Tampilkan postingan dengan label Diego Mendieta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diego Mendieta. Tampilkan semua postingan

4 Des 2012

Diego Ingin Mati di Negaranya

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA - Kabar kematian mantan penyerang Persis Solo, Diego Mendieta, memicu keprihatinan banyak pelaku sepak bola.
Beberapa pemain di antaranya mantan kapten PSIM, Nova Zaenal dan pemain PSS Sleman, Anang Hadi, memasang foto bergambar Diego Mendieta yang sedang tersenyum.

Gambar Diego dilengkapi tulisan keinginan terakhir pemain asal Paraguay yang menghembuskan nafas terakhir, di RSD Moewardi Solo, Senin (3/12/2012).

Mereka memasang foto Diego sebagai gambar identitas akun BlackBerry Messenger. Beberapa di antaranya melengkapi dengan kata-kata atau mengirim broadcast messege, berisi keinginan terakhir Mendieta.

Berikutkeinginan terakhir Diego yang ditulis dengan tinta merah dan dipajang sebagai gambar identitas akun BlackBerry Messenger beberapa pemain serta pelaku sepak bola:

Gak minta gaji Full
Aku
Cuma minta tiket pesawat
Biar bisa pulang
Ketemu MAMAH
Dan
Mati di negara saya

RIP#Diego Mendieta

http://id.olahraga.yahoo.com/news/diego-ingin-mati-di-negaranya-054416110--sow.html

Tragisnya Nasib Mendieta Peringatan Bagi PSSI

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Wafatnya Diego Mendieta mantan pemain Persis Solo versi Badan Liga Indonesia (BLI), mengundang keprihatinan tersendiri bagi Mantan Ketua Umum Persis Solo, FX Hadi Rudyatmo.
Kasus terkatung-katungnya gaji Mendieta, sakit yang diderita sang pemain hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit seharusnya bisa menjadi peringatan bagi PSSI. "Ini peringatan untuk PSSI," tegas pria yang akrab disapa Rudy itu kepada wartawan di Solo, Selasa (04/12/2012).

Striker asing asal Paraguay itu meninggal dunia di RS Dr Moewardi Solo setelah menderita sakit dalam beberapa bulan belakangan ini. Parahnya Mendieta tak mampu membayar biaya perawatan di rumah sakit karena gaji plus bonusnya selama empat bulan sebagai pemain di Persis Solo belum juga dilunasi pihak klub. Karier Mendieta harus berakhir tragis di RS Moewardi.

Rudy yang juga pernah masuk dalam keanggotaan Komite Normalisasi PSSI ini berharap PSSI selaku induk olahraga sepak bola di Indonesia bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan baik.

Akibat adanya konflik dan semrawutnya pengelolaan olahraga terpopuler di Indonesia ini akhirnya pemainlah yang menjadi korban. "Masalah ini harus ditangani oleh PSSI dengan baik," tegasnya.

http://id.olahraga.yahoo.com/news/tragisnya-nasib-mendieta-peringatan-bagi-pssi-043416563--sow.html