Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

23 Jul 2011

Induk Olahraga Asah Otak Jambi Rayakan Ultahnya Secara Sederhana

JAMBI – Semalam Pengurus Provinsi Jambi Persatuan Xiangqi Indonesia (Pengprov Pexi) Jambi merayakan hari jadinya Pexi Ke-X yang dirayakan secara sederhana di Sekretariat Pengprov Pexi Jambi, Jalan Makalam, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.

Selain merayakan ulant tahun Pengprov Pexi Jambi yang Ke-X, Pexi Jambi juga adakan syukuran atas keselamatan perjalanan P/P dari Jambi ke Sumut beberapa waktu lalu dan meraih prestasi yang cemerlang dalam pertandingan.
Ulang tahun selain dihadiri para pengurus Pengprov Pexi Jambi, juga dihadiri orangtua para pemain junior putra dan wanita, serta beberapa pihak utusan sekolahan.

Dalam sambutan, Ketua Pengprov Pexi Jambi tadi malam. Sesuatu, tentukan pula oleh nasib dan keberuntungan. Sebab tidak ada yang bisa memastikan, apabila dihadapkan pada kemampuan dan peluang yang sama. Itulah menariknya olahraga Xiangqi. Seorang olahragawan dituntut untuk menang secara jantan dan kalah secara terpuji. Seorang olahragawan disebut pahlawan karena ia berhasil membawa harum nama kelompoknya. Itulah yang dimaksud bahwa olahraga itu bersifat mempersatukan.

Oleh karena itu para pemain harus dapat memanfaatkan peluang waktu dan pandai merubah tantangan menjadi peluang. Sekecil apapun peluang itu, jika kita pandai memanfaatkannya, niscaya akan meningkatkan kualitas kita dari saat ke saat. Seperti orang bijak berkata,” Bukankah ‘seribu pasir’ tak akan pernah dibilang ‘seribu pasir’ tanpa adanya ‘pasir yang sebutir’ ?”

25 Jun 2011

Openi : Tantangan Pexi Dalam Pembinaan Generasi

Ternyata masih banyak orang beranggapan bahwa permainan catur Xiangqi hanya dimainkan oleh kalangan masyarakat Tionghoa yang usianya telah zuhur, pada hal dalam beberapa tahun ini, Xiangqi (Catur Gajah) telah berkembang pesat disekolah-sekolahan sebagai salah satu mata pelajaran extra kurikuler, tidak saja digemari dikalangan anak-anak Tionghoa melainkan juga digemari warga non Tionghoa.
Pengertia Xiangqi (Baca : Siang=Gajah dan Ci=Catur), merupakan suatu permainan masyarakat awam yang berkembang menjadi sebuah cabang olahraga, khususnya dikalangan warga Tionghoa Indonesia, karena adanya pembatasan pada zaman era Orde Baru, permainan Xiangqi sempat terhenti.

Permainan ini merupakan hasil kaborasi dari jenis permainan catur yang berasal dari Asia Tengah, yang telah berusia lebih dari dua ribu lima ratus tahun, dan dalam penyebarannya ke barat sampai ke daratan Eropa yang dibawa oleh musafir/ saudagar-saudagar kaya ke utara sampai ke daratan Tiongkok, dikedua wilayah masing-masing mengalami perobahan fundamental dan modifikasi dalam bentuk, di Eropa merupa catur biasa (nasional) sedangkan di Tiongkok berupa Xiangqi.

Ditanah air kita Indonesia, jenis permainan Xiangqi tersebut usianya sama tuanya dengan usianya arus kedatangan (migrasi) keturunan Tionghoa pada Abad ke XIV, kini telah terbentuk PEXI di beberapa provinsi, diantaranya pertama berdiri di DKI, menyusul Jatim, Sumut, Kalbar, Jambi, Sumsel, Riau, Babel, Lampung, Jabar, Jateng, Banten dan Bali.

Sejak tahun 2000 hingga kini Xiangqi dipertandingkan setiap tahun dari satu provinsi ke provinsi lainnya secara bergilir “Ini sebagaimana agenda tahunan Persatuan Xiangqi Indonesia (PEXI).” Selain itu salah satu agenda PEXI adalah Rapat Kerja nasional (Rakernas), tujuan Rakernas berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) adalah menyusun program kerja tahuan PEXI, yang terutama adalah pembinaan dan pengembangan Xiangqi dikalangan generasi muda Indonesia.

Namun sangat disayangi, Xiangqi gagal masuk ke jajaran Koni/ Koi, ada indikasi Pengurus Besar Persatuan Xiangqi Indonesia (PB-PEXI) yang hanya diperan oleh satu pihak, tanpa melibatkan pengurus lama yang telah berjuang selama sepuluh tahun di PB Pexi, seolah-olah mereka dibuang, pada hal dalam tubuh PB Pexi mayolitas adalah orang-orang dari Pengprov, yang lebih banyak mengerti Xaingqi daripada dengan obral janji.

Seperti yang disampaikan salah satu pengurus PB Pexi yang dibuang dalam kepengurusan 2009-2013 di jenjang sosial (facebook group Xiangqi), yang diibaratkan Xiangqiku sayang, Xiangqu yang malang.

Jika kita mau jujur, seyogyanya PB Pexi lebih peran aktif dalam pembinaan generasi muda Indonesia, karena kita telah memiliki segudang generasi muda yang berbakat dan berkwalitas, tidak kalah dengan tetangga kita seperti Singapure, Malaysia dan Vietnam.

Namun ambisi para pemain senior-senior lebih mengutamakan diri mereka daripada pembinaan generasi muda, karena mereka anggap generasi muda tidak bakal menguntungkan diri mereka secara pribadi, yang ada dimata mereka adalah meraih hadiah-hadiah yang dalam pertandingkan Xiangqi.

15 Jun 2011

Pexi Jambi Siap Ikut Kejurnas Xiangqi Di Sumut

JAMBI – Pengurus Provinsi Jambi, Persatuan Xiangqi Indonesia (Pengprov Pexi) Jambi siap mengirimkan para pemain Xiangqi (catur gajah) ke Sumatera Utara (Medan) akhir Juni mendatang dan mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).

Pengprov Pexi Jambi tahun ini akan mengirimkan pemain Xiangqi (catur gajah) tingkat junior putra-putri dalam turnamen Kejuaraan Xiangqi Nasional Ke-XI (Kejurnas) yang diselenggarakan dari 29 Juni hingga 3 Juli 2011 di Citi In Hotel, yang terletak di Jalan Sun Yat Sen No. 77, Medan (Sumut).
Saat ini semua pemain sedang dilatih oleh para pencinta Xiangqi senior di beberapa lokasi, agar mereka bisa menggali ilmu dari pemain-pemain senior.

Rombongan akan dipimpin oleh Ketua Pengprov Pexi Jambi, Darman Wijaya beserta Ketua harian Pengprov Pexi Jambi, Mulyadi.

Pemain yang akan diturunkan terdiri dari junior putra, 1. Ricky Chandra Johanes (SMP Bina Kasih), 2. Christian (SMP Bina Kasih), 3. Eric Rudy (SMA Unggul Sakti), sedangkan pemain junior putri terdiri dari 1. Tri Nurdiyanti (SMA Titian Teras), 2. Cynthia Navela Sari (SMP Bina Kasih), 3. Clarissa Kurniawan (SD Bina Kasih) dan Cien Han (Leader).

Menurut keterangan Ketua Pengprov Pexi Jambi, Darman Wijaya yang didampingi Mulyadi, bahwa, “Xiangqi merupakan salah satu seni budaya yang berkembang menjadi cabang olahraga yang ada di Indonesia. Dulu Xiangqi dinamakan catur gajah. Olahraga ini berasal dari Cina (Tiongkok) dan kini telah digemari dari berbagai kalangan untuk meningkatkan tali persaudaraan/ persahabatan”.

Sedangkan pemain senior beberapa tahun ini bukannya meningkat pola permainan melainkan mengalami kemunduran, maka Pexi Jambi putuskan tidak mengirimkan pemain-pemain senior tahun ini.

Selanjutnya tambah Mulyadi selaku pengurus harian Pengprov Pexi Jambi, “Tahun ini kita Jambi hanya mengirimkan pemain junior putra dan putri, dengan harapan agar mereka bisa lebih banyak belajar dari pemain dari daerah lain.”

Yang sangat diharapkan dari Sekretaris Pengprov Pexi Jambi, M. Romy, “Secara pribadi kita harapkan agar para panitia penyelenggara bermain sportif dalam event bergengsi ini, jangan merusak citra dari Kejurnas Xiangqi demi mengejar hadiah-hadiah, dengan segala cara rela merugikan daerah yang pernah melakukan turmanen Kejurnas, yang tak kalah penting adalah saat Rakornas/ Rakernas Pexi, disini kita mengharapkan agar ketua PB Pexi dapat memperlihatkan daftar susunan kepengurus PB Pexi yang dibentuk tahun 2009 di Hotel Omne Batavia Jakarta.

Disamping itu juga Pengprov Pexi Jambi sangat mengharapkan dukungan dari para kepala sekolah, guru-guru di sekolahan untuk meningkatkan olahraga khususnya Xiangqi di sekolahan. ini membuktikan olahraga Xiangqi sudah mulai diminati kaum usia muda yang memiliki kemampuan yang tidak bisa diragukan," katanya. (team)