JAMBI – Salah satu tempat objek wisata yang dikunjungi tim ekspedisi jurnalis dari CCTV (China), Taiwan Macroview TV (Taipeh), Metro TV (Ind), Harian China News Service, Harian Indonesia Shang Bao adalah Jembatan gantung di Kabupaten Merangi, Jumat (9/9-2011) kemarin.11 Sep 2011
Jembatan Gantung Di Merangin
JAMBI – Salah satu tempat objek wisata yang dikunjungi tim ekspedisi jurnalis dari CCTV (China), Taiwan Macroview TV (Taipeh), Metro TV (Ind), Harian China News Service, Harian Indonesia Shang Bao adalah Jembatan gantung di Kabupaten Merangi, Jumat (9/9-2011) kemarin.7 Sep 2011
Kabut Asap Genggu Jadwal Penerbangan
JAMBI - Kabut asap yang terjadi di Kota Jambi saat ini, semakin tebal dan nyaris mengurangi jarak pandang mata. Hal ini juga menggunggu jadwal penerbangan dari Jakarta ke Jambi di bandara Sultan Thaha Jambi.Sejak pagi hingga siang hari, bandara Sultan Thaha Syaifuddin tertutup oleh kabut asap , hingga mengganggu sang pilot yang menerbangkan pesawat untuk melakukan pendaratan.
Jarak pandang yang hanya berkisar 400-700 meter pada pagi hari mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi, terganggu. Sejak pagi, jarak pandang mencapai 400-700 meter menjelang pukul 11 siang.
Kepala bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, Abiyoso mengatakan, “Adanya kabut asap memang sangat mengganggu jadwal penerbangan dari Jakarta ke Jambi, untuk itu, pihaknya meminta agar para penumpang lebih sabar,” karena jarak pandang sangat minim, maka tidak mungkin untuk melaksanakan penerbangan karena sangat berbahaya. Katanya.
Pesawat pertama yang berhasil mendarat adalah Lion Air, bahkan tiga pesawat Lion Air berhasil bendarat di bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, disusul dengan pesawat SKY Air dari Sumsel, Batavia Air, Sriwijaya dan Garuda Indonesia.
Kondisi kabut asap ini disebabkan meluasnya kebakaran lahan dan hutan, baik di dalam wilayah Provinsi Jambi maupun di kawasan provinsi tetangga, seperti Sumatera Selatan dan Riau.
Berdasarkan pantauan Satelit NOAA, pada September ini saja di wilayah Provinsi Jambi terpantau sedikitnya 92 titik panas atau nomor dua dibandingkan kawasan Sumatera Selatan dengan 315 titik panas. Posisi ketiga ditempati Riau dengan 81 titik panas. Hari ini, titik panas di Provinsi Jambi terpantau di lima lokasi, sebagian di antaranya berada dalam kawasan perkebunan kelapa sawit dan HTI. (Rom-Nug-Yul)
Kepala bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, Abiyoso mengatakan, “Adanya kabut asap memang sangat mengganggu jadwal penerbangan dari Jakarta ke Jambi, untuk itu, pihaknya meminta agar para penumpang lebih sabar,” karena jarak pandang sangat minim, maka tidak mungkin untuk melaksanakan penerbangan karena sangat berbahaya. Katanya.
Pesawat pertama yang berhasil mendarat adalah Lion Air, bahkan tiga pesawat Lion Air berhasil bendarat di bandara Sultan Thaha Syaifuddin Jambi, disusul dengan pesawat SKY Air dari Sumsel, Batavia Air, Sriwijaya dan Garuda Indonesia.Kondisi kabut asap ini disebabkan meluasnya kebakaran lahan dan hutan, baik di dalam wilayah Provinsi Jambi maupun di kawasan provinsi tetangga, seperti Sumatera Selatan dan Riau.
Berdasarkan pantauan Satelit NOAA, pada September ini saja di wilayah Provinsi Jambi terpantau sedikitnya 92 titik panas atau nomor dua dibandingkan kawasan Sumatera Selatan dengan 315 titik panas. Posisi ketiga ditempati Riau dengan 81 titik panas. Hari ini, titik panas di Provinsi Jambi terpantau di lima lokasi, sebagian di antaranya berada dalam kawasan perkebunan kelapa sawit dan HTI. (Rom-Nug-Yul)
3 Sep 2011
Candi Kadaton Dikunjungi Bhikkhu Asal Bhutan
JAMBI – Suatu kehormatan dimana salah satu situs purbakala kebanggaan masyarakat Provinsi Jambi, yakni situs Candi Muarojambi kembali mendapatkan kunjungan dari Bhikkhu asal Bhutan, Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup beserta rombongan, Sabtu (3/9-2011) siang. Candi Muarojambi merupakan satu-satunya peninggalan sejarah yang cukup terkenal bahkan terbesar di asia tenggara.
Untuk itu, Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup mengaku sangat tertarik untuk melihat situs tersebut secara dekat, yang berada di areal Candi Muarojambi luasnya lebih besar dari Candi Borobudur.
“Saya pernah ke sini, makanya keinginan kembali melihat penemuan Makara di Candi Kadaton. baru mendapatkan kesempatan hari ini,” ujarnya saat kegiatannya keliling candi. Keinginanya melihat makara yang ditemukan tim Ekskavasi (Pemugaran) Candi Kedaton.
Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup menjelaskan bahwa keberadaan Candi Muaro Jambi ini merupakan salah satu bukti bahwa, banyak sekali benda peninggalan sejarah yang terdapat di Provinsi Jambi.
Gelar Pradaksina
Selain melihat makara di Candi Kadaton, Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup juga melakukan ritual sembahyang. Ritual ini dilakukannya sebagai salah bentuk penghormatan kepada candi yang dianggap sebagai salah satu benda suci dan juga meninjau Gedung Museum Candi Muarojambi, serta melepaskan ratusan ekor burung yang dikenal fang shen. (Romy)
“Saya pernah ke sini, makanya keinginan kembali melihat penemuan Makara di Candi Kadaton. baru mendapatkan kesempatan hari ini,” ujarnya saat kegiatannya keliling candi. Keinginanya melihat makara yang ditemukan tim Ekskavasi (Pemugaran) Candi Kedaton.
Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup menjelaskan bahwa keberadaan Candi Muaro Jambi ini merupakan salah satu bukti bahwa, banyak sekali benda peninggalan sejarah yang terdapat di Provinsi Jambi.
Gelar Pradaksina
Selain melihat makara di Candi Kadaton, Rinpoche Ngagpa Thsering Dendup juga melakukan ritual sembahyang. Ritual ini dilakukannya sebagai salah bentuk penghormatan kepada candi yang dianggap sebagai salah satu benda suci dan juga meninjau Gedung Museum Candi Muarojambi, serta melepaskan ratusan ekor burung yang dikenal fang shen. (Romy)
2 Sep 2011
Puing-puing Bekas Kebakaran Di Pulau Pandan
Saat ini, beberapa warga yang rumahnya luput dari kebakaran juga mulai memasukkan kembali barang-barangnya ke dalam rumah. "Tadi waktu kebakaran kan dikeluarin, terus sekarang mulai dimasukin lagi," kata salah seorang warga, di lokasi kebakaran Pulau Pandan, Jumat (02/9/2010).
Aprizal, salah satu warga RT 27 yang juga turut menjadi korban tampak hanya bisa pasrah memandangi rumahnya terbakar dari awal hingga ambruk menyisakan puing. "Itu rumah saya Bang, saya belum sempat menyelamatkan barang-barang yang ada di dalam rumah," katanya mencoba tegar sambil menunjuk rumahnya yang terbakar.
Ia tak tahu apa yang akan dilakukannya setelah ini, karena semua dokumen juga tak berhasil ia selamatkan dari dalam rumah yang ia tinggali bersama dua kakaknya itu.
Selain itu, tampak beberapa ibu dan anak sedang mengaris diantara puing-puing untuk mencari sisa-sisa barang yang tidak terbakar maupun benda berharga lainnya. (Romy)
Ia tak tahu apa yang akan dilakukannya setelah ini, karena semua dokumen juga tak berhasil ia selamatkan dari dalam rumah yang ia tinggali bersama dua kakaknya itu.
Selain itu, tampak beberapa ibu dan anak sedang mengaris diantara puing-puing untuk mencari sisa-sisa barang yang tidak terbakar maupun benda berharga lainnya. (Romy)
Korban Kebakaran Tidur di Tenda-Tenda
Pasalnya ditengah suasana Perayaan Idul Fitri, mendadak berganti dengan suasana kepanikan dari ratusan warga yang rumah di kawasan Pulau Pandan, tanpa komando lagi wargapun berhamburan keluar rumah menyelamatkan barang-barang mereka.
Suara histeris diiringi tangisan warga pun semakin menjadi, manakala api terus membesar dan membakar ratusan rumah warga yang rata-rata terbuat dari bahan kayu, musibah itu melanda warga di lima Rt, yakni Rt. 27, Rt. 28, Rt. 34, Rt. 35, dan Rt. 38 habis dilalap si jago merah.
Berdasarkan pantauan ayojambi, dalam waktu yang singkat api telah meluluhlantakan ratusan rumah warga yang berdampingan. Kebakaran hebat kamis (1/9) siang benar-benar membuat warga setempat panik bukan kepalang. Disaat warga sedang berkumpul merayakan Lebaran.
Mereka pun sontak panik dan berhamburan menyelamatkan diri manakala api terus merembet dari rumah ke rumah. Tanpa buang waktu warga pun menyelamatkan barang-barang berharga yang dimilikinya. Masih dengan wajah penuh kepanikan warga berlomba adu cepat dengan api yang seakan mengejar mereka dengan cepatnya.
Tim pemadam yang turun ke lokasi juga tampak kewalahan menangani api yang sudah telanjur besar itu. Hal ini dikarenakan banyak faktor yakni angin yang cukup kencang, akses masuk permukiman warga yang sempit sehingga mobil pemadam tidak cukup menjangkau.
"Kita sangat kesulitan untuk masuk kelokasi kebakaran, karena mobil kita tidak bisa menjangkau titik terdekat api, karena jalan masuk ke pemukiman warga hanya sekitar dua meter," kata Didwan, Kepala Pemadam Kebakaran Kota Jambi.
Sekarang ratusan warga Pulau Pandan harus rela menjalani sisa-sisa Lebaran di pengungsian. Serta petugas dari TNI, Polri, Dinsosnaker Kota Jambi, dan PMI mendirikan posko pengungsian di lapangan dekat permukiman warga.
Api baru dapat dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB setelah menghanguskan ratusan rumah warga. Belum diketahui jumlah kerugian materi yang dialami warga. Hingga Kamis malam sekitar pukul 20.00, belum jelas angka pasti jumlah rumah yang terbakar.
Data yang dihimpun dari sumber Posko Bantuan Kebakaran di Pulau Pandan tercatat:
Rt. 27, jumlah rumah 30, 170 jiwa, 34 KK, terbakar 30 rumah.
Rt. 28, jumlah rumah 37, 267 jiwa, 67 KK, terbakar 60 rumah.
Rt. 34, jumlah rumah 20, 100 jiwa, 20 KK, terbakar 18 rumah.
Rt. 35, jumlah rumah 20, 77 jiwa, 20 KK, terbakar 15 rumah.
Rt. 38, jumlah rumah 47, 190 jiwa, 49 KK, terbakar 46 rumah.
Total 169 rumah, kepala keluarga (KK) 190 dan 913 jiwa.
(Romy)
Berdasarkan pantauan ayojambi, dalam waktu yang singkat api telah meluluhlantakan ratusan rumah warga yang berdampingan. Kebakaran hebat kamis (1/9) siang benar-benar membuat warga setempat panik bukan kepalang. Disaat warga sedang berkumpul merayakan Lebaran.
Mereka pun sontak panik dan berhamburan menyelamatkan diri manakala api terus merembet dari rumah ke rumah. Tanpa buang waktu warga pun menyelamatkan barang-barang berharga yang dimilikinya. Masih dengan wajah penuh kepanikan warga berlomba adu cepat dengan api yang seakan mengejar mereka dengan cepatnya.
Tim pemadam yang turun ke lokasi juga tampak kewalahan menangani api yang sudah telanjur besar itu. Hal ini dikarenakan banyak faktor yakni angin yang cukup kencang, akses masuk permukiman warga yang sempit sehingga mobil pemadam tidak cukup menjangkau.
Sekarang ratusan warga Pulau Pandan harus rela menjalani sisa-sisa Lebaran di pengungsian. Serta petugas dari TNI, Polri, Dinsosnaker Kota Jambi, dan PMI mendirikan posko pengungsian di lapangan dekat permukiman warga.
Data yang dihimpun dari sumber Posko Bantuan Kebakaran di Pulau Pandan tercatat:
Rt. 27, jumlah rumah 30, 170 jiwa, 34 KK, terbakar 30 rumah.
Rt. 28, jumlah rumah 37, 267 jiwa, 67 KK, terbakar 60 rumah.
Rt. 34, jumlah rumah 20, 100 jiwa, 20 KK, terbakar 18 rumah.
Rt. 35, jumlah rumah 20, 77 jiwa, 20 KK, terbakar 15 rumah.
Rt. 38, jumlah rumah 47, 190 jiwa, 49 KK, terbakar 46 rumah.
Total 169 rumah, kepala keluarga (KK) 190 dan 913 jiwa.
(Romy)
Heng Hu Tua Lang Kong Ritual Di Klenteng Tua
Jumat (2/9/2011) siang ramai dikunjungi warga untuk merayakan Ultah Sin Beng “Heng Hu Tua Lang Kong dan Te Hua Toa Lang Kong” dan sekaligus merayakan Kho Kun di klenteng tua di sebuah danau yang dikelilingi sungai Batanghari biasa disebut Danau Sipin oleh umat Khonghucu Jambi.
Prosesi ritual dimulai pukul 10.00 dipimpin oleh rohaniwan Budiman dari Makin Leng Chun Keng dengan membaca So Bun atau sejenis surat pemberitahuan kepada Tien (Tuhan red) pada hari tersebut pengurus klenteng, Lo Cu dan umat melakukan upacara sembahyang ulang tahun Heng Hu Tua Lang Kong dan Te Hua Toa Lang Kong, dengan berbagai sesajian untuk dipersembahkan kepada Tien dan memohon kepada Tien untuk melindung bangsa dan tanah air Indonesia, jauhkan malapetaka bencana alam, memberikan sejahtera dan kesehatan, murah rejeki, kerukunan dalam keluarga dan lain sebagainya kepada umatnya di bumi, selanjutnya baru sembahyang dialtar sang sin beng dengan membaca So Bun atau surat sejenis pemberitahuan, upacara berakhir pukul 13.00 dilanjutkankan makan bersama.
Klenteng Hua Leng Kheng memiliki keunikan tersendiri bila dibandingkan dengan klenteng-klenteng yang ada di Jambi, pasalnya bangunan klenteng dibangun kayu berlantai tanah, hingga kini lebih dari 100 tahun masih berdiri kokoh, menurut penuturan sesepuh klenteng Po Seng Thai Te, Djonni Attan kepada Ayojambi, Jumat (2/9), bahwa awalnya Kim Sien (patung) Po Seng Tai Te dibawa para leluhurnya dari daratan Tiongkok tahun 1904 silam, pada waktu itu belum ada klenteng, oleh kakenya dibuatlah sebuah pondok yang dipagari dinding bambu dan mengunakan atap daun ilalang, lantas sering bocor maka diganti atap dari daun kelapa.
Tahun 1974 dibangunlah klenteng dari bahan papan dan ata dari genteng, lantaran Danau Sipin yang dianggap rawan banjir maka pengurus klenteng memindahkan kim sien (patung sin beng) bangunan yang lebih besar dan megah di ke Jalan Serunai Malam Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru, namun ternyata beberapa sesepuh sempat didatangi roh sin beng Po Seng Tai Te meminta agar kim sien-nya dikembalikan ketempat semula dan klenteng tersebut dibuka kembali untuk umum.
Maka atas musyawarah tokoh masyarakat pada tahun 2002 klenteng Hua Leng Kheng secara resmi kembali dibuka untuk umum yang datang sembahyang dengan nama klenteng Po Seng Thai Te.
Kata Djonni Attan, bahwa ada pesan dari sin beng agar bangunan klenteng itu jangan dirobah-robah dan biarkan lantainya tetap dari tanah, “Biar klenteng itu tetap seperti semula dan lantainya tetap bentuk tanah, karena feng shui klenteng itu terletak dilantai” katanya. (rom)
Prosesi ritual dimulai pukul 10.00 dipimpin oleh rohaniwan Budiman dari Makin Leng Chun Keng dengan membaca So Bun atau sejenis surat pemberitahuan kepada Tien (Tuhan red) pada hari tersebut pengurus klenteng, Lo Cu dan umat melakukan upacara sembahyang ulang tahun Heng Hu Tua Lang Kong dan Te Hua Toa Lang Kong, dengan berbagai sesajian untuk dipersembahkan kepada Tien dan memohon kepada Tien untuk melindung bangsa dan tanah air Indonesia, jauhkan malapetaka bencana alam, memberikan sejahtera dan kesehatan, murah rejeki, kerukunan dalam keluarga dan lain sebagainya kepada umatnya di bumi, selanjutnya baru sembahyang dialtar sang sin beng dengan membaca So Bun atau surat sejenis pemberitahuan, upacara berakhir pukul 13.00 dilanjutkankan makan bersama.
Tahun 1974 dibangunlah klenteng dari bahan papan dan ata dari genteng, lantaran Danau Sipin yang dianggap rawan banjir maka pengurus klenteng memindahkan kim sien (patung sin beng) bangunan yang lebih besar dan megah di ke Jalan Serunai Malam Kelurahan Paal V, Kecamatan Kotabaru, namun ternyata beberapa sesepuh sempat didatangi roh sin beng Po Seng Tai Te meminta agar kim sien-nya dikembalikan ketempat semula dan klenteng tersebut dibuka kembali untuk umum.
Maka atas musyawarah tokoh masyarakat pada tahun 2002 klenteng Hua Leng Kheng secara resmi kembali dibuka untuk umum yang datang sembahyang dengan nama klenteng Po Seng Thai Te.
Kata Djonni Attan, bahwa ada pesan dari sin beng agar bangunan klenteng itu jangan dirobah-robah dan biarkan lantainya tetap dari tanah, “Biar klenteng itu tetap seperti semula dan lantainya tetap bentuk tanah, karena feng shui klenteng itu terletak dilantai” katanya. (rom)
1 Sep 2011
Si Jago Merah Hanguskan Ratusan Rumah Warga
JAMBI - Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di kawasan kampung baru, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Senin siang (1/9-2011).
Akibat kebakaran tersebut, ratusan rumah warga rata dengan tanah, sementara kerugian ditafsir mencapai ratusan juta rupiah.
Api diperkirakan mulai berkobar dari rumah salah satu warga yang terletak di Rt 28 sekitar pukul 14.00 Wib. Panasnya cuaca serta tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran sijago merah semakin mengila, api dengan cepat menyambar bangunan lainnya yang umumnya terbuat dari bahan kayu.
Penyebab kebakaran sendiri diduga berasal dari tungku masak, seorang warga yang dibiarkan menyala ketika ditinggal pergi berlebaran ke rumah tetangga.
Karena padatnya pemukiman penduduk dan sempitnya akses jalan menuju lokasi kejadian, juga menyebabkan petugas pemadam kebakaran (damkar) yang menerjunkan 11 unit mobilnya kesulitan memadamkan api.
Alhasil dalam waktu tiga setengah jam, api berhasil mengahuskan 150 rumah warga yang berada di lima Rt, yakni Rt 27, Rt 28, Rt 34, Rt 35 dan Rt 38.
Petugas pemadam yang dibantu puluhan aparat TNI dan Polisi akhirnya baru berhasil memadamkan api empat jam kemudian atau menjelang magrib.
Hingga berita ini diturunkan aparat kepolisian masih menjaga lokasi kebakaran, karena di tkp tersebut masih banyak barang-barang warga berserakan dimana-mana (Romy)
Penyebab kebakaran sendiri diduga berasal dari tungku masak, seorang warga yang dibiarkan menyala ketika ditinggal pergi berlebaran ke rumah tetangga.
Karena padatnya pemukiman penduduk dan sempitnya akses jalan menuju lokasi kejadian, juga menyebabkan petugas pemadam kebakaran (damkar) yang menerjunkan 11 unit mobilnya kesulitan memadamkan api.
Alhasil dalam waktu tiga setengah jam, api berhasil mengahuskan 150 rumah warga yang berada di lima Rt, yakni Rt 27, Rt 28, Rt 34, Rt 35 dan Rt 38.
Petugas pemadam yang dibantu puluhan aparat TNI dan Polisi akhirnya baru berhasil memadamkan api empat jam kemudian atau menjelang magrib.
Hingga berita ini diturunkan aparat kepolisian masih menjaga lokasi kebakaran, karena di tkp tersebut masih banyak barang-barang warga berserakan dimana-mana (Romy)
Langganan:
Postingan (Atom)