Tampilkan postingan dengan label PSK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSK. Tampilkan semua postingan

2 Nov 2012

Jual Diri, Para PSK Itu Diantar Suami...

SURABAYA, KOMPAS.com — Selain kawasan Jalan Pandanaran yang terkenal dengan "gadis" bermotor, ada ruas jalan lain di Kota Semarang yang juga dikenal sebagai kawasan prostitusi pinggir jalan, antara lain, di Jalan Imam Bonjol dan Jalan Tanjung, dekat dengan kawasan Stasiun Poncol.
Berbeda dengan Jalan Pandanaran yang tidak terlihat vulgar, di kawasan ini, setiap yang lewat akan melihat para perempuan malam menjajakan diri di pinggir jalan. Para pekerja seks komersial (PSK) itu tampak berusaha berpakaian seksi sambil mejeng di pinggir-pinggir jalan.

Dulu, para perempuan yang terlihat sudah dewasa dengan umur antara 20 hingga lebih dari 30 tahun tersebut biasa menjajakan diri dengan berdiri di pinggir jalan. Mereka akan menawarkan diri pada setiap lelaki yang lewat. Sekarang, sejak beberapa tahun terakhir, mereka tampak berbeda karena mulai mengendarai sepeda motor, yang sebagian besar berjenis matic. PSK di sepanjang jalan ini mangkal dengan cara duduk di atas motor.

Dengan menggunakan sepeda motor, mereka akan lebih mudah untuk lari dari kejaran petugas saat razia. Sebab, sebelum menggunakan sepeda motor, mereka sering terkena razia dari para petugas. Sayangnya, meski razia dilakukan rutin, tempat ini juga tidak berubah sejak beberapa tahun lalu, bahkan semakin ramai dengan puluhan PSK.

Di pinggir-pinggir jalan, juga terdapat banyak warung yang terkadang digunakan para PSK untuk bertransaksi sebelum ke kamar hotel.

Namun, ada pemandangan lain di salah satu sudut jalan tersebut, ada sejumlah lelaki bergerombol yang tampak asyik ngobrol. Mereka bukanlah pelanggan para PSK tersebut. Ternyata sebagian besar dari mereka merupakan suami atau pasangan dari para PSK, baik pasangan yang sah secara hukum, pasangan karena nikah siri, maupun pasangan kumpul kebo.

Para lelaki ini tampak mengawasi para perempuannya yang tengah mencari nafkah dengan menjual diri. Selain itu, mereka juga terkadang mencarikan pelanggan bagi pasangannya. Parahnya, jika terlihat "tidak laku", PSK itu bisa menjadi sasaran kemarahan dari suaminya.

Tidak segan-segan para suami ini menghajar istri mereka di depan umum.  “Dulu pernah ada yang dihajar di depan umum karena sampai malam tidak laku, tetapi ya nggak ada yang berani melerai, itu urusan mereka. Sudah jadi pemandangan umum di sini,” ungkap salah seorang pedagang nasi di kawasan itu.

Sebagian besar PSK di kawasan ini sudah memiliki anak. Mereka memang bekerja untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya. Mereka kebanyakan berasal dari beberapa wilayah di sekitar Kota Semarang.

Para "kupu-kupu malam" tersebut memang biasa mengenakan baju ketat dan seksi, tetapi untuk badan dan wajah bisa tergolong pas-pasan sehingga tarif PSK di kawasan ini pun lebih murah dibandingkan dengan kawasan Jalan Pandanaran. Mereka bisa memberikan pelayanan dengan tarif di bawah Rp 200.000 untuk setiap pelanggan, sudah termasuk sewa kamar di hotel-hotel kecil di kawasan itu.

http://regional.kompas.com/read/2012/11/02/09554389/

24 Jun 2012

Puluhan Pasang Terjaring Dalam Razia Hotel

JAMBI – Tim gabungan yang dikoordinir oleh Kadis Sosial dan Tenegakerja Kota Jambi semalam (23/6) melakukan razia pekerja seks komersial (PSK) menjelang datangnya bulan Ramadha di sejumlah tempat hotel melati di Kota Jambi, razia hotel-hotel terhenti satu tahun lebih.
Petugas dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnaker) Kota Jambi, Poltabes Jambi serta Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Jambi dan instansi terkait lainnya.

Dari hasil razia gabungan tersebut yang dilaksanakan malam Minggu hingga dini hari, diawali dari hotel Camar dikawasan Gatsu, di hotel ini, petugas mencari sepasang yang menggaku sebagai suami istri namun tidak bisa menunjukan surat nikah dan usia keduanyapun jauh berbeda, akhirnya pasangan tersebut digiring ke truk Satpol PP Kota Jambi, sedangkan beberapa kamar ditinggal lari oleh penghuninya, seperti kamar 207, terdapat jilbab, bra, tas wanita dan alat isap sabu-sabu (bong), untuk melanjutkan razia, kasus penemuan alat isap sabu-sabu ditindak lanjuti pihak kepolisian sektor pasar dan anggota BNN.

Selanjutnya tim meluncur ke belakang Novita Hotel, yaitu hotel Jambi Raya, di hotel Jambi Raya petugas mendapatkan sepasang isang berlainan jenis tengah bermadu kasih, sedangkan di hotel Anggrek, hotel Mayang Sari I, hotel Dalia kosong, hal ini petugas tidak melakukan razia di hotel Pundi.

Seusai razia dikawasan Mayang Sari, petugas melakukan razia ke hotel-hotel didaerah Angso Duo, di hotel Sarina petugas Sosnaker tidak diijinkan razia oleh salah satu petugas dengan dalih mengapa hotel lain tidak di razia, disini sempat berdepat dan petugas Sosnaker minta penjaga hotel Sarina membuat surat pernyatakan menolak petugas gabungan razia, namun penjaga hotel tidak berani akhirnya membiarkan tim lakukan tugas. Razia yang dilakukan di hotel-hotel kelas melati ini cukup mengejutkan dan mendapatkan perhatian dari masyarakat sekitar tempat razia.

"pasangan muda-mudi itu tertangkap dalam kamar hotel sedeang berduaan dengan pasangan yang bukan suami istri (pasutri). Tapi sebagian hotel di Kota Jambi sepertinya sudah bersih dari prostitusi, biasanya beberapa hotel tersebut wanita yang terjaring cukup banyak. Mungkin rencana razia sudah bocor, hingga terget pada kabur sebelum dirazia oleh tim gabungan,"ujar salah satu petugas razia.

Razia dibagi dalam dua tim, yaitu di wilayah Pasar Kota Jambi, Kecamatan Jambi Timur, Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Jelutung dan Kecamatan Kota Baru. Razia dimulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari. (tim)

30 Apr 2011

Puluhan Remaja Terjaring Dalam Razia PSK

JAMBI - Razia pekerja seks komersial (PSK) di sejumlah tempat hotel melati di Kota Jambi kembali digelar pada malam Sabtu hingga dini hari (30/4), razia PSK sempat terhenti satu tahun lebih.
Petugas dari Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnaker) Kota Jambi, Poltabes Jambi serta Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Jambi dan instansi terkait lainnya.

Dari hasil razia gabungan tersebut yang dilaksanakan Sabtu malam. Razia yang dilakukan di hotel-hotel kelas metali cukup mengejutkan, yang menjaring 22 wanita dan laki-laki 16 orang.

"pasangan muda-mudi itu tertangkap dalam kamar hotel sedeang berduaan dengan pasangan yang bukan suami istri (pasutri). Tapi sebagian hotel di Kota Jambi sepertinya sudah bersih dari prostitusi, biasanya beberapa hotel tersebut wanita yang terjaring cukup banyak. Mungkin rencana razia sudah bocor, hingga terget pada kabur sebelum dirazia oleh tim gabungan,"ujar salah satu petugas razia.

Menurut Kepala Kantor Sosnaker Kota Jambi, Kaspul, SH. ME, razia yang dilakukan pihaknya baru kali pertama di tahun 2011. "tujuan razia adalah untuk menekan maraknya PKS di Kota Jambi,"katanya.

Sementara itu ada beberapa kamar hotel hotel, tak satu pun oknum yang ditemukan. Namun tv menyala, handuk yang berserakan, tempat tidur yang masih hangat, serta botol minuman, tetapi penghuninya sudah lari.

Razia dibagi dalam dua tim, yaitu di wilayah Pasar Kota Jambi, Kecamatan Jambi Timur, Kecamatan Telanaipura, Kecamatan Jelutung dan Kecamatan Kota Baru. Razia dimulai sekitar pukul 23.00 WIB.

Tim yang melakukan razia di Pasar Jambi sempat terjadi kejar-kejaran dengan beberapa PSK yang sedang menunggu para hidung belang dibelakang Novita Hotelt

Bahkan banyak terdapat hidung belang yang membawa wanita usia muda ke hotel, dan juga ditemukan beberapa pasang yang usianya cukup senja sedang bercinta di dalam hotel (rom)