18 Apr 2011

MBI Anjangsana Ke Panti Jompo

JAMBI – Dalam rangka menyambut Trisuci Waisak 2562/BE dan Hari Kartini, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Provinsi Jambi beserta Generasi Buddhis Sakyakirti dan Wanita Buddish Indonesia (WBI) mengunjungi Panti Jompo Budi Luhur di Jalan pangeran Hidayat, Kelurahan Paal V, Kecamatan Kota Baru, kota Jambi.
Kujungan sekaligus pemberian bantuan paket kepada lansia tersebut sebagai peringatan Hari Kartini yang jatuh 21April nanti sekaligus menuju peringatan hari besar umat Buddha, yaitu memperingati Tri Suci Waisak yang jatuh pada 17 Mei 2011 mendatang.


Tersirat diwajah para kakek-nenek lansia ini, terbias senyum tanda hati gembira, sementara warga vihara bertepuk tangan. Seratusan umat Buddhis dari Vihara Sakyakirti, memberikan bantuan makanan kepada penghuni panti. Mereka datang menggunakan mobil pribadi, sementara bantuan diangkut menggunakan mobil pik up.

Lagu kasih Ibu, Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia. Yang dilantunkan oleh melantun 70 lansia dan seratusan warga Vihara Sakyakirti di aula panti Budi Luhur Paal Lima Kota Jambi.

"Bertepatan dengan hari baik ini, kita berusaha untuk berbuat kebajikan dengan kunjungan kasih. Kita seperti ini berkat adanya bapak dan ibu," kata Balamitta ketua Majelis Budhayanaa Indonesia (MBI) Provinsi Jambi di aula Panti Budi Luhur, Minggu (17/4).

Selain pemeberian bantuan, ada beberapa agenda dibawa warga Buddhis, antara lain pengecekan kesehatan, makan bersama dan hiburan dari anak muda Buddhis digelar juga, pemeriksaan tersebut tidak dipungut biaya alias gratis.

Suasana kemarin siang tambah menghangat. Sembari duduk, para hadirin dihibur juga oleh penampilan artis lansia. Seorang nenek yang berumur 80 tahunan, diiringi electone piano anak muda Buddhis mendendangkan lagu Cucak Rowo. Sepontan hadirin langsung bertepuk tangan, bahkan beberapa orang langsung maju kedepan ikut berjoget, termasuk Balamitta. Suasana bertambah akrab lintas usia dan etnis ini lansung terlihat, anak muda dan orang tua bergoyang bersama diiringi suara 'emas' dari sang nenek.