30 Jun 2011

Enam Pecatur Gajah Jambi Bertempur Di Sumut

JAMBI – Xiangqi selain seni budaya asal Cina, Xiangqi juga secara resmi telah menjadi salah satu cabang olahraga asah otak (Xiangqi/ Catur Gajah) berdiri di Jambi sejak tahun 2002 ini, telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak sekolahan untuk membina siswa-siswi yang memiliki hoby olahraga asah otak.
Maka enam putra-putri Provinsi Jambi telah siap bertempur melawan daerah lain dalam event bergengsi tingkat nasional di Sumatera Utara (Medan).

“Khusus junior putra kita harapkan pada Ricky Chandra Johanes, Eric Rudy, dan Christian, sementara itu junior putri kita adalkan kepada Tri Nurdianti, Cynthia Navela Sari, dan Clarissa Kurniawan mereka telah mendapatkan pembinaan yang intensif selama beberapa bulan dari pemain senior.”

Pengpro Pexi Jambi menerima laporan dari ketua kontingen Jambi, bahwa peraturan pertandingan panitia tidak sesuai dengan yang diedarkan ke daerah-daerah, yang mana dalam undangan dari setiap daerah maksimum dapat mengirimkan 3 orang pemain junior putra maupun wanita, ternyata Jawa Barat kirim pemainnya lebih dari 3 orang” ini sangat merugikan daerah lain, terutama Provinsi Jambi dirugikan,“Apa yang kita sangsikan ternyata terjadi juga, panitia tidak konsekwen dengan peraturan yang mereka buat selain itu pertandinganpun bukan mengunakan sistem swiss, sepertinay ada indikasi bermain sabun sesama daerah. Pengprov Jambi telah melayangkan surat protes kepada panitia.

Pertandingan babak pertama wanita (30 Juni 2011).
Clarissa Kurniawan (Jambi) vs Vania Novianti (Jabar), Tri Nurdiyanti (Jambi) vs Vinia (Sumut), Cynthia Navela Sari (Jambi) vs Maureen (Jabar).

Pertandingan babak pertama junior putra.
Eric Rudy (Jambi) vs Rendi (Jabar), Christian (Jambi) vs Bay, Ricky Chandra Johanes (Jambi) vs Tahkesih Windi Suwarno (Sumsel). team

28 Jun 2011

Berita Duka CIta


羅基熀生於農曆甲寅年,
陽曆1914年9月 16日肖虎98歲.
往生於農曆辛卯年五月廿七日,
陽曆2011年 6月28日(星期二)
下午四点四十五分(Jam 16.45 WIB)
Berita Duka Cita
Telah meninggal dengan tenang
Lauw Kie Fong (98 tahun)
Bapak Mertua dari Wang Lee Hui
(Ketua Yayasan Buddha Amitabha Jambi)
Pada hari : Selasa, 28 Juni 2011, Jam 16.10
Almarhum disemayamkan di :
Perkumpulan “Hakka” Jambi
Almarhum dikremasikan pada :
Hari : Sabtu, 2 Juli 2001, Jam : 13.00
Di KM 7, Jln. Kapten Pattimura - Jambi

27 Jun 2011

Un Cu Sam Tai Tetapkan Feng Shui Klenteng Len Chun Keng

JAMBI – Setelah dua kali gagal menetapkan posisi pembangunan klenteng Leng Chun Keng 27 Mei lalu, Senin siang (27/6-2011) shen ming (roh suci) “Un Cu Sam Tai” telah menetapkan posisi pembangunan klenteng sesuai dengan prediksi feng shui.
Seperti diberikan terdahulu. dalam ilmu topografi kuno Tiongkok, feng shui mempunyai arti yang cukup besar buat manusia, feng shui dapat menjalin hidup manusia dalam keharmonisan dan membantu memperbaiki hidup dengan menerima Qi positif.

Maka tidak heran, feng shui yang tepat dipercaya dapat memberikan nasib baik dan pembawa rejeki, itulah sebabnya kenapa dalam setiap pembangunan rumah atau gedung baru orang selalu menggunakan feng shui sebagai alat untuk menentukan tata letak yang tepat dari sebuah bangunan.


Misalnya, pengurus klenteng Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN) Leng Chun Keng yang terletak di kawasan Jalan Koni 1, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, menggelar ritual memanggil roh shen ming (roh suci) untuk membantu menentukan feng shui bangunan klenteng baru yang akan mereka bangun. Walaupun mereka telah dua kali mengalami kegagalan, tetapi mereka tetap tabah melakukan ritual penentuan feng shui pembangunan klenteng Leng Chun Keng.

Roh shen ming (roh suci) “Un Cu Sam Tai” di undang untuk masuk kedalam patung yang diletakkan di tandu khusus berwarna merah. Setelah roh shen ming (roh suci) masuk ke kim sin (patung), maka shen ming (roh suci) akan memberikan petunjuk tata letak dan bentuk bangunan sesuai dengan feng shui yang baik.

Proses mencari feng shui dengan bantuan roh shen ming (roh suci) tersebut teryata tidaklah semudah yang dibayangkan banyak orang. Sejak pagi hingga tengah hari roh shen ming (roh suci) yang diundang tidak kunjung tiba untuk memberikan petunjuk dimana letak posisi yang tepat untuk pembangunan klenteng itu.

Dalam hal ini bisa terjadi dikarenakan roh shen ming atau roh suci memilih orang yang tepat untuk memikul kursi tandu (bahasa hok kien Kio) yang diduduki roh suci Un Cu Sam Tai. Setelah roh suci Un Cu Sam Tai datang, sipemangkul tandu (Kio) tidak mampu menahan arah yang dihendaki Un Cu Sam Tai, bahkan sang pemangkul beberapa kali jatuh bangun untuk menahan tandu tersebut.

Ternyata pencarian feng shui melalui ritual ini, tidaklah semudah yang kita bayangkan, terbukti sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 10.30 tidak ada tanda-tanda kehadiran roh suci Un Cu Sam Tai, namun puluhan pengurus Makin Leng Chun Keng silih berganti membacakan mantera, demikian juga dengan orang yang memikul tandu (Kio), sekitar pukul 11.10 WIB roh suci Un Cu Sam Tai datang, itupun hanya menentukan satu posisi, yaitu tengah klenteng (as).

Kali ini, hanya satu kin sin (patung) shen ming (roh suci) diletakkan diatas tandu, yaitu shen ming Un Cu Sam Tai yang dipercaya memiliki kemampuan keahlian feng shui, Un Cu Sam Tai di undang dari Klenteng Makin Gi Hong Tong. (rom-yul)

26 Jun 2011

Pemain Xiangqi (Catur Gajah) Jambi Menuju Sumut

JAMBI – Rangka rangka mengikuti event bergengsi tahunan di Sumatera Utara (Medan), Mulyadi selaku Ketua Harian Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI) Provinsi Jambi, Minggu siang (26/6-2011) resmi melepaskan atlit/ pemain muda Jambi untuk berlaga di Medan (sumut).
Prosesi pelepasan atlit Kejurnas Xiangqi (Catur Gajah) Ke-XI dilakukan Gedung Sekretariat Pengurus Provinsi Persatuan Xiangqi Indonesia (Pengprov PEXI) Jambi. Dengan memasangkan atribut kepada para atlit junior.

“Pelepasan secara resmi atlit Xiangqi Kejurnas Xiangqi di Medan (Sumut). Nantinya, tim kita akan diberangkatan menggunakan bus antar kota antar provinsi” ujar Mulyadi.

Mulyadi atas nama Darman Wijaya, Ketua Pengprov Pexi Jambi, mengharapkan agar tim Xiangqi Jambi yang di pimpin oleh Cien Han dapat menjaga tata tertib, sopan santun dalam pertandingan, jangan sampai mempermalukan Provinsi Jambi diajang nasional, yang terpenting adalah berjuang untuk mengharumkan nama Provinsi Jambi dikancah Kejurnas Xaingqi (Catur Gajah).

Xiangqi selain seni budaya asal Cina, Xiangqi juga secara resmi telah menjadi salah satu cabang olahraga asah otak (Xiangqi/ Catur Gajah) berdiri di Jambi sejak tahun 2002 ini, telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak sekolahan untuk membina siswa-siswi yang memiliki hoby olahraga asah otak.

Sedangkan Menurut Sekretaris Pexi jambi, M. Romy, untuk tahun ini Pengprov Pexi Jambi menargetkan minimal masuk peringkat 5 besar, karena pertimbangan beberapa daerah memiliki pemain yang tidak bisa dianggap enteng, apa lagi tuan rumah yang memilik ambisi untuk menjadi juara tingkat junior, maka mereka sengaja datangkan pelatih dari Cina untuk melatih para pemain-pemain muda Medan.

“Khusus junior putra kita harapkan pada Ricky dan Eric, sementara itu junior putri kita adalkan kepada Tri Nurdianti dan Cynthia, mereka telah mendapatkan pembinaan yang intensif selama beberapa bulan dari pemain senior. Tim Xaingqi Jambi diharapkan mampu mempertahankan prestasi di Kejurnas XI kali”. Tambah Romy, kita sangat mengharapkan para juri/ wasit dapat netral dalam memimpin pertandingan, jangan berpihak kepada daerah mereka, karena tahun 2010 waktu di DKI juri/ wasit tidak netral.

25 Jun 2011

Openi : Tantangan Pexi Dalam Pembinaan Generasi

Ternyata masih banyak orang beranggapan bahwa permainan catur Xiangqi hanya dimainkan oleh kalangan masyarakat Tionghoa yang usianya telah zuhur, pada hal dalam beberapa tahun ini, Xiangqi (Catur Gajah) telah berkembang pesat disekolah-sekolahan sebagai salah satu mata pelajaran extra kurikuler, tidak saja digemari dikalangan anak-anak Tionghoa melainkan juga digemari warga non Tionghoa.
Pengertia Xiangqi (Baca : Siang=Gajah dan Ci=Catur), merupakan suatu permainan masyarakat awam yang berkembang menjadi sebuah cabang olahraga, khususnya dikalangan warga Tionghoa Indonesia, karena adanya pembatasan pada zaman era Orde Baru, permainan Xiangqi sempat terhenti.

Permainan ini merupakan hasil kaborasi dari jenis permainan catur yang berasal dari Asia Tengah, yang telah berusia lebih dari dua ribu lima ratus tahun, dan dalam penyebarannya ke barat sampai ke daratan Eropa yang dibawa oleh musafir/ saudagar-saudagar kaya ke utara sampai ke daratan Tiongkok, dikedua wilayah masing-masing mengalami perobahan fundamental dan modifikasi dalam bentuk, di Eropa merupa catur biasa (nasional) sedangkan di Tiongkok berupa Xiangqi.

Ditanah air kita Indonesia, jenis permainan Xiangqi tersebut usianya sama tuanya dengan usianya arus kedatangan (migrasi) keturunan Tionghoa pada Abad ke XIV, kini telah terbentuk PEXI di beberapa provinsi, diantaranya pertama berdiri di DKI, menyusul Jatim, Sumut, Kalbar, Jambi, Sumsel, Riau, Babel, Lampung, Jabar, Jateng, Banten dan Bali.

Sejak tahun 2000 hingga kini Xiangqi dipertandingkan setiap tahun dari satu provinsi ke provinsi lainnya secara bergilir “Ini sebagaimana agenda tahunan Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI).” Selain itu salah satu agenda PEXI adalah Rapat Kerja nasional (Rakernas), tujuan Rakernas berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) adalah menyusun program kerja tahuan PEXI, yang terutama adalah pembinaan dan pengembangan Xiangqi dikalangan generasi muda Indonesia.

Namun sangat disayangi, Xiangqi gagal masuk ke jajaran Koni/ Koi, ada indikasi Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB-PEXI) yang hanya diperan oleh satu pihak, tanpa melibatkan pengurus lama yang telah berjuang selama sepuluh tahun di PB Pexi, seolah-olah mereka dibuang, pada hal dalam tubuh PB Pexi mayolitas adalah orang-orang dari Pengprov, yang lebih banyak mengerti Xaingqi daripada dengan obral janji.

Seperti yang disampaikan salah satu pengurus PB Pexi yang dibuang dalam kepengurusan 2009-2013 di jenjang sosial (facebook group Xiangqi), yang diibaratkan Xiangqiku sayang, Xiangqu yang malang.

Jika kita mau jujur, seyogyanya PB Pexi lebih peran aktif dalam pembinaan generasi muda Indonesia, karena kita telah memiliki segudang generasi muda yang berbakat dan berkwalitas, tidak kalah dengan tetangga kita seperti Singapure, Malaysia dan Vietnam.

Namun ambisi para pemain senior-senior lebih mengutamakan diri mereka daripada pembinaan generasi muda, karena mereka anggap generasi muda tidak bakal menguntungkan diri mereka secara pribadi, yang ada dimata mereka adalah meraih hadiah-hadiah yang dalam pertandingkan Xiangqi.

24 Jun 2011

Komentar Group Xiangqi facebook.com "Tentang Xiangqi Indonesia"

Hati saya merasa tergugah, karena begitu semangatnya Mas Romy dan Fung Ku memberikan kritikan yang membangun demi kemajuan Pexi.
Saya mau sedikit memberikan ulasan sebagai berikut :
Pertandingan Xiang Qi tahun ini di Medan, apakah disebut "KEJURNAS" ATAU OPEN TURNAMEN ?
Kalau namanya Kejurnas, setahu saya harus ada SK dari PB PEXI, dan peserta pertandingan adalah pengprov2, jika tidak ada SK dari PB PEXI berarti bukan Kejurnas tetapi suatu open turnamen.
Dan ada info juga : bahwa kejurnas tahun ini tidak ada Rakernas tetapi "Rakornas". Menurut saya yang benar adalah Rakernas karena untuk membahas dan evaluasi pelaksanaan program tahunan dan sesuai dengan Anggaran Dasar Persatuan Xiang Qi Indonesia.

Persatuan Xiang Qi (PEXI) dibentuk pada jaman Bp Teddy Yusuf dan Bp Bunyanto Eka Cendana adalah bertujuan untuk :
1. ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa
2. sebagai sarana untuk komunikasi antar warga dalam rangka memupuk rasa saling pengertian untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan.
3. Mengharumkan nama Indonesia (Merah Putih) di arena olah raga International.

Setelah kepemimpinan Bp Bunyanto, organisasi ini makin terpuruk dan roda organisasi tidak berjalan, apalagi dengan meninggalnya Pak Lala (salah satu sesepuh xiang qi).

Tadinya semua komunitas xiang qi berharap dengan estafet tongkat komando Pexi dari Pak Bunyanto kepada Ketum sekarang akan membuat xiang qi Indonesia jauh lebih baik daripada sebelumnya, karena secara financial sangat mendukung dan semua pengprov sudah berjalan dengan baik dan bagus. Tugas Ketum sekarang sebenarnya jauh lebih mudah dan enak daripada jaman Ketum sebelumnya karena hanya tinggal membina dan meneruskan saja (BUKAN MEMBANGUN).
Tetapi sejak 2 tahun berjalan roda organisasi makin tidak jelas, dan gaya kepemimpinan seperti "ONE MAN SHOW..."

Sejak Munas 2009 sampai sekarang KONON Ketum dan jajarannya masih belum dilantik dan belum ada penyerahan secara resmi dari Pak Bunyanto kepada Ketum yang sekarang, dengan kata lain Ketum sekarang sebenarnya LEGALITASNYA perlu dipertanyakan ??????

Demikian sedikit ulasan dari saya ini, tujuan ulasan ini hanya sekedar buat sharing dan bertujuan untuk kemajuan xiang qi baik regional maupun internasional.
Semoga ulasan ini bisa bermanfaat.

Terima kasih dan salam sukses untuk semua....

https://www.facebook.com/profile.php?id=100001309384921#!/home.php?sk=group_126350987421433&ap=1

21 Jun 2011

Rekonstruksi Pembunuhan Berakhir Ricuh

JAMBI - Rekonstruksi kasus pembunuhan yang dilakukan di halaman Mapolresta Jambi berakhir ricuh.! Karena keluarga korban berusaha memburu tersangka untuk menghakiminya di saat petugas akan mengembalikan tersangka ke sel tahanannya.
Karena alasan keamanan, maka rekonstruksi pembunuhan Nofrianis Matius, pelajar SMA yang dibunuh oleh tetangganya sendiri sebulan silam tidak dilakukan di tempat kejadian perkara, yaitu di kawasan Rt 33, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan, kota Jambi.

Rekonstruksi dimulai sekitar pukul 11.30 Wib atau molor dua jam dari jadual yang seharusnya pukul 09.00 wib, Sebab polisi menunggu pihak kejaksaan yang tak datang-datang.

Tanda-tanda akan adanya kericuhan sudah terlihat sejak awal berjalannya rekonstruksi,
belasan keluarga korban emosi ketika pelaku Jefri Efendi Tobing digiring Polisi menuju tempat rekonstruksi.

Dengan nada kesal, pihal keluarga korban memprotes tindakan Polisi yang dinilai merekayasa jalannya rekonstruksi, karena tak mau menyertakan barang bukti berupa 3 linggis dan membawa saksi lain seperti ayah tersangka dan seorang anggota provos yang berada di TK saat kejadian.

Rekonstruksi pembunuhan pelajar SMA oleh tersangka tersebut sengaja digelar Polisi di halaman Mapolresta Jambi karena alasan keamanan tersangka. Rekonstruksi berlangsung alot, karena ayah korban dan kerabatnya memprotes keterangan saksi hingga adegan yang direncanakan 11 adegan, berkembang menjadi 26 adegan.

Sambil berteriak, Keluarga korban juga meminta kepada Polisi agar proses rekonstruksi tidak didramatisir dan Polisi harus benar-benar serius dalam menangani kasus ini.

Pengamanan rekontruksi cukup ketat dan berlapis dilakukan petugas kepolisian guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, meski mendapat protes, rekonstruksi tetap berlangsung hingga sukses tanpa adanya hambatan. (nug)

20 Jun 2011

PTC Merayakan Hari Ayah (父親節) Sedunia “Father’s Day”

JAMBI – Sekitar seribu warga tionghoa dari berbagai elemen hadir di Abadi Convention Center (ACC), kehadiran mereka adalah untuk memeriahkan peringatan “Hari Ayah” sedunia yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Teo Chew (PTC) Jambi.

Minggu malam (19/6-2011) Perkumpulan Teo Chew (PTC) Jambi kembali mengelar perayaan Hari Ayah “Father’s Day” sedunia yang jatuh pada 19 Juni 2011.
Sehari sebelum acara Hari Ayah “Father’s Day” digelar, terlihat puluhan pengurus PTC tengah sibuk mengatur berbagai perlengkapan untuk menyambut kedatangan para tamu-tamu undangan.

Hari Ayah (父親節) “Father’s Day” adalah hari untuk menghormati ayah. Sementara di Amerika, dan lebih dari 75 negara lain, seperti Australia, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Hongkong dalam Hari Ayah atau Father’s Day (dalam bahasa Inggris) dirayakan pada hari Minggu di pekan ke tiga bulan Juni, dan dirayakan hampir di seluruh dunia yang dimulai pada awal abad ke-12.

Biasanya Hari Ayah “Father’s Day” dirayakan dengan pemberian hadiah kepada ayah dan kegiatan kekeluargaan. Hari Ayah diadakan untuk melengkapi Hari Ibu, hari untuk menghormati ibu. Di beberapa negara Eropa dan Timur Tengah, Hari Laki-laki Internasional atau International Men's Day (dalam bahasa Inggris) diperingati setiap bulan 19 November.

Di Indonesia sendiri Hari Ayah dirayakan pada tanggal 19 Juni, meskipun perayaan Hari Ayah tidak begitu populer dibanding dengan Hari Ibu.

Bahkan banyak negara menganggap ayah sangatlah penting, karena figur ayah diakui memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap keluarga, masyarakat bahkan dunia.
Hari Ayah diperingati untuk memberikan kesempatan pada anak-anak mengungkapkan cinta dan menghormati sang ayah, juga untuk membantu perkembangan emosional anak yang jarang bertemu dengan ayah mereka.

Acara diawali laporan Ketua Panitia Pelaksana, Hanselin Lawin, selanjutan sambutan Rozak, Wakil Ketua II Perlumpulan Teo Chew Jambi dan selanjutnya hiburan karaoke dan makan bersama. (rom)

Melepaskan Nafsu Dunia Dengan Menjalani Atthasila

JAMBI - Menjalani Atthasila merupakan satu kewajiban bagi setiap umat Buddha yang memutuskan untuk menjalani hidup menjadi murid sang Buddha. Tentunya ini menjadi patokan bahwa seseorang sudah melafazkan dirinya untuk melepaskan nafsu dunia.

Ada beberapa persyaratan yang harus diikuti dalam menjalani ritual Atthasila. Menurut Bhikkhuni Miao Tan Fa She asal Taiwan, bahwa ada lima sila yang harus dipatuhi. Di antaranya adalah tidak membunuh makhluk hidup, tidak mencuri, tidak mengambil sesuatu yang tidak diberikan, tidak melakukan pelanggaran seksual, tidak berbohong, menipu dan tidak minum minuman keras, alkohol. “Ini merupakan peraturan dasar yang harus diikuti oleh umat dalam menjalani ajaran Buddha,” ujarnya.
Selain itu, ada tambahan tiga sila lagi yang juga harus diikuti oleh umat. Ini disebut dengan istilah delapan sila. Tambahannya adalah tidak makan makanan setelah tengah hari sampai fajar keesokan harinya. Tidak menonton pertunjukan (sinetron, dsb), tidak nyanyi, tidak dengar musik. Tidak menggunakan bahan kosmetik atau hal yang bertujuan untuk memperindah tubuh. Terakhir tidak duduk dan tidur di tempat yang tinggi dan mewah.


Khusus untuk peraturan tidak makan setelah tengah hari ternyata memiliki beberapa kompensasi. Umat diperbolehkan untuk minum jus yang terbuat dari buah-buahan yang besarnya tidak melebihi kepalan tangan seperti jeruk dan apel. Atau minum teh bagi yang memiliki penyakit mag.

Beberapa vihara di Kota Jambi telah mengadakan palatihan Atthasila. Bahkan ada peserta yang diwajibkan untuk tidak menjalin komunikasi dengan dunia luar selama mengikuti ritual Atthasila. Salah satunya di Yayasan Buddha Amithaba yang biasanya menyediakan waktu hingga dua hari untuk menjalani ritual Atthasila. “Ada beberapa section ritual yang dijalani. Mereka bisa istirahat pada jam-jam tertentu yang sudah ditentukan. Selebihnya, harus benar- benar mengikuti ritual Atthasila dengan baik dan benar,” ujar Asiang, pengurus Yayasan Buddha Amitabha.

Selain itu, puncak dari kegiatan Atthasila juga dilengkapi doa kepada para leluhur yang telah meninggal. Secara bersama-sama mereka akan mengirim doa dengan menuliskan nama leluhur pada satu kertas yang akan ditempelkan di dinding. Setelah doa digelar, kertas tersebut akan dibakar bersama-sama. “Ini salah satu kegiatan yang wajib digelar: memberikan doa kepada saudara kita yang sudah meninggal dunia. Itu juga salah satu tanda bakti kita kepada leluhur yang telah meninggal,” katanya

19 Jun 2011

Polisi Jambi Gelar Razia Teroris

JAMBI - Aparat kepolisian memperketat penjagaan pascaledakan bom paket yang terjadi di SM Swalayan, Sabtu (18/6/2011) sekitar pukul 09.25 WIB.

"Setelah ledakan bom yang terjadi di Kota Lubuklinggau, seluruh perbatasan Provinsi Jambi dijaga ketat untuk mengantisipasi tersangka lari ke daerah ini." Sabtu (18/6-2011) malam jajaran Poltabes Jambi melakukan razia semua penumpang kendaraan roda dua dan empat serta barang bawaannya.
Jajaran Poltabes Jambi tak mau kecolongan dengan pergerakan teroris ke Jambi, maka semalam melakukan razia teroris di wilayah hukum kota Jambi. Razia tersebut dilakukan dibeberapa titik, salah satunya di jembatan Makalam, dengan tujuan untuk mengatisipasi masuknya teroris. Selain itu, razia juga bertujuan mengurangi tindakan kriminal di kota Jambi.

"Razia dilakukan sejak malam pukul 21.00 wib dipimpin masing-masing Kapolsek. Dalam razia, petugas melakukan pemeriksaan terhadap semua mobil, terutama mobil yang berplat nomor luar kota. Mulai dari pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan hingga semua barang yang ada didalam kendaraan.

Dalam razia tersebut, petugas kepolisian tidak menemukan satu pun, baik teroris, minuman keras, maupun senjata tajam. (rom)

18 Jun 2011

Terus Gali Potensi Candi Muaro Jambi

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Terus mencari dan menggali potensi pariwisata Jambi, itulah kegiatan utama Dinas Pariwisata Provinsi Jambi selama satu minggu ke depan. Menurut Kabid Sejarah dan Purbakala, Ujang Hariadi, jajarannya akan bekerja sama dengan beberapa peneliti untuk melakukan penelitian lebih mendalam di situs percandian Muaro Jambi.
Lanjut Ujang, para peneliti itu rencanaya akan datang ke Jambi pada Senin (20/6). "Saya sudah dapat sms kepastian tanggal, smoga tidak ada perubahan," ujar Ujang.

Ujang pun menceritakan maksud dan tujuan para peneliti itu. Secara singkat, ujang mengatakan para peneliti itu datang untuk memeriksa kondisi tanah di bawah situs percandian Muaro Jambi.

Katanya lagi, mereka akan mencari dan memastikan ada tidaknya reruntuhan lain di bawah situs percandian Muaro Jambi. "Nanti pakai alat Georadar, jangkauannya bisa sampai 10 meter ke bawah tanah," ujar Ujang semangat.

Menurut Ujang, penelitian kali ini melibatkan banyak peneliti dan lintas organisasi. Katanya, mereka berasal dari Balai Arkeologi Palembang, Badan Geologi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Disbudpar dan BP3 Jambi.

Selain itu, menurut Ujang akan hadir pula penulis buku Budha di Nusantara, Bambang Budi Utomo. Mereka akan melakukan penelitian selama sekitar 20 ha. (aye)

http://jambi.tribunnews.com/2011/06/18/ayo-terus-gali-potensi-candi-muaro-jambi

15 Jun 2011

Satpol PP Kota Jambi Gelar Razia PNS

JAMBI – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi dan Inspektorat, Bagian Hukum Kota Jambi siang tadi (15/6-2011), menggelar razia Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkeliaran di pusat perbelanjaan, seperti di Swalayan Trona, Swalayan Meranti, Swalayan Jamtos dan WTC Batanghari.
Razia dilakukan dengan sasaran PNS yang berkeliaran di waktu jam kerja dan tidak memiliki izin meninggalkan kantor. Razia ini dilakukan sebagai cara untuk menertibkan PNS yang seringkali mangkir dari tugas.

Petugas Satpol PP mendapati beberapa PNS yang tengah asik berbelanja di Trona, Alhasil merekapun digiring ke pos sementara di pintu masuk swalayan.

Menurut Sabriyanto. SH, Kepala Kantor Satpol PP Kota Jambi, “Kita menegakkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin pegawai negeri sipil,” setidaknya menggelar razia di empat titik pusat perbelanjaan. Salah satunya di Trona.

PNS yang terjaring akan didata setelah itu akan dilaporkan ke pimpinan instansi tempat ia bekerja agar dibina oleh pimpinannya. Ujar Sabri.

Razia ini untuk menjaring PNS yang berkeliaran saat jam dinas. Sejauh ini razia masih berjalan. (rom)

Pexi Jambi Siap Ikut Kejurnas Xiangqi Di Sumut

JAMBI – Pengurus Provinsi Jambi, Persatuan Xiangqi Indonesia (Pengprov Pexi) Jambi siap mengirimkan para pemain Xiangqi (catur gajah) ke Sumatera Utara (Medan) akhir Juni mendatang dan mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).

Pengprov Pexi Jambi tahun ini akan mengirimkan pemain Xiangqi (catur gajah) tingkat junior putra-putri dalam turnamen Kejuaraan Xiangqi Nasional Ke-XI (Kejurnas) yang diselenggarakan dari 29 Juni hingga 3 Juli 2011 di Citi In Hotel, yang terletak di Jalan Sun Yat Sen No. 77, Medan (Sumut).
Saat ini semua pemain sedang dilatih oleh para pencinta Xiangqi senior di beberapa lokasi, agar mereka bisa menggali ilmu dari pemain-pemain senior.

Rombongan akan dipimpin oleh Ketua Pengprov Pexi Jambi, Darman Wijaya beserta Ketua harian Pengprov Pexi Jambi, Mulyadi.

Pemain yang akan diturunkan terdiri dari junior putra, 1. Ricky Chandra Johanes (SMP Bina Kasih), 2. Christian (SMP Bina Kasih), 3. Eric Rudy (SMA Unggul Sakti), sedangkan pemain junior putri terdiri dari 1. Tri Nurdiyanti (SMA Titian Teras), 2. Cynthia Navela Sari (SMP Bina Kasih), 3. Clarissa Kurniawan (SD Bina Kasih) dan Cien Han (Leader).

Menurut keterangan Ketua Pengprov Pexi Jambi, Darman Wijaya yang didampingi Mulyadi, bahwa, “Xiangqi merupakan salah satu seni budaya yang berkembang menjadi cabang olahraga yang ada di Indonesia. Dulu Xiangqi dinamakan catur gajah. Olahraga ini berasal dari Cina (Tiongkok) dan kini telah digemari dari berbagai kalangan untuk meningkatkan tali persaudaraan/ persahabatan”.

Sedangkan pemain senior beberapa tahun ini bukannya meningkat pola permainan melainkan mengalami kemunduran, maka Pexi Jambi putuskan tidak mengirimkan pemain-pemain senior tahun ini.

Selanjutnya tambah Mulyadi selaku pengurus harian Pengprov Pexi Jambi, “Tahun ini kita Jambi hanya mengirimkan pemain junior putra dan putri, dengan harapan agar mereka bisa lebih banyak belajar dari pemain dari daerah lain.”

Yang sangat diharapkan dari Sekretaris Pengprov Pexi Jambi, M. Romy, “Secara pribadi kita harapkan agar para panitia penyelenggara bermain sportif dalam event bergengsi ini, jangan merusak citra dari Kejurnas Xiangqi demi mengejar hadiah-hadiah, dengan segala cara rela merugikan daerah yang pernah melakukan turmanen Kejurnas, yang tak kalah penting adalah saat Rakornas/ Rakernas Pexi, disini kita mengharapkan agar ketua PB Pexi dapat memperlihatkan daftar susunan kepengurus PB Pexi yang dibentuk tahun 2009 di Hotel Omne Batavia Jakarta.

Disamping itu juga Pengprov Pexi Jambi sangat mengharapkan dukungan dari para kepala sekolah, guru-guru di sekolahan untuk meningkatkan olahraga khususnya Xiangqi di sekolahan. ini membuktikan olahraga Xiangqi sudah mulai diminati kaum usia muda yang memiliki kemampuan yang tidak bisa diragukan," katanya. (team)

Waw, Jambi Peringkat Pertama Polhut Bermasalah

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM – Jambi berada di peringkat pertama dalam hal polisi kehutanan (Polhut) yang bermasalah.

Terbukti 26 anggota SPORC Jambi terbukti bermasalah dan empat anggota Satuan Polisi Hutan Raksi Cepat (SPORC) diberhentikan karena tersangkut masalah indisipliner.
"Dari beberapa daerah yang kita awasi Jambi yang paling banyak petugas yang diberhentikan, ada empat orang petugas diberhentikan di Kalimantan kemarin satu orang, di Sumatera Utara satu orang," kata Raffles B Panjaitan, Direktur Penyidikan dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan RI, Selasa (14/6).

Dikatakannya pemberhentian empat anggota SPORC Brigade Harimau di Jambi karena terbukti melakukan tindakan indisipliner di antaranya ialah melakukan pengawalan dan pengutipan uang kepada pelaku pengedar kayu ilegal.

"Setelah dilakukan pengawasan dan penyelidikan, keempatnya terbukti melakukan tindakan indisipliner," kata Raffles.

Selain empat orang anggota SPORC diberhentikan, BKSDA Jambi juga memberikan sanksi administratif bagi 22 anggota SPORC Brigade Harimau Jambi.
Hebat Ya, Anggota SPORC Kawal Kayu Ilegal
JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM – Empat anggota Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Jambi yang diberhentikan, terbelit masalah serius. Secara tidak langsung, ulah keempat oknum itu melanggengkan praktik illegal loging.

Menurut Direktur Penyidikan dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan RI Raffles B Panjaitan mengatakan keempatnya anggota SPORC tersebut terbukti melakukan tindakan indispliner.

Perbuatan indisiplener yang dilakukan itu di antaranya melakukan pengawalan dan pengutipan uang kepada pelaku pengedar kayu ilegal.

Sanksi tegas ini menurut Raffles adalah untuk memberi hukuman dan juga efek jera bagi anggota lain yang juga melakukan hal serupa.  Selain empat orang tersebut Raffles mengatakan 22 anggota SPORC lainnya juga diberikan sanksi administratif.

"Anggota yang terbukti melakukan tindakan indisipliner akan kita tindak tegas," katanya di Jambi, Selasa (14/6).

Empat Anggota SPORC Jambi Diberhentikan
JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Empat orang anggota Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat (SPORC) Brigade Harimau diberhentikan. Empat orang petugas yang berinisial HY, SF, SY dan MAS tersebut diberhentikan karena terbukti melakukan tindakan indisipliner.

Keempat anggota tersebut dua di antaranya bertugas di Taman Nasional Berbak, satu di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) dan satu orang bertugas di BKSDA Jambi.

"Keempat anggota itu terbukti melakukan tugas tanpa surat perintah dan tidak melaporkan kepada pengendali teritorial SPORC Brigade Harimau Jambi," kata Direktur Penyidikan dan Pengamanan Hutan Kementerian Kehutanan RI Raffles B Panjaitan, ketika ditemui tribunjambi.com di Bandara Sultan Thaha, Jambi, Selasa (14/6).

http://jambi.tribunnews.com/2011/06/14/waw-jambi-peringkat-pertama-polhut-bermasalah

12 Jun 2011

Puluhan Oma-Oma Mandikan Rupang Buddha

JAMBI – Walaupun suasana perayaan Waisak 2555/ BE 2011 telah berlalu, namun Minggu pagi (12/6) para penganut Buddha memadati lantai 5, Yayasan Buddha Amitabha di Jalan Halim Perdana Kusuma, pusat Kota Jambi.

Tempat peribadatan tersebut tampak ramai, sehingga kendaraan pengunjung hampir tak tertampung di lahan parkir, dan beberapa kendaraan menjejali badan jalan.
Sebelum prosesi pemandian dilaksana, para umat terlebih dahulu membaca sakra pendek (doa) yang dipimpin bhikkhu Le Ching sefu, setelah itu baru dilangsungkan pemandikan rupang yang diawali oleh bhikkhu, ketua Yayasan Amitabha, Wang Lie Kui dan umat. “Semua kegiatan ini dilakukan secara bergantian,” beber Asiang.

Sebelum prosesi pemandian ruang Bhudda dimulai, terlebih dahulu rupang (patung) Buddha diletakkan diatas rangkaian bunga telatai dan diletakkan di atas sebuah altar. Sedangkan di hadapan rupang terdapat air untuk memandikan rupang yang dicampur dengan bunga-bunga.

Mandi rupang adalah memperingati hari kelahiran Pengeran Sidharta di Taman Lumbini pada hari purnama bulan Waisak, 623 SM, maka para dewa menyirami Bodhisatva dengan air surgawi dan selanjutnya Bodhisatva berjalan tujuh langkah kedepan terus Bunga-bunga Teratai bermunculan dari tanah di bawah setiap jejaknya yang artinya terpenuhi harapannya.

Selain itu agar kita selalu mengingatkan ajaran sang Buddha serta membersihkan diri kita seperti Pangeran Sidharta Gotama. Selain itu menurut sejarahnya, ketika dilahirkan ke atas dunia ini, makna pemandian rupang adalah agar diri kita senantiasa bisa mengikuti ajaran-ajaran Sang Buddha. Selain itu jangan jadi orang yang egois, angkuh dan menjadi orang yang sombong maupun mementingkan diri sendiri dengan cara mengorbankan orang lain, karena apa yang kita nikmati diatas dunia ini merupakan titipan dari Sang Pencipta Alam Semesta. (rom)

11 Jun 2011

Pembongkaran Klenteng Leng Chun Keng

JAMBI – Jajaran pengurus Makin Leng Chun Keng yang terletak di Jalan Koni 1, Kelurahan Talangjauh, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Sabtu pagi (11/6-2011) pukul 07.00 Wib mulai memindahkan para shen ming (roh suci) yang berada di altar klenteng Leng Chun Keng, sebelum lakukan pemindahan, terlebih dahulu para pengurus Makin Leng Chun Keng memohon ijin kepada Tien (Tuhan red) dan para shen ming yang berada di klenteng Leng Chun Keng.
Untuk pengantinya Makin Leng Chung Keng akan membangun klenteng Leng Chun Keng baru ditempat yang sama, karena klenteng lama yang dibangun semi permanen pada tahun 1986 itu sudah tidak layak dipakai sebagai tempat sembahyang umat Khonghucu, pasalnya atap sudah pada bocor.

Prosesi pemindahan shen ming dipimpin langsung oleh rohaniwan Makin Sai Che Tien, The Lien Teng, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan Sun Peng Sing He/ Cie Liong Kong (shen ming/ roh suci). Pengurus Makin Leng Chun Keng membangun sementara tempat ibadah buat umat yang akan lakukan sembahyang.

Diawali pemindahan shen ming “Sun Peng Sing He/ Cie Liong Kong” disusul oleh shen ming yang lainnya, lalu mereka kembali lakukan sembahyang kepada Sun Peng Sing He/ Cie Liong Kong (baca pemberitahuan) bahwa semua shen ming telah mereka pindahkan.

Selanjutnya, roh suci Sun Peng Sing He/ Cie Liong Kong merasuki salah satu kitong/ tatong langsung meminpin pembongkaran klentengnya secara simbolis, diawali altarnya, lalu setiap sudut klenteng dan lain sebagainya. Hari Senin baru resmi pembongkaran klenteng dilakukan dan menunggu intruksi Sun Peng Sing He kapan akan dilakukan kembali pencarian feng shui yang sempat tertunda beberapa waktu lalu.

Ujar Lim Han Mong (Sukardi) Ketua Makin Leng Chun Keng, “Kita akan undang kembali Sun Peng Sing He untuk menentukan jadwal pencarian feng shui untuk posisi pembangunan klentengnya, klenteng lama sudah tidak layak dipakai, karena atap pada bocor.” Katanya Lim Han Mong. (rom)

Komplek Tamtama Dilalap Si Jago Merah

JAMBI - Si jago merah tak pernah pandang bulu jika sudah mengamuk!, terbukti puluhan rumah tamtama yang berada di Kompi Bantuan Batalyon 142/ Ksatria Jaya Jambi ludes dilalapnya.

Api menghanguskan 10 rumah Tamtama di blok 1/ Kompi Bantuan Batalyon 142/ Ksatria Jaya yang letaknya bersebelahan dengan Makorem 042/ Garuda Putih, di Jalan Urip Sumoharjo kawasan Telanaipura Jambi.
Asal api sendiri diduga berasal dari konsleting arus pendek listrik dari salah satu rumah prajurit di barak tersebut, kobaran api pertama kali diketahui oleh salah satu warga penghuni barak sekitar pukul 17.30 sore. Saat kejadian berlangsung kondisi komplek dalam keadaan sepi, karena banyak ditinggal prajurit berlatih di batalyon.

Para prajurit yang sedang piket beserta warga sekitar berupaya untuk memadamkan api, namun api dengan cepat menjalar ke bangunan lain.

6 unit Damkar Kota Jambi yang datang ke lokasi kejadian, baru bisa memadamkan api satu jam setelah kejadian.

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut keterangan Kepala Penerangan Korem 042/ Gapu, Mayor ARH. Alexius, api berasal dari rumah Praka Simanjuntak, “Api berasal dari arus pendek listrik (konsleting) di rumah salah satu anggota yang sedang latihan.”

Dengan musibah kebakaran yang melanda komplek prajurit ini, para korban kini ditampung sementara di aula Korem 042/Gapu.

Sedangkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi, sejak awal tahun 2011 hingga pertengahan Juni ini, setidaknya telah terjadi 32 kasus kebakaran dan 60 persen diantaranya terjadi akibat konsleting arus pendek listrik. (rom-nug)

6 Jun 2011

Seorang ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor

Terjadi Di Jakarta !!!, Ayah Menggendong Mayat Anaknya Dari RSCM Ke Bogor Karena Tak Mampu Bayar Ambulan !!

Penumpang kereta rel listrik (KRL) jurusan Jakarta – Bogor pun geger minggu (5/6). Sebab, mereka tahu bahwa seorang pemulung bernama Supriono (38 thn) tengah menggendong mayat anak, Khaerunisa (3 thn).
Supriono akan memakamkan si kecil di kampung Kramat, Bogor dengan menggunakan jasa krl. Tapi di stasiun tebet, supriono dipaksa turun dari kereta, lantas dibawa ke kantor polisi karena dicurigai si anak adalah korban kejahatan. Tapi di kantor polisi, Supriono mengatakan si anak tewas karena penyakit muntaber. Polisi belum langsung percaya dan memaksa supriono membawa jenazah itu ke RSCM untuk diautopsi.

Di RSCM, Supriono menjelaskan bahwa khaerunisa sudah empat hari terserang muntaber. Dia sudah membawa khaerunisa untuk berobat ke puskesmas kecamatan setiabudi. Saya hanya sekali bawa khaerunisa ke puskesmas, saya tidak punya uang untuk membawanya lagi ke puskesmas, meski biaya hanya rp 4.000,- saya hanya pemulung kardus, gelas dan botol plastik yang penghasilannya hanya rp 10.000,- per hari. Ujar bapak 2 anak yang mengaku tinggal di kolong perlintasan rel ka di cikini itu.

Supriono hanya bisa berharap Khaerunisa sembuh dengan sendirinya. Selama sakit khaerunisa terkadang masih mengikuti ayah dan kakaknya, muriski saleh (6 thn), untuk memulung kardus di manggarai hingga salemba, meski hanya terbaring digerobak ayahnya.

Karena tidak kuasa melawan penyakitnya, akhirnya khaerunisa menghembuskan nafas terakhirnya pada minggu (5/6) pukul 07.00.

Khaerunisa meninggal di depan sang ayah, dengan terbaring di dalam gerobak yang kotor itu, di sela-sela kardus yang bau. Tak ada siapa-siapa, kecuali sang bapak dan kakaknya. Supriono dan muriski termangu. Uang di saku tinggal rp 6.000,- tak mungkin cukup beli kain kafan untuk membungkus mayat si kecil dengan layak, apalagi sampai harus menyewa ambulans. Khaerunisa masih terbaring di gerobak. Supriono mengajak musriki berjalan menyorong gerobak berisikan mayat itu dari manggarai hingga ke stasiun tebet, supriono berniat menguburkan anaknya di kampong pemulung di kramat, bogor. Ia berharap di sana mendapatkan bantuan dari sesama pemulung.

Pukul 10.00 yang mulai terik, gerobak mayat itu tiba di stasiun tebet.
Yang tersisa hanyalah sarung kucel yang kemudian dipakai membungkus jenazah si kecil. Kepala mayat anak yang dicinta itu dibiarkan terbuka, biar orang tak tahu kalau khaerunisa sudah menghadap sang khalik. Dengan menggandeng si sulung yang berusia 6 thn, Supriono menggendong Khaerunisa menuju stasiun. Ketika krl jurusan bogor datang, tiba-tiba seorang pedagang menghampiri supriono dan menanyakan anaknya. Lalu dijelaskan oleh Supriono bahwa anaknya telah meninggal dan akan dibawa ke Bogor spontan penumpang krl yang mendengar penjelasan supriono langsung berkerumun dan supriono langsung dibawa ke kantor polisi Tebet. Polisi menyuruh agar supriono membawa anaknya ke RSCM dengan menumpang ambulans hitam.

Supriono ngotot meminta agar mayat anaknya bisa segera dimakamkan.
Tapi dia hanya bisa tersandar di tembok ketika menantikan surat permintaan pulang dari RSCM. Sambil memandangi mayat khaerunisa yang terbujur kaku. Hingga saat itu Muriski sang kakak yang belum mengerti kalau adiknya telah meninggal masih terus bermain sambil sesekali memegang tubuh adiknya. Pukul 16.00, akhirnya petugas RSCM mengeluarkan surat tersebut, lagi-lagi karena tidak punya uang untuk menyewa ambulans, Supriono harus berjalan kaki menggendong mayat Khaerunisa dengan kain sarung sambil menggandeng tangan Muriski. Beberapa warga yang iba memberikan uang sekadarnya untuk ongkos perjalanan ke Bogor.

Para pedagang di RSCM juga memberikan air minum kemasan untuk bekal Supriono dan Muriski di perjalanan.

Psikolog Sartono Mukadis menangis mendengar cerita ini dan mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang sangat tragis tersebut karena masyarakat dan aparat pemerintah saat ini sudah tidak lagi perduli terhadap sesama. Peristiwa itu adalah dosa masyarakat yang seharusnya kita bertanggung jawab untuk mengurus jenazah khaerunisa. Jangan bilang keluarga supriono tidak memiliki KTP atau KK atau bahkan tempat tinggal dan alamat tetap. Ini merupakan tamparan untuk bangsa Indonesia, ujarnya.

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8978983

1 Jun 2011

Balita Butuh Uluran Tangan Dermawan

JAMBI – Sungguh malang nasib balita yang baru berusia 6 bulan harus menanggung derita akibat kondisi perutnya semakin hari semakin membesar.

Anisa adalah anak ke empat dari pasangan Evi Trisyani dan Heru, mereka selama ini menumpang hidup di rumah salah satu kerabat mereka di kawasan Rt. 55, No. 52, Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.
Penyakit Anisa pertama kali diketahui sejak ia berumur 3 bulan dengan mulai membesarnya, dari hari ke hari perut Anisa bertambah membesar hingga urat di perutnya kelihatan dan kakinya ikut membengkak.

Oleh kedua orangtuanya, Anisa dibawa berobat ke umah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi dengan bantuan kartu Jamkesda bagi orang yang kurang mampu, menurut dokter yang merawatnya, Anisa menderita penyakit gangguan Liver dan Hepatitis B sehingga harus segera dioperasi untuk mengeluarkan cairan di perutnya, Karena peralatan medis di Jakarta lebih lengkap, ujar sang dokter.

Namun apa daya, faktor ekonomi orangtua lagi-lagi menghambat pengobatan si kecil.
Kerja orangtua Anisa hanyalah seorang penjaga malam disebuah persewaan lapangan futsal yang tidak cukup untuk biaya pengobatan Anisa.

Kini keluarga hanya bisa pasrah dan berharap ada dermawan yang mau membantu biaya pengobatan bagi buah hati mereka, (nug).

Delapan Dewa ( Ba Xian 八仙 )

Legenda Delapan Dewa mungkin berawal pada Dinasti Tang, dan cerita itu bervariasi pada setiap dinasti. Para karakternya, menurut versi setelah Dinasti Ming, adalah Han Zhongli, Zhang Guolao, Han Xiangzi, Tie Guali, Cao Guojiu, Lu Dongbin, Lan Caihe, dan He Xianggu. Dengan memiliki penampilan dan kepribadian yang sangat berbeda, Delapan orang ini merupakan Dewa yang hebat dalam ajaran Tao, dan mereka sering berkumpul bersama.
Delapan Dewa tidak langsung dilahirkan abadi. Mereka berasal dari dunia manusia, seperti dari anggota keluarga kekaisaran, pengemis, pendeta Tao, dan lain-lain. Ada kisah yang yang sangat menarik di belakang mereka saat berhasil berlatih dan mencapai keabadian.

Cao Guojiu adalah saudara seorang Kaisar, Tie Guali berkaki pincang dan berjalan dengan sebuah tongkat, He Xiangu seorang perempuan muda dan sangat menarik, Zhang Guolao terlihat sangat sehat di usianya yang lanjut dan sering menunggang keledai dengan terbalik. Han Xiangzi, keponakan dari Han Yu, seorang penulis terkenal di zaman Dinasti Tang dan sangat senang bermain seruling, Han Zhongli selalu terlihat dengan kipas daun palem di tangannya.

Melalui berbagai perjalanan mereka, Delapan Dewa bertemu dengan berbagai orang dan situasi, banyak di antaranya tertulis menjadi sebuah cerita. Satu perumpamaan keterlibatan Lu Dongbin yang menghalangi usaha untuk menawarkan penyelamatan manusia.

Delapan Dewa terdiri dari laki-laki dan perempuan, muda dan tua, kaya dan berbudi luhur, serta miskin dan rendah hati. Klenteng dari Delapan Dewa tersebar di seluruh Tiongkok dan patungnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari prosesi penyembahan. Senjata yang mereka bawa seperti lonceng, kayu keras, kipas, tongkat, seruling, pedang, botol labu, Tao dan keranjang bunga, ini semua disebut "delapan harta" dan simbol dari Delapan Dewa.

1. Li Te Guai
Li Tie Guai-("Li dengan tongkat besi"). Tongkat besi yang dimilikinya, diberikan oleh Xi
Wang-mu saat dia disembuhkan kakinya. Xi Wang-mu juga mengajarinya mengultivasi diri menjadi Dewa. benda lain yang dibawa-Nya adalah labu yang berisi ramuan ajaib.

Li kadang-kadang digambarkan dengan temperamen tinggi dan keras kepala, tapi murah hati terhadap orang miskin, orang sakit dan yang membutuhkan. Dengan menggunakan obat khusus dari labu-Nya, dia dapat mengurangi penderitaan orang lain. Ia sering digambarkan sebagai seorang pria tua jelek dengan wajah kotor, jenggot kumal, dan rambut berantakan yang diikat dengan pita emas. Dia berjalan dengan bantuan sebuah tongkat besi dan sering memikul labu miliknya di bahu atau dipegang ditangan. Dia juga sering digambarkan sebagai tokoh lucu, turun ke bumi dalam bentuk seorang pengemis dan menggunakan kemampuannya untuk memperjuangkan nasib yang membutuhkan dan tertindas.

Ada sebuah cerita lain tentang bagaimana Li sampai memiliki kaki yang pincang. Dengan Turun dari langit, Lao-zi memulai mengajarkan ajaran-ajaran Tao kepada Li. Segera setelah Li mencapai keabadian, ia meninggalkan tubuhnya untuk melakukan perjalanan ke Gunung suci Huashan. Dia meminta salah seorang muridnya untuk menjaga tubuhnya dan memberikan tugas khusus kepada murid-Nya untuk membakar tubuhnya jika ia tidak kembali dalam waktu tujuh hari. Namun, pada hari keenam, murid-Nya
menerima pesan bahwa ibunya sedang sakit keras. Dia bingung apakah harus memenuhi kewajibannya sebagai seorang anak atau menjaga tubuh Li. Akhirnya murid itu memilih pulang menjenguk Ibunya tapi sebelum itu ia membakar tubuh Li. Pada hari ketujuh, Li kembali dan menemukan tubuhnya sudah terbakar menjadi abu. Dia terpaksa memasuki tubuh seorang pengemis yang telah meninggal yaitu seorang pria dengan kaki pincang, dan cacat. Li tidak ingin hidup dengan tubuh barunya tetapi Lao-zi memintanya untuk menerima nasibnya, dan memberi Li sebuah tongkat besi untuk membantu dia berjalan.

2. Zhang Guo Lao

"Zhang Guo Lao" adalah salah satu dari Delapan Dewa. Dia adalah tokoh nyata dalam sejarah, keberadaanya-Nya dimulai sekitar masa pertengahan atau akhir abad ketujuh sebelum Masehi, dan berakhir kira-kira pada masa pertengahan abad kedelapan. julukan The "Lao" ditambahkan di akhir namanya, kata ini memiliki arti "Tua".

Zhang Guo Lao adalah paling eksentrik dari dewa lain, salah satunya dapat
dilihat dari gaya kung fu yang didedikasikan untuk dirinya. gaya ini meliputi
bergerak seperti memberikan tendangan sambil memutar badan atau tekukan sejauh bahu Anda menyentuh tanah. Dia dikenal cukup menghibur, sering membuat dirinya menghilang, minum dari bunga beracun, memetik burung-burung di langit, serta bunga menjadi layu hanya dengan menunjuk kearah mereka, saat berada dihadapan Kaisar.

Zhang Guolao punya kebiasaan unik, yaitu menunggang keledai putih secara terbalik, sehari berjalan bisa mancapai 10.000 Li. Tentu saja keledai itu juga merupakan keledai khayangan, yang bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam tas saat ia sedang tak diperlukan tuannya.
Sangat sedikit yang tahu mengapa dia menunggang keledai secara terbalik. Dia menemukan bahwa dengan berjalan ke depan berarti mundur ke belakang, dia lalu menunggang secara terbalik.

3. Cao Guojiu
Cao Guojiu adalah Dewa terakhir dari Delapan Dewa. Dia ditampilkan dengan pakaian pejabat resmi dan butiran batu giok. Kadang-kadang ia terlihat memegang alat musik.
keajaiban butiran batu gioknya adalah dapat memurnikan lingkungan.


Cao Guojiu adalah paman dari seorang Kaisar pada zaman Dinasti Song, yaitu adik terkecil dari janda Ibu Suri Cao.
Adik Cao Guojiu, Cao Jingzhi adalah pengganggu, tapi tak ada yang berani
menuntut dia karena koneksi yang kuat, bahkan setelah dia membunuh
seseorang. Cao Guojiu begitu kewalahan oleh kelakuan adiknya, merasa sedih dan malu. Akhirnya ia mengundurkan diri kantornya dan kembali pulang.

Suatu hari Zhongli Quan dan Lu Dongbin bertemu dengannya dan menanyakan apa yang sedang dia lakukan. Dia menjawab bahwa dia sedang belajar Tao.

"Apakah itu dan dimanakah itu?", mereka balik bertanya.

Pertama-tama dia menunjuk ke langit dan kemudian ke hatinya.

4. Zhongli Quan
Zhongli Quan adalah salah satu Dewa yang paling kuno dan menjadi pemimpin dari Delapan Dewa (Beberapa orang menganggap Lu Dongbin menjadi pemimpin). Ia juga dikenal sebagai Zhongli Han (Han Zhongli) karena dia lahir pada masa Dinasti Han.
Lahir di Yantai, Zhongli Quan pada masa hidupnya hanya pernah mengabdi pada masa Dinasti Han.

Menurut legenda, cahaya terang memenuhi ruangan saat dia dilahirkan. Setelah lahir, tujuh hari penuh dia terus-menerus menangis tanpa henti.

Zhongli Quan adalah seorang Jenderal dalam kerajaan pada masa Dinasti Han. Biasa digambarkan sebagai laki-laki gemuk bertelanjang perut dan membawa kipas bulu yang dapat mengendalikan lautan dan dapat menghidupkan orang mati.
Pada hari tuanya dia menjadi petapa dan mendalami ajaran Tao.

5. Han Xiang
Han Xiang atau Xiang Zi, adalah Salah satu dari Delapan Dewa.
Han Xiang lahir pada masa Dinasti Tang, dan memiliki nama kehormatan Qingfu.
Dia adalah kemenakan atau cucu dari Han Yu, seorang negarawan terkemuka di
Pengadilan Tang. Han Xiang belajar Taoisme di bawah bimbingan Lv Dongbin.
Pada suatu perjamuan dengan Han Yu, Han Xiang membujuk Han Yu untuk melepaskan hidupnya sebagai pejabat dan ikut belajar Tao bersama dia. Tapi Han Yu tetap pada pendiriannya dan sebaliknya mengatakan bahwa Han Xiang harus memberikan
hidupnya untuk Taoisme, bukan Konghucu, jadi Han Xiang menunjukkan
kemampuan Tao yang dia pelajari dengan menuangkan anggur kedalam cangkir demi cangkir dari labu miliknya tanpa berhenti.
Karena serulingnya dapat memberikan kehidupan, maka Han Xiang juga disebut pemain seruling pemberi perlindungan.


6. Lan Caihe
Dari kedelapan dewa, Lan Caihe adalah dewa yang paling sedikit memiliki informasi. Umur dan jenis kelaminya tidak di ketahui.
Lan biasanya digambarkan dalam pakaian yang tidak jelas, tetapi sering ditampilkan sebagai pemuda atau gadis membawa keranjang bunga yang terbuat dari bambu.
Diceritakan perilaku Lan sering aneh dan eksentrik. Beberapa sumber mengatakan gaun
Lan Caihe menggunakan gaun biru lusuh, dan dikenal sebagai dewa pelindung para pujangga. Dalam tradisi lain, Lan adalah penyanyi wanita dan memiliki lirik lagu yang dapat memprediksi kejadian masa depan secara akurat.

Dia terbang meninggalkan dunia dengan angsa langit atau burung bangau pergi ke langit. Diceritakan pernah suatu hari ketika berada di sebuah kedai, ia diduga bangun dan pergi ke kamar mandi. Tapi sebelum berangkat pergi dia melepaskan pakaiannya dan terbang dengan burung bangau atau angsa pergi ke langit.

7. He Xian Gu
He Xian Gu adalah satu-satunya dewa perempuan di antara Delapan Dewa.

Ada sumber yang mengatakan He Xian Gu berasal dari daerah Prefektur Yong (hari ini disebut Linglin County, Hunan) pada masa Dinasti Tang, atau dari keluarga kaya dan dermawan di daaerah Zengcheng, Guangdong.

Saat lahir He Xian Gu memiliki enam rambut panjang di kepalanya. Saat berusia
14 atau 15 tahun, seorang dewa muncul dalam mimpinya dan memberi petunjuk kepada dia untuk makan bubuk mika, agar tubuhnya bisa menjadi sangat ringan
dan abadi. Jadi, ia memakannya, dan juga bersumpah untuk tetap menjaga keperawananya.
Saat mendaki bukit dan menuruni lembah He Xian Gu dapat melintasinya dengan sangat cepat, rasanya melayang seperti makhluk bersayap. Setiap hari saat fajar dia pergi dan kembali di sore hari dengan membawa buah gunung yang dia kumpulkan untuk ibunya. Kemudian lambat laun dia menyerah mengambil makanan biasa. Ratu Wu mengirim utusan untuk memanggil dia datang ke istana, tetapi di jalan, ia menghilang.
Suatu hari pada periode Long Jing (sekitar 707 CE), He Xiangu terbang ke langit
di siang hari bolong, dan menjadi Dewa Tao.

8. Lu Dong Bin
Lu Dongbin pernah dalam satu kali berjanji pada Han Zhongli untuk menyelamatkan semua makhluk hidup. Namun dia belum juga menyelamatkan satu orang pun, kemudian dia melakukan sebuah perjalanan menuju daerah Yue Yang. Dia berada di sana dua tiga kali sebelum mencoba untuk mencapai masyarakat umum. Yue Yang sekarang adalah sebuah wilayah administrasi di Provinsi Hunan, Tiongkok, di tepi danau Dong Ting.

Lu Dongbin menyamar menjadi seorang lelaki tua yang menjual minyak untuk memasak. Dengan cara menjual minyak sebagai dalih untuk bertemu dan memilih orang yang diprospeknya, lalu bila seorang pelanggan terlihat tidak tamak, tidak meminta lebih banyak minyak daripada yang dibayarnya, maka dia akan menolongnya.

Jadi, selama bertahun-tahun dia berkeliling untuk menjual minyak, selama itu para pelanggan yang ditemui semuanya tamak meminta terlalu banyak, kecuali seorang perempuan tua. Bagaimanapun si perempuan tua, hanya mengambil sesuai dengan yang dibayarnya, bahkan tidak lebih satu tetes pun.
Mengejutkan, Lu Dongbin berpikir akhirnya dia menemukan seseorang yang layak diselamatkan. Dia bertanya pada perempuan itu, “Semua yang datang membeli minyak selalu ingin mendapatkan lebih kecuali Anda. Kenapa tidak meminta lebih?”

Si perempuan menjawab, “Saya cukup puas dengan sebuah botol minyak, selain itu sangatlah tidak mudah bagi Anda untuk mencari nafkah dengan menjual minyak. Bagaimana saya boleh meminta lebih?” Kemudian dia menawarkan Lu Dongbin minuman arak untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya.

Lu Dongbin merasa dia adalah seorang prospek yang baik dan bermaksud memberikan penyelamatan kepadanya. Saat dia menemukan ada sebuah sumur di ladangnya, dia menaburkan beberapa biji padi ke dalamnya. Dia berkata pada perempuan itu, “Anda bisa mendapatkan keberuntungan dengan menjual air dalam sumur ini.” Lalu dia beranjak pergi.

Perempuan tua itu berbalik dan menemukan air dalam sumur tersebut telah berubah menjadi arak. Seperti saran Lu Dongbin, perempuan tua itu menjual arak dalam sumur itu dan meraih keberuntungan selama setahun.

Pada suatu hari Lu Dongbin datang kembali ke tempat perempuan tua itu. Si perempuan tua tidak berada di rumah, hanya anak lelakinya yang ada di dalam. Lu Dongbin bertanya padanya, “Bagaimana hasil dari usaha menjual arak?”

“Usahanya berjalan sangat baik, tetapi tidak ada penyulingan biji–biji padi untuk memberikan makanan pada babi-babi.” jawab si anak lelaki. Mendengar perkataannya, Lu Dongbin mendesah. “Ketamakan manusia telah mencapai pada tingkat separah ini.” Maka dia mengambil kembali biji-biji beras dalam sumur tersebut dan berlalu pergi.

Tidak lama kemudian, perempuan tua itu kembali. Anak lelakinya menceritakan apa yang telah terjadi. Dia pergi ke sumur dan melihat ke dalam. Arak di dalamnya telah berubah kembali menjadi air. Si perempuan tua itu bergegas ke pintu, namun Lu Dongbin telah menghilang.

Lu Dongbin meninggalkan Yue Yang menuju Danau Dong Ting dan meninggalkan sebuah puisi yang meratapi sifat manusia, “Tiga kali ke Yue Yang namun belum menemukannya, menyenandungkan sajak saat melintasi Danau Dong Ting.”

http://www.confucian.me/group/parasucishenming/forum/topics/delapan-dewa-ba-xian-ba-xian