Tampilkan postingan dengan label BP3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BP3. Tampilkan semua postingan

24 Okt 2012

Lian Bo Rinpoche dari Tibet Mengelilingi Candi Muarojambi


JAMBI – Situs percandian Muarojambi yang terletak di Desa Muara Jambi, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, tidak hanya dikenal oleh masyarakat di lingkungan Provinsi Jambi, kini situs yang luasnya dua puluh kali lebih luas dari Candi Borobudur di Jawa Tengah dan dua kali lebih luas dari Kompleks Candi Angkor Wat di Kamboja, maka tak heran apabila kompleks percandian Candi Muarojambi pun disebut sebagai kawasan candi terluas di Asia Tenggara.
Kini peninggalan sejarah bagi umat Buddha di masa Kerajaan Melayu abad VII hingga XIV ini masih menumbuhkan getaran yang dirasakan di Tibet (Cina) hingga kini.

Tersebarnya Candi Muarojambi melalui situs internet dikawasan Tibet, telah menjadikan lawatan para Bhiksu untuk berkunjungi ke Provinsi Jambi, khususnya ke Candi Muarojambi, seperti Lian Bo Rinpoche yang sengaja datang ke Jambi melalui Singapure, kedatangan Lain Bo Rinpoche bersama beberapa warga Singapore dari tanggal 22 hingga 24 Oktober 2012.

Kedatangan rombongan Lian Bo Rinpoche disambut oleh tokoh pendiri “Masyarakat Peduli Candi Muarojambi”, Hidayat, hari pertama mereka mengunjungi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi, hari kedua rombongan mengunjungi candi Muarojambi, di antaranya Bukit Sengalo (Bukit Perak), Candi Gumpung, Candi Tinggi I dan Candi Tinggi II, lalu istirahat makan siang, setelah itu dilanjutkan dengan mengunakan sepeda motor rombongan ke Candi Koto Mahligai yang jaraknya sekitar 4 kilometer, pulang dari Candi Koto Mahligai rombongan Lian Bo Rimpoche mampir ke Candi Gedong I dan II, Candi Kedaton dan Candi Astano.

Pada kesempatan tersebut Lian Bo Rinpoche menyempatkan diri melepaskan ratusan burung ke alam bebas di dua lokasi, yaitu di Bukit Sengalo dan dekat Candi Tinggi I. selain itu disetiap situs yang dianggap suci Lian Bo Rinpoche melakukan meditasi dan membaca kitab sutra. Rabu pagi rombongan Lian Bo Rinpoche kembali mengunjungi Museum Negeri Jambi yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo No. 1, Jambi.

Lian Bo Rinpoche juga menyampaikan rasa kagum dan puas dapat melihat langsung serta keliling candi Muarojambi selama sehari di dampingi Hidayat selaku tokoh pendiri Masyarakat Peduli Candi Muarojambi, “Saya merasa sangat puas dapat mengunjungi candi Muarojambi secara langsung dan sangat berterima kasih atas keramah tamahan masyarakay setempat”. (ungkapan dalam bahasa mandarin). (Romy)

10 Agu 2011

Tim Ekskavasi Candi Kedaton Temukan Sepasang Arca

MUARO JAMBI - Tim Ekskavasi (Pemugaran) Candi Kedaton di Situs Percandian Muarojambi dikejutkan dengan ditemukannya sepasang Makara atau profil bangunan mirip Arca.

Sepasang Arca ini ditemukan saat pihak Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jambi bersama timnya yang sedang melaksanakan pengupasan struktur bangunan bata yang selama ini telah dipenuhi lumpur dan tanaman liar.
Menurut Kepala BP3 Jambi, Winston “Pengupasan dan pemugaran sangat diperlukan sebagai upaya untuk penyelamatan peninggalan sejarah peradaban Buddha sejak Abad VII-XIV.”

Candi Kedaton berjarak sekitar 2 kilometer dari kompleks utama situs Muaro Jambi,
Pengupasan di kompleks ini merupakan proyek ketiga. Sejak tahun 2009, BP3 dua kali memugar bangunan induk.

Seluruh rangkaian pengerjaan di kompleks Kedaton ditargetkan selesai empat tahun ke depan.

Struktur bangunan yang berada di sisi utara Candi Kedaton itu diduga merupakan gapura bangunan induk. Ketika pengupasan berlangsung, secara tidak sengaja tim menemukan sebuah benda mirip Arca dari batu sungai (andesit) pada sisi kanan gapura. Setelah pengupasan terus dilakukan hingga memakan hampir 2 jam, baru diketahui benda setinggi 1 meter itu adalah Makara yaitu profil mirip Arca yang lazim dibangun pada gapura.

Meski telah tertimbun tanah selama ratusan tahun, kondisi Makara masih utuh, berukuran tinggi satu meter dan dilengkapi dengan berbagai ukiran menyerupai kepala ular Cobra.

Temuan sepasang Makara dari batuan andesit ini semakin membuktikan bahwa Situs Candi Muarojambi masih banyak tersimpan benda purbakala bernilai sejarah tinggi, maka tak heran kawasan Percandian Muarojambi kini masuk dalam nominasi salah satu warisan dunia oleh Unesco. (rom-nug)

http://albumjambi.blogspot.com/2011/08/penemuan-dua-arca-di-candi-kadaton.html

http://media-fotografers.blogspot.com/2011/08/penemuan-dua-arca-di-candi-kadaton.html