Tampilkan postingan dengan label Situs Purbakala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Situs Purbakala. Tampilkan semua postingan

22 Sep 2011

Kunjungan Presiden SBY Ke Candi Muarojambi

*Dihadiri 130 Bhiksu/ Bhiksuni Dari Luar dan Dalam negeri

JAMBI – Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) secara resmi menetepakan Kompleks Percandian Muarojambi menjadi Kawasan Wisata Sejarah Terpadu, di area Candi Gumpung, kawasan Kompleks Percandian Muarojambi, Desa Muaro Jambi Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi, Kamis (22/9) siang.
Candi Muarojambi sebagai warisan dunia (world heritage), Candi Muarojambi dianggap mewakili peradaban Nusantara pada abad VI sehingga layak dijadikan warisan dunia. Meski diusulkan menjadi warisan dunia.

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengatakan bahwa situs percandian Muarojambi menjadi bukti majunya peradaban bangsa Indonesia di masa lampau. Presiden mengajak masyarakat untuk melestarikan situs sejarah tersebut dengan lebih baik lagi. "Saya kagum dan saya melihat sungguh indah kawasan ini. Kalau dikelola dengan baik melibatkan para ahli dan masyarakat luas, maka insya allah tempat ini menjadi tempat Wisata Sejarah Terpadu," ujarnya.

Penetapkan Kompleks Percandian Muarojambi menjadi Kawasan Wisata Sejarah Terpadu di hadiri lebih kurang 130 Bhuksu atau Bhiksuni dari Thailand, Bhutan, Taiwan dan Indonesia, selain itu peresmian kawasan Wisata Sejarah terpadu juga dihadiri beberapa undangan lain, diantaranya dari India, Benoy K Behl dan Duta Besar Republik Rakyat China untuk RI, Zhang Qiyue. Kehadiran mereka atas prakasa dari The Society Of muarojambi Temple (The SOMT), serta segala fasilitas mereka ditanggung The SOMT.

Pada acara peresmian situs percandian Muaro Jambi, Presiden SBY didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono serta sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II. Dan didampingi Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus.

Sebelum meninggalkan lokasi candi, Presiden SBY berkesempatan menanam pohon di area situs Candi Muaro Jambi. Presiden menanam pohon Bodhi sedangkan Ibu Negara menanam pohon Sala. (Romy)

Presiden SBY Resmikan Candi Muarojambi Sebagai Kawasan Wisata

JAMBI - Hari ini Presiden SBY mencanangkan Candi Muarojambi sebagai warisan dunia (world heritage), Candi Muarojambi dianggap mewakili peradaban Nusantara pada abad VI sehingga layak dijadikan warisan dunia. Meski diusulkan menjadi warisan dunia.
Sekitar 82 bangunan kuno yang ditemukan di situs percandian Muaro Jambi, baru delapan candi yang berhasil dipugar, mayoritas candi dan bangunan kuno lainnya masih dalam bentuk reruntuhan. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, Didy Wurjanto, pihaknya mengalami kendala untuk melakukan pemugaran candi. Soalnya, sulit untuk menentukan bangunan mana yang bakal dipugar terlebih dahulu.

Presiden SBY secara resmi menetepakan Kompleks Percandian Muarojambi menjadi Kawasan Wisata Sejarah Terpadu, di Desa Muaro Jambi Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muarojambi Kamis (22/9) siang.

Dalam sambutannya, SBY sangat mengagumi keindahan Candi Muaro Jambi.
"Candi Muaro Jambi sungguh sangat indah, saya ingin agar Candi Muarojambi ini dijaga dan dilestarikan," ujarnya dihadapan para menteri dan para pejabat pemerintahan yang hadir pada acara tersebut di Kompleks Candi Muarojambi.

Selain melakukan peresmian, SBY juga melakukan penanaman pohon di komplek wisata percandian dalam rangka percepatan pertumbuhan program penghijauan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Sedangkan menurut Menteri Kebududayaan dan Pariwisata, Jero Wacik yakin ke depannya, Percandian Muarojambi akan menemani Borobudur dan Prambanan sebagai warisan dunia dari Indonesia.

Hal ini diungkapkan Menteri Kebududayaan dan Pariwisata, Jero Wacik saat peresmian komplek Percandian Muaro Jambi, di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, "Saya yakin Candi Muarojambi akan menemani Candi Borobudur dan Prambanan, tak lama lagi," ucapnya.

Jero Wacik menegaskan akan pentingnya mengangkat wisata sejarah di Majapahit dan Sriwijaya. Dua kerajaan besar itu menandakan kejayaan bangsa Indonesia di masa lalu. "Apakah kita bisa menjadi negara besar kembali,? Tanda-tanda itu sudah mulai terlihat," kata Jero Wacik. (Romy)

Presiden Resmikan Kawasan Wisata Sejarah Terpadu Candi Muaro Jambi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didamping Ibu Ani Yudhoyono dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, Kamis (22/9) pagi, meresmikan Candi Muaro Jambi, di Kabupaten Muaro Jambi, sebagai Kawasan Wisata Sejarah Terpadu.

Presiden berharap dengan ditetapkannya Muaro Jambi sebagai kawasan wisata sejarah terpadu, akan dapat menjadi peluang yang baik bagi Jambi unuk mengembangkan kepariwisataan di tempat ini serta mengembangkan ekonomi lokal.
Negara Indonesia, jelas Presiden, memiliki sejarah dan kejayaan masa lampau yang besar. “Kita harus bangga bahwa di bumi Indonesia ini pernah lahir peradaban yang maju pada jamannya, dan Indonesia merupakan tempat perpaduan peradaban dunia,” kata SBY.

Diungkapkan Kepala Negara, bahwa peradaban Hindu pernah berkembang di wilayah ini yang merupakan cerminan kebudayaan timur. Peradaban Islam yang juga disebut peradaban Islam dan peradaban dari Timur Tengah juga mewarnai budaya bangsa Indonesia. Kemudian datang peradaban barat bersamaan dengan kolonialisme.

Dalam perkembangannya, jelas SBY, berbagai peradaban itu mengalami proses pembentukan yang relatif damai dalam pembantukan peradaban Nusantara. Berbagai nilai-nilai termasuk nilai-nilai lokal ikut membentuk our civilization Indonesia saat ini. Ia mengajak semua pihak untuk menghormati masa lalu itu. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati masa lalunya, nilai-nilai dan peradabannya," ujar SBY.

Lebih lanjut dinyatakan oleh Presiden, bahwa disamping merasa bangga bahwa bangsa kita yang memiliki sejarah dan peradaban yang luhur, kita juga harus memiliki keyakinan diri untuk ke depan ini membangun peradaban bangsa yang lebih maju lebih unggul dan lebih mulia. “Jalan ke arah itu terbuka lebar kalau kita sungguh berketetapan hati, berpikir cerdas dan bekerja keras untuk bersama-sama membangun negeri ini untuk membangun peradaban yang betul-betul maju dan unggul,” tutur Presiden.

Sudah Terkenal
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menyebutkan, percandian Muaro Jambi bukan hal yang asing karena situs ini sudah terkenal sejak dahulu yang berhubungan dengan Kerajaan Melayu.

Dari sekitar 86 candi yang ada di sana, 12 di antaranya telah dipugar, tujuh di antaranya sudah selesai. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik menyatakan, situs Percandian Muara Jambi didaftarkan ke Badan Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk urusan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya (UNESCO) sebagai warisan dunia sejak 2009 tetapi belum ditetapkan karena Unesco perlu mempelajari lebih lanjut.

Diharapkan, nantinya percandian Muaro Jambi akan melengkapi Candi Borobudur dan Candi Prambanan yang sudah lebih dulu diakui oleh Unesco.

Kompleks Percandian Muara Jambi merupakan percandian peninggalan agama Buddha terluas di Indonesia, dengan luas sekitar 12 kilometer persegi. Candi yang dipercaya sebagai peninggalan budaya abad XI ini pertama kali ditemukan tentara Inggris sekitar 1820.

http://www.setkab.go.id/index.php?pg=detailartikel&p=2762