Tampilkan postingan dengan label Punk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Punk. Tampilkan semua postingan

9 Agu 2011

Penertiban PMKS Terus Berlangsung

JAMBI - Penertiban terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Pemuda Urakan Namun Kreaktif (PUNK) menjelang bulan suci Ramadhan 1432/ Hijriah, terus dilakukan Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsostek) Kota Jambi, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Bina Mitra Poltabes Jambi.
Sehari sebelumnya petugas gabungan menggelar operasi penertiban gelandangan atau pengemis (gepeng), dan anak jalanan (anjal), serta pemuda urakan namun kreaktif (PUNK), Senin pagi (8/8).

Dalam operasi kemarin 12 PMKS telah ditertibkan dan dibawa ke Kantor Dinsostek Kota Jambi. PMKS yang ditertibkan itu adalah gelandangan delapan orang, pengemis empat orang, anak punk sebanyak enam orang.

Sepertinya sepak terjang gepeng, anjal dan anak punk tidak henti-hentinya beroperasi, terbukti tim gabungan tadi sore (9/8), kembali gelar razia, mereka yang terjaring sehari sebelumnya, kembali terjaring dibeberapa lokasi, seperti di pasar beduk kawasan Mayang Sari, sedangkan anak punk mereka digaruk di kawasan Mayang Sari (gang Golden Kid).

Enam anjal yang diamankan petugas saat sedang minta-minta di pasar beduk, selainnya diamankan di persimpangan BI Telanaipura, dan Traffig Light Simpang Pulai. Bahkan petugas memergoki seorang anjal yang sedang teler akibat menghirup lem aika aibon dibawah jembatan sungai marem.

Menurut Kepala Dinsostek Kota Jambi, Kaspul, operasi ini menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk ke kantornya. Menurutnya, “Masyarakat banyak mengeluhkan keberadaan gepeng, anjal dan anak punk yang dinilai merusak keindahan dan ketertiban kota”. (rom-nug)

8 Agu 2011

Anjal Berontak Saat Rambutnya Mau Digunduli

JAMBI - Karena banyaknya keluhan warga tentang maraknya pengemis saat bulan puasa ini, Dinsosnaker Kota Jambi dan petugas Satpol PP Kota Jambi pun melakukan razia anak jalanan, gelandangan, dan pengemis di sejumlah tempat keramaian di dalam Kota Jambi.
Hasilnya, petugas berhasil menjaring belasan orang gepeng dan anjal yang nekat melakukan aktifitas meminta-minta di jalanan, meski sudah ada larangan dari pemerintah kota setempat.

Karena tak mau rambutnya yang keren digunduli petugas Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsostek) Kota Jambi, seorang anak jalanan nekat memilih bergelut dengan petugas yang menangkapnya. Petugas terpaksa berlaku kasar dan menggunduli rambutnya, karena dinilai tidak rapi sehingga dapat menakuti para pengguna jalan.

Meski anjal tersebut melawan, namun akhirnya petugas berhasil menguasai keadaan dan menggunduli rambut anak jalanan tersebut hingga plontos dan terlihat rapi. Setelah dicukur, anak-anak jalanan kemudian disuruh mandi dan diberi pakaian yang layak oleh petugas Dinsostek kota Jambi.

Dari data dinas sosial, sedikitnya 6 orang anak jalanan dan 10 pengemis berhasil terjaring, razia gepeng yang dilakukan petugas Dinsostek Kota Jambi dan petugas Satpol PP Kota Jambi di sejumlah tempat keramaian.

Selain itu, dari tangan anak jalanan ini, petugas menyita sejumlah barang bawaan mereka seperti gelang, anting, tali pinggang berkepala besi, gitar dan dua keping dvd porno.

Bagi mereka yang tertangkap adalah pendatang, setelah di data nanti, mereka rencananya akan dikembalikan ke daerah asal masing-masing. (Rom)