6 Jul 2010

Ribuan Orang Tonton Acara Bakar Tongkang

ROKAN HILIR, KOMPAS.com — Ketua Panitia Bakar Tongkang 2010, Jonatan A He, menyebutkan sedikitnya 60.000 orang dijadwalkan hadir dalam ritual bakar tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Senin (28/6/2010).
    
"Pengunjung sebanyak itu sebagian besar berasal dari luar Kota Bagansiapiapi, termasuk dari luar negeri," kata Jonatan saat dihubungi dari Kota Dumai, Riau, Sabtu (26/6/2010).
    
Jonatan yang juga pengurus Multi Marga itu mengatakan, ritual bakar tongkang kali ini diprediski lebih meriah dibandingkan tahun 2009. Kesimpulan ini diambil dengan melihat jumlah pengunjung yang diprediksi jauh meningkat.
    
"Sebanyak 60.000 calon pengunjung itu diperkirakan lebih besar sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencampai 30.000 pengunjung," kata dia.
    
Kemeriahan ritual kali ini, menurut Jonatan, juga dikarenakan adanya upaya panitia bakar tongkang bersama Pemerintah Kabupaten Rohil dalam memperkenalkan ritual budaya daerah tersebut hingga keluar daerah, mulai dari Kota Batam, Pekanbaru, wilayah Sumatera, hingga Jakarta.
    
Untuk sosialisasi keluar negeri, seperti Taiwan, Malaysia, dan Amerika Serikat, dilakukan pihak panitia penyelenggara melalui upaya promosi secara tidak langsung yang disampaikan pada setiap kesempatan di sejumlah negara tersebut.
    
"Apresiasi pemerintah daerah cukup besar untuk melestarikan budaya daerah. Di samping itu, komitmen untuk melestarikan kebudayaan daerah setempat sangat didukung oleh masyarakat yang multietnis itu," ujarnya.
    
Untuk memeriahkan suasana bakar tongkang, lanjut Jonatan, di sela acara pihak panitia juga menyiapkan malam hiburan festival lagu dan membuka kuis berhadiah puluhan juta rupiah.
    
Sementara itu, di lain kesempatan, Bupati Rokan Hilir Annas Makmun mengharapkan agar acara bakar tongkang dapat berjalan lancar tanpa ada hambatan yang berarti.
    
"Kami harapkan kegiatan dapat berjalan lancar dan aman," kata Annas menyambut kegiatan yang rencananya dihadiri dua menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan beberapa kalangan dari mancanegara.