ini pernah lahir peradaban yang maju pada jamannya, dan Indonesia merupakan tempat perpaduan peradaban dunia,” kata SBY.

Diungkapkan Kepala Negara, bahwa peradaban Hindu pernah berkembang di wilayah ini yang merupakan cerminan kebudayaan timur. Peradaban Islam yang juga disebut peradaban Islam dan peradaban dari Timur Tengah juga mewarnai budaya bangsa Indonesia. Kemudian datang peradaban barat bersamaan dengan kolonialisme.

Dalam perkembangannya, jelas SBY, berbagai peradaban itu mengalami proses pembentukan yang relatif damai dalam pembantukan peradaban Nusantara. Berbagai nilai-nilai termasuk nilai-nilai lokal ikut membentuk our civilization Indonesia saat ini. Ia mengajak semua pihak untuk menghormati masa lalu itu. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati masa lalunya, nilai-nilai dan peradabannya," ujar SBY.

Lebih lanjut dinyatakan oleh Presiden, bahwa disamping merasa bangga bahwa bangsa kita yang memiliki sejarah dan peradaban yang luhur, kita juga harus memiliki keyakinan diri untuk ke depan ini membangun peradaban bangsa yang lebih maju lebih unggul dan lebih mulia. “Jalan ke arah itu terbuka lebar kalau kita sungguh berketetapan hati, berpikir cerdas dan bekerja keras untuk bersama-sama membangun negeri ini untuk membangun peradaban yang betul-betul maju dan unggul,” tutur Presiden.

Sudah Terkenal
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menyebutkan, percandian Muaro Jambi bukan hal yang asing karena situs ini sudah terkenal sejak dahulu yang berhubungan dengan Kerajaan Melayu.

Dari sekitar 86 candi yang ada di sana, 12 di antaranya telah dipugar, tujuh di antaranya sudah selesai. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyatakan, situs Percandian Muara Jambi didaftarkan ke Badan Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya (UNESCO) sebagai warisan dunia sejak 2009 tetapi belum ditetapkan karena Unesco perlu mempelajari lebih lanjut.

Diharapkan, nantinya percandian Muaro Jambi akan melengkapi Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang sudah lebih dulu diakui oleh Unesco.

Kompleks Percandian Muara Jambi merupakan percandian peninggalan agama Buddha terluas di Indonesia, dengan luas sekitar 12 kilometer persegi. Candi yang dipercaya sebagai peninggalan budaya abad XI ini pertama kali ditemukan tentara Inggris sekitar 1820.

http://www.setkab.go.id/index.php?pg=detailartikel&p=2762

21 Sep 2011

Kedatangan SBY Disambut Demo

JAMBI - Kedatangan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Provinsi Jambi hari ini diwarnai sejumlah unjuk rasa dari berbagai elemen pergerakan di Jambi.

Sedikitnya 7 kelompok massa aksi, memadati simpang empat Bank Indonesia di kawasan Telanaipura Jambi untuk menolak kedatangan SBY beserta rombongan.
Selain mengangkat isu nasional seperti penuntasan kasus korupsi, isu lokal berupa penolakan pemberian gelar adat bagi SBY juga mewarnai jalannya aksi demo.

Kepastian datangnya Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan ke Bumi Sepucuk Jambi Sembilah Lurah, sekitar pukul 11.30 wib siang (21/9) tadi, SBY beserta ibu Ani Yudhoyono dan rombongan mendarat di bandara Sultan Thaha Jambi, SBY langsung disambut oleh Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus.

Kedatangan SBY di Provinsi Jambi ini tidak hanya mendapat sambutan meriah dari Pemerintah Daerah Provinsi Jambi, namun juga disambut oleh para aktifis dan mahasiswa dengan aksi demo.

Menyambut kedatangan SBY ke Jambi, ratusan massa aksi dari berbagai elemen seperti Mahasiswa, LSM, Pemerhati Lingkungan Hidup, dan PPJ mereka melakukan unjuk rasa menolak kedatangan SBY di simpang empat Bank Indonesia (BI) di kawasan Telanaipura Jambi.

Tercatat ada tujuh kelompok massa yang melakukan aksi unjuk rasa menolak kedatangan SBY yang berkumpul di simpang empat BI Jambi. Dalam orasinya, pengunjuk rasa mengangkat isu nasional seperti bobroknya pemerintahan SBY karena berbagai skandal korupsi, skandal hukum, permasalahan tenaga kerja asing dan konflik agraria di berbagai daerah.

Sedang isu lokal yang diangkat pendemo adalah penolakan pemberian gelar adat bagi SBY dari lembaga adat Jambi dan mahalnya biaya kedatangan presiden ke Jambi selama 3 hari kedepan.

Selain berorasi, pengunjuk rasa juga menggelar aksi teaterikal, diantaranya aksi teraterikal pemberian gelar adat bagi SBY dengan sebutan temenggung koruptor dan aksi membalut tubuh dengan kain seperti zombie yang sedang menindas petani dengan rantai dan cambuk.

Aksi penolakan yang digelar para aktifis ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polresta dan Polda Jambi dengan mengerahkan ratusan personil dari berbagai kesatuan. (tim)

Presiden SBY Tiba Di Jambi

JAMBI - Kepastian datangnya Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono beserta rombongan ke Bumi Sepucuk Jambi Sembilah Lurah, sekitar pukul 11.30 wib siang (21/9) tadi, SBY beserta ibu Ani Yudhoyono dan rombongan mendarat di bandara Sultan Thaha Jambi, SBY langsung disambut oleh Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus.
Presiden SBY sendiri rencananya akan mengikuti sejumlah agenda di Jambi selama tiga hari kedepan, yakni membuka musyawarah adat melayu se-Sumatera yang rencananya akan memberikan gelar adat kepada SBY, membuka munas Tarbiyah Islamiah, mengunjungi situs Percandian Muaro Jambi dan melihat program Samisake berupa bedah rumah di kawasan kota baru Jambi.

Kedatangan SBY ke Provinsi Jambi ini mendapat sambutan meriah dari pemerintah daerah Provinsi Jambi tetapi juga oleh para aktifis dan mahasiswa.

Menyambut kedatangan SBY ke Jambi, ratusan massa aksi dari berbagai elemen seperti mahasiswa, LSM Pemerhati Lingkungan Hidup dan Petani mereka melakukan unjuk rasa menolak kedatangan SBY di simpang empat BI di kawasan Telanaipura Jambi. (tim)