Tampilkan postingan dengan label Candi Kadaton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candi Kadaton. Tampilkan semua postingan

26 Jun 2012

Bhiksu Rinpoche Naik Sepeda Keliling Candi Muarojambi


JAMBI – Bhiksu Rinpoche segaja terbang dari Singapure ke Jambi untuk melihat peninggalan prasejahra yang terbesar di asia tenggara dan keindahan panorama di Candi Muaro Jambi, Bhiksu Rinpoche sengaja datang ke Jambi bersama beberapa warga Singapure via Bandara Soekarno Hatta Jakarta.


Bhiksu berkebangsaan Tibet ini tertarik untuk mengunjungi situs Muaro Jambi. Terutama karena situs Muaro Jambi telah menjadi perhatian wisatawan luar negeri.

Situs purbakala kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi yang terletak di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, Candi Muaro Jambi merupakan salah satu peninggalan sejarah karena adanya kaitan antara keberadaan situs dengan penyebaran ajaran Buddha yang cukup terkenal bahkan terbesar di asia tenggara. Untuk itu, Bhiksu Rimpoche mengaku sangat tertarik untuk melihat dari keindahan panaroma candi dari dekat, maka mereka sengaja datang ke Jambi melalui Singapura (25/6).

Kunjungan Rinpeche ke candi didampingi salah seorang tokoh masyarakat yang peduli candi Muara Jambi, beliau juga banyak mengeluarkan dana untuk memperkenalkan candi di tingkat dunia tanpa pamrih.

Untuk mengitari candi Muaro Jambi satu persatu, Rinpoche mengunakan sepeda yang disewakan warga setempat mulai dari pukul 09.30 hingga pukul 14.00 wib, tidak ketinggalan mengabadikan candi dengan kamera handphone.

Sebelum keliling candi Candi Gumpung, Candi Tinggi Astano, dan Kembar Batu, Rinpoche melakukan pelepasan burung ke alam bebas di candi Kadaton, selanjutnya Rinpoche keliling arca yang ditemukan oleh para pekerja beberapa waktu lalu. (Romy)

3 Sep 2011

Candi Kadaton Dikunjungi Bhikkhu Asal Bhutan

JAMBI – Suatu kehormatan dimana salah satu situs purbakala kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi, yakni situs Candi Muarojambi kembali mendapatkan kunjungan dari Bhikkhu asal Bhutan, Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup beserta rombongan, Sabtu (3/9-2011) siang. Candi Muarojambi merupakan satu-satunya peninggalan sejarah yang cukup terkenal bahkan terbesar di asia tenggara.
Untuk itu, Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup mengaku sangat tertarik untuk melihat situs tersebut secara dekat, yang berada di areal Candi Muarojambi luasnya lebih besar dari Candi Borobudur.

“Saya pernah ke sini, makanya keinginan kembali melihat penemuan Makara di Candi Kadaton. baru mendapatkan kesempatan hari ini,” ujarnya saat kegiatannya keliling candi. Keinginanya melihat makara yang ditemukan tim Ekskavasi (Pemugaran) Candi Kedaton.

Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup menjelaskan bahwa keberadaan Candi Muaro Jambi ini merupakan salah satu bukti bahwa, banyak sekali benda peninggalan sejarah yang terdapat di Provinsi Jambi.

Gelar Pradaksina
Selain melihat makara di Candi Kadaton, Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup juga melakukan ritual sembahyang. Ritual ini dilakukannya sebagai salah bentuk penghormatan kepada candi yang dianggap sebagai salah satu benda suci dan juga meninjau Gedung Museum Candi Muarojambi, serta melepaskan ratusan ekor burung yang dikenal fang shen. (Romy)

16 Agu 2011

Heboh, Pekerja Pemugaran Candi Kembali Menemukan Arca

MUARO JAMBI – Secara tidak sengaja para pekerja pemugaran di Candi Kedaton, pagi tadi (16/8) kembali menemukan sebuah Arca (Makara) di menapo kompleks Candi Kedaton. arca tersebut ditemukan dalam posisi miring ke kiri diantara tumpukan bebatuan menapo.
Proses penggalian dilakukan secara manual oleh para penggali. penggalian terus di dampingi oleh ahli arkeolog dari BP3 Provinsi Jambi.

Jarak makara kedua tersebut ditemukan tepatnya berada dibelakang makara pertama ditemukan. dalam posisi miring kekiri.

Dengan ditemukan makara kedua ini, para pekerja yakin masih ada makara lain sekitar sini yang belum mereka temukan. Bentuk makara kedua tersebut beda dengan makara pertama, makara pertama bentuk ular, sedangkan yang kedua berbentuk monyet. (rom)
Heboh, Pekerja Pemugaran Candi Kembali Menemukan Arca
MUARO JAMBI – Secara tidak sengaja para pekerja pemugaran di Candi Kedaton, pagi tadi (16/8) kembali menemukan sebuah Arca (Makara) di menapo kompleks Candi Kedaton. arca tersebut ditemukan dalam posisi miring ke kiri diantara tumpukan bebatuan menapo.

Proses penggalian dilakukan secara manual oleh para penggali. penggalian terus di dampingi oleh ahli arkeolog dari BP3 Provinsi Jambi.

Jarak makara kedua tersebut ditemukan tepatnya berada dibelakang makara pertama ditemukan. dalam posisi miring kekiri.

Dengan ditemukan makara kedua ini, para pekerja yakin masih ada makara lain sekitar sini yang belum mereka temukan. Bentuk makara kedua tersebut beda dengan makara pertama, makara pertama bentuk ular, sedangkan yang kedua berbentuk monyet. (Romy)

15 Agu 2011

Ditemukan Tulisan Kuno di Bagian Makara

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Setelah menemukan dua makara, struktur tangga batu andesit, kemarin para pekerja pemugaran Candi Kedaton di kompleks Candi Muaro Jambi menemukan tulisan atau prasasti di bagian makara.
Wijianto, arkeolog yang mendampingi pemugaran Candi Kedaton mengungkapkan bahwa setelah makara betul-betul berhasil dikupas dan dibersihkan, pada tubuh makara berdiri terdapat prasasti ditulis dalam bahasa kuno yang belum bisa dipastikan asal bahasanya.

"Pada makara pertama ada prasasti di dua sisi bagian atasnya. Sementara pada makara satunya lagi disebelah ujung kanan paling bawah," ungkap Wijianto.

Makara pertama yang memiliki dua prasasti masing-masing terdiri dari tiga aksara dan empat aksara. Sementara pada makara satunya lagi terdapat aksara dua baris menyerupai kalimat. "Sampai saat ini belum diketahui itu aksara apa dan maknanya apa?" ucap Wijianto.

Ketua BP3 Jambi, Toni Mambo mengungkapkan, untuk bisa membaca aksara tersebut serta mendapatkan maknanya, maka pihak BP3 akan mengirimkan gambar aksara ke BP3 Pusat. Karena untuk BP3 Jambi diakuinya belum memiliki tenaga ahli yang mampu membaca aksara kuno.

"Nanti akan kita kirimkan ke pusat untuk dapat mengetahui apa bunyi dari prasasti tersebut," ungkap Toni Mambo.
Setelah tiga hari pengupasan akhirnya baru didapatkan ukuran pasti makara yang diketemukan.

Makara sebelah selatan candi kedaton atau bagian kanan memiliki ukuran tinggi, 135 sentimeter, lebar, 65 sentimeter, panjang 135 sentimeter. Adapun jarak makara dengan Candi Induk Kedaton sepanjang 133,50 meter.

Pun dengan bhiksu asal Thailand yang akrab disapa Bante Sujid yang datang khusus melihat makara, tak dapat membaca aksara itu. "Bukan huruf Thai, bukan juga Jawa. Ini sangat kuno, tapi saya tidak tahu," ujarnya usai mengamati aksara tersebut.

http://jambi.tribunnews.com/2011/08/13/ditemukan-tulisan-kuno-di-bagian-makara

14 Agu 2011

Makara Di Candi Kadaton, Ramai Dikunjungi

MUARO JAMBI – Dalam beberapa bulan ini, sejak ditemukan sepasang Arca (makara) di situs kebanggaan masyarakat Jambi mendapatkan kunjungan dari berbagai kalangan masyarakat kota Jambi dan sekitarnya, diantanya Bhikkhu asal Thailand.
Secara tidak sengaja, seorang tim pemugaran di Candi Kedaton menemukan makara (arca) pada Rabu (10/8-2011) silam. Makara tersebut saat ditemukan berada dalam timbunan tanah yang biasa disebut menapo. Kondisi dua makara yang ditemukan relatif utuh dan masih berada pada konteks bangunan yang berupa reruntuhan bata.

Sepasang makara berwujud seperti perpaduan antara ikan dan gajah. Hanya saja terdapat perbedaan pada detil-detil ornament di kedua makara tersebut. Dengan ditemukan makara di Candi Kadaton beberapa waktu lalu, kini Candi Kadaton menjadi pusat perhatian warga kota Jambi dan sekitarnya.

Menurut penuturan satu pengunjung yang telah berniat ke Candi Candi kadaton beberapa waktu lalu, namun pada hari ini (14/8) baru ada waktu ke Candi Kadaton untuk melihat langsung bentuk makara, “Kami sekeluarga sangat penasaran dan ingin melihat secara dekat bentuk makara (arca) yang baru-baru ini ditemukan.”

Selain itu, dirinya mengatakan, bila kompleks situs ini sudah diakui sebagai warisan budaya dunia, maka pembangunan di lokasi ini akan menjadi sangat cepat. "Turis asing di seluruh dunia tentu ingin melihat dan belajar kemari. Sebab, ini bukan hanya peninggalan sejarah tetapi juga warisan dunia yang bisa dipelajari," ujarnya.

Situs Candi Muaro Jambi terletak ditepi sungai Batanghari di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Marasebo Kabupaten Muaro Jambi sekitar 40 KM dari Kota Jambi atau 30 KM dari Kota Sengeti. Situs kepurbakalaan Muaro Jambi merupakan tempat peninggalan purbakala terluas di Indonesia, membentang dari barat ke timur 7,5 kilometer di tepian Sungai Batanghari, dengan luas kurang lebih 12 KM persegi.

Secara Geografis Wilayah Muaro Jambi sebagian besar berada di daerah aliran sungai Batanghari. Beberapa abad silam daerah ini sudah dikenal menjadi jalur perdagangan baik antara suku bangsa di nusantara maupun asing seperti China, India, Persia, Arab, Eropa serta negeri-negeri di wilayah Asia Tenggara. Keberadaan situs Muaro Jambi diketahui untuk pertama kalinya dalam literatur barat dari laporan seorang perwira angkatan laut kerajaan Inggris bernama SC. Crooke pada tahun 1883. (romy)

Makara Di Candi Kadaton, Ramai Dikunjungi

MUARO JAMBI – Dalam beberapa bulan ini, sejak ditemukan sepasang Arca (makara) di situs kebanggaan masyarakat Jambi mendapatkan kunjungan dari berbagai kalangan masyarakat kota Jambi dan sekitarnya, diantanya Bhikkhu asal Thailand.
Secara tidak sengaja, seorang tim pemugaran di Candi Kedaton menemukan makara (arca) pada Rabu (10/8-2011) silam. Makara tersebut saat ditemukan berada dalam timbunan tanah yang biasa disebut menapo. Kondisi dua makara yang ditemukan relatif utuh dan masih berada pada konteks bangunan yang berupa reruntuhan bata.

Sepasang makara berwujud seperti perpaduan antara ikan dan gajah. Hanya saja terdapat perbedaan pada detil-detil ornament di kedua makara tersebut. Dengan ditemukan makara di Candi Kadaton beberapa waktu lalu, kini Candi Kadaton menjadi pusat perhatian warga kota Jambi dan sekitarnya.

Menurut penuturan satu pengunjung yang telah berniat ke Candi Candi kadaton beberapa waktu lalu, namun pada hari ini (14/8) baru ada waktu ke Candi Kadaton untuk melihat langsung bentuk makara, “Kami sekeluarga sangat penasaran dan ingin melihat secara dekat bentuk makara (arca) yang baru-baru ini ditemukan.”

Selain itu, dirinya mengatakan, bila kompleks situs ini sudah diakui sebagai warisan budaya dunia, maka pembangunan di lokasi ini akan menjadi sangat cepat. "Turis asing di seluruh dunia tentu ingin melihat dan belajar kemari. Sebab, ini bukan hanya peninggalan sejarah tetapi juga warisan dunia yang bisa dipelajari," ujarnya.

Situs Candi Muaro Jambi terletak ditepi sungai Batanghari di Desa Muaro Jambi, Kecamatan Marasebo Kabupaten Muaro Jambi sekitar 40 KM dari Kota Jambi atau 30 KM dari Kota Sengeti. Situs kepurbakalaan Muaro Jambi merupakan tempat peninggalan purbakala terluas di Indonesia, membentang dari barat ke timur 7,5 kilometer di tepian Sungai Batanghari, dengan luas kurang lebih 12 KM persegi.

Secara Geografis Wilayah Muaro Jambi sebagian besar berada di daerah aliran sungai Batanghari. Beberapa abad silam daerah ini sudah dikenal menjadi jalur perdagangan baik antara suku bangsa di nusantara maupun asing seperti China, India, Persia, Arab, Eropa serta negeri-negeri di wilayah Asia Tenggara. Keberadaan situs Muaro Jambi diketahui untuk pertama kalinya dalam literatur barat dari laporan seorang perwira angkatan laut kerajaan Inggris bernama SC. Crooke pada tahun 1883. (romy)