Tampilkan postingan dengan label Bra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bra. Tampilkan semua postingan

7 Des 2012

Cegah Kanker Payudara dengan Buah dan Sayur

KOMPAS.com - Rajin mengasup buah dan sayuran bukan hanya membuat kita terhindar dari kegemukan dan penyakit jantung, tapi juga kanker payudara.
Khasiat antikanker dalam buah dan sayuran berasal dari mikronutrien karotenoid yang akan menghambat pertumbuhan tumor dan mengurangi penyebaran kanker payudara.

Karotenoid bisa kita temukan dalam wortel, bayam, kale, tomat, paprika, ubi, dan sayuran lainnya.

"Ada beberapa bukti penelitian sebelumnya yang menyebutkan kandungan dalam sayur dan buah menurunkan risiko kanker," kata Dr.Stephanie Bernik, ketua bedah onkologi dari Lenox Hill Hospital, New York, AS.

Dalam penelitian terbaru yang dipimpin A.Heater Eliassen dari Brigham and Womens Hopital dan Harvard Medical School, dianalisa data ribuan wanita yang berpartisipasi dalam 8 penelitian mengenai level karotenoid dan kanker payudara.

Mereka menemukan adanya kaitan yang signifikan antara karotenoid dalam level tinggi dengan penurunan risiko kanker, terutama kanker payudara negatif atau tumor yang tidak disebabkan estrogen.

Pada tumor payudara yang positif atau yang merespon estrogen, ditemukan juga manfaat penurunan risiko kanker dari karotenoid.

http://health.kompas.com/read/2012/12/07/08195939/

Kutang Pintar Mampu Deteksi Kanker Payudara

KOMPAS.com — Kemajuan teknologi berhasil meningkatkan fungsi kutang alias bra bagi kaum wanita. Bukan cuma menyangga dan menutupi payudara, para ilmuwan kini menciptakan kutang yang sekaligus mendeteksi kanker payudara.
Menangkap kanker payudara sedini mungkin sangat penting untuk memperbesar peluang kesembuhan. Ada berbagai cara mendeteksi kanker payudara, mulai dari pemeriksaan payudara sendiri hingga mamogram dan USG.

Namun, metode pemeriksaan konvensional seperti mamogram saat ini menimbulkan perdebatan karena paparan radiasi dan keakuratannya.

Sebuah perusahaan di Amerika Serikat menciptakan sebuah alat sensor yang bisa dimasukkan ke dalam bra untuk membantu mendeteksi kanker. Kutang pintar tersebut diklaim bisa mendeteksi tumor berukuran kecil dan akurat sehingga penggunanya bisa segera mencari bantuan dokter.

Cara kerja alat tersebut adalah mengukur perubahan suhu sel yang disebabkan oleh pertumbuhan pembuluh darah, kondisi yang dikaitkan dengan perkembangan tumor.

Sensor tersebut juga mengandung perangkat lunak yang menggunakan pola pengenalan, kronologi, dan kecerdasan untuk mengenali perubahan di jaringan payudara yang mengindikasikan adanya tumor. Peluncuran bra pintar ini ditargetkan pada tahun 2013.

http://health.kompas.com/read/2012/10/12/1623087/

19 Sep 2012

Tidur Pakai Bra, Benarkah Berbahaya?

“Melihat penderitaan ibu terkena kanker payudara, saya jadi khawatir. Makanya, sampai sekarang saya nggak mau lagi tidur pakai bra,” celoteh seorang artis sinetron di televisi.
Ucapan sang artis yang sangat mungkin didengar jutaan penonton di Indonesia itu, seolah mempertegas bahwa pemakaian bra saat tidur berpotensi menimbulkan kanker payudara. Maka, tidak sedikit wanita menghindari mengenakan bra saat tidur.

Benarkah pemakaian bra saat tidur bisa memicu munculnya kanker payudara?

“Nggak betul itu, tidak ada hubungan antara mengenakan bra saat tidur dengan munculnya kanker payudara,” kata dr. Febriansyah, SpOG., yang berpraktik di RSIA Kemang Medical Care, Kemang, Jakarta Selatan. Menurut dia, wanita boleh saja mengenakan bra saat tidur.

“Asalkan pilih bra yang tidak berkawat, karena model bra seperti ini membuat payudara tertekan. Akibatnya, aliran darah tidak lancar dan ini akan memengaruhi kesehatannya,” kata dr. Febriansyah.

Idealnya, lanjut Febriansyah, saat tidur memang sebaiknya tidak mengenakan pakaian dalam agar aliran darah bisa lebih lancar, tubuh menjadi lebih rileks, dan saat bangun tidur tubuh terasa lebih bugar.

“Kalau payudara tertekan, bra akan menghambat aliran darah sehingga menimbulkan beberapa masalah, misalnya merasa pegal dan sakit,” tambahnya.

Sama halnya dengan pria. Kata dia, informasi yang menyebut pria mengenakan celana dalam saat tidur bisa menyebabkan kemandulan itu tidak benar.

“Yang pasti, pria sebaiknya tidak mengenakan celana dalam ketat saat tidur. Sama saja tujuannya supaya tidak ada tekanan pada alat kelamin dan aliran darah lancar,” katanya.

Pria boleh saja mengenakan celana saat tidur, tapi pilihlah model celana longgar misalnya celana boxer. Baik pria maupun wanita, tidur hendaknya mengenakan pakaian longgar atau tidak terlalu ketat.

“Wanita yang mengenakan celana dalam terlalu ketat, sirkulasi udara pada vaginanya bisa terganggu. Hal ini dapat menimbulkan masalah keputihan,” kata Febriansyah.

Selain harus longgar, lanjutnya, hendaknya pria maupun wanita mengenakan pakaian yang mampu menyerap keringat. Sebab, di saat tidur, tubuh kita berkeringat. “Jangan mengenakan pakaian berbahan polyester karena bahan ini tidak menyerap keringat.

http://id.she.yahoo.com/tidur-pakai-bra--benarkah-berbahaya-.html