15 Jul 2010

Tronton Berisi Miras Ditangkap

JAMBI - Sebuah truck tronton bermuatan ribuan botol minuman keras (Miras) golongan b, ditangkap satuan patroli jalan raya (PJR) Polda Jambi saat melintas di jalan Lintas Timur Sumatera (14/7).

Ribuan botol minuman beralkohol yang dikemas dalam ratusan dus tersebut diduga illegal, karena tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah. Selain minuman keras, Polisi juga berhasil mengamankan beberapa jenis barang lainnya, seperti rokok, sepatu, telepon rumah, panci dan boneka.

Didalam tronton yang tertangkap berisi 531 dus berisi ribuan botol minuman keras (Miras) golongan B dari berbagai merek, seperti Anggur Merah, Golden Horsem Martil dan Wisky. Ribuan botol minuman beralkohol tersebut diduga illegal karena tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah.

Truck tronton bernomor Polisi BK 9183 BY kini diamankan di halaman kantor Satuan Polisi Lalu Lintas Polda Jambi setelah ditangkap di kawasan simpang tuan kilometer 35 Muaro Jambi, Jambi.

Menurut pengakuan sang sopir tronton, ia hanya diupah satu juta rupiah lebih untuk membawa barang-barang tersebut dari Medan menuju Jambi

Hingga berita ini diturunkan, kasus penangkapan ini telah dilimpahkan ke Satuan Reskrim Polda Jambi dan Polisi masih memintai keterangan dari dua orang saksi, yakni supir dan kenek truck tronton masing-masing bernama Geleng dan Arifin. (nug)

http://ayojambi.com/
http://www.banyurawa.com/
http://tradisi-jambi.blogspot.com/
http://multi-nusantara.blogspot.com/
http://komunitas-jambi.blogspot.com/
http://www.youtube.com/my_videos
http://www.1newspot.com/ (http://www.kompas-tv.com)

12 Jul 2010

Sengketa Lahan, Warga Ngamuk Merusak Tanaman Industri

MUARO JAMBI – Ratusan warga Desa Sekumbung, Kabupaten Muari Jambi, nekat melakukan tebang paksa pohon Akasia milik salah satu perusaha hutan tanaman industri (HTI) terbesar di Jambi. Selain menebang pohon, warga juga sempat membakar lahan, namun tak sampai meluas karena dihalangi oleh bapak angkat para petani yang datang ke lokasi.

Aksi nekat warga Sekumbung tersebut dipicu sengketa lahan selama belasan tahun yang tak juga kunjung selesai. Mereka menuding pihak perusaha tersebut telah menyerobot lahan milik dengan menanam pohon Akrasia.

Dengan penuh emosi, warga Desa Sekumbung, Kabupaten Muari Jambi, Jambi, menebangi pohon-pohon Akrasia milik perusaha hutan tanaman industri (HTI) terbesar di Jambi, yakni PT. Wira Karya Sakti (WKS) dengan mengunakan senjata tajam berupa parang dan golok panjang.

Pohon Akrasia yang sudah berusia sekitar empat tahun tersebut, satu demi satu ditebang tanpa ada orang lain yang berani melarangnya.

Dalam aktu kurang satu hari, pohon Akrasia itu rata dengan tanah ditebangi earusan warga yang menuntut dikembalikan lahan mereka yang diserobot PT WKS secara ilegal.

Warga Sekumbung tidak terima lahan mereka diserobot perusahaan PT WKS dan di tanami pohon Akrasia, sementara janji demi janji dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan sengketa tersebut hingga kini belum ada kejelasannya.

Menurut, Jancik kepala desa Sekumbung, “aat ini warga menuntut agar lahan seluas 5.000 hektar segera dikembalikan kepada warga, karena tanah tersebut diserobot sejak tahun 1997 ole PT WKS.“ (team)

11 Jul 2010

JBC Galang Dana Kemanusiaan

JAMBI – Sejak pukul 06.00 WIB puluhan remaja Jambi Buddhis Community (JBC) mengalang dana kemanusia dengan cara menjual kue-kue di simpang empat Jelutung (traffic light) pagi tadi (11/7).

Sebungkus kue dijual seharga tiga ribu rupiah, setiap bungkus berisi dua buah kue, hasil keuntungan dari penjualan kue akan disumbangkan untuk biaya operasi Rasyid Marduqi (2) yang tidak memiliki lobang anus dan kelainan tulang pinggul sejak lahir.

Rasyid Marduqi merupakan putra pertama dari pasangan Dedi Hendra (30 dan Ria (26), orangtua Rasyid adalah karyawan swasta, sebelum berangkat kerja Dedi mencari seseran sebagai tukang ojek keliling, usaha itu dilakukan demi untuk menambah biaya buat operasi anaknya putranya.

Sedangkan cara galang dana yang dilakukan JBC cukup unik dan merepotkan, pasalnya mereka mesti keluar modal dulu untuk membeli kue-kue dan plastik, selanjutnya pukul 04.30 mereka mesti jemput kue pesanan dan dilanjutkan membungkus kue tersebut, lalu kue itu mereka bawa ke simpang empat Jelutung (traffic light).

Kue yang mereka bawa sebanyak 1000 bungkus, ada yang beli dengan harga perbukus tiga ribu rupiah, ada juga yang membayar lima ribu sampai dua puluh ribu rupiah, bahkan ada yang sama sekali tidak membeli, namun mereka menyumbang secara suka rela.

Menurut ketua JBC Fran Yulistianto Jap, SE, mereka galang dana kemanusia dengan cara menjual kue kepada warga yang kebetulan sedang stop di simpang traffic light, semua keuntungan dari hasil penjualan kue akan mereka salurkan kepada Dedi (orangtua Rasyid Marduqi) untuk menambah biaya operasi putranya, “JBC mengalang dana buat kemanusiaan dengan cara menjual kue, minggu lalu kita juga galang dana dengan menjual gantuangan gunci,” tambah Fran, kita mengalang dana buat membantu warga masyarakat tidak membeda-bedakan suku, agama dan ras, bahkan bila ada yang butuh darah dapat menghubungi mereka.

Biaya operasi Rasyid Marduqi diperkira empat puluh jutaan, maka sangat diharapkan agar ada dermawan yang rela mengulurkan tangan buat meringankan beban yang diderita oleh balita yang tidak berdosa mesti menderita sejak lahir. (Romy)

10 Jul 2010

Atlet Kesurupan Usai Bertanding

JAMBI – Peristiwa kesurupan massal lagi-lagi terjadi di Jambi, Kamis malam (8/7) 7 atlit bola voli wanita asal Kabupaten Sarolangun, Jambi mengalami kesurupan setelah kalah bertanding melawan Kabupaten Kerinci diajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) yang dilaksanakan di Kota Jambi.

Entah dari siapa yang memulai, secara tiba-tiba 7 atlit ini mengalami kesurupan dengan berteriak-teriak dan memarahi siapa saja yang mencoba mendekati mereka, mereka yang kesurupan akhirnya dibawa official dan sesama rekan atlit lainnya ke masjid Baitul Ulum yang tak jauh dari mess atlit tersebut untuk disembuhkan.

Agar kesurupan tak segera menyebar ke atlit lainnya, pihak official akhirnya mendatangkan seorang Ustad untuk menyembuhkan para atlit dengan cara di rukiah.

Peristiwa yang dialami para atlet wanita tersebut diduga terjadi karena faktor kelelahan, dan penampakan sosok gaib di tengah arena lapangan.

Para atlit mengaku merasa seperti melihat mahluk gaib berwujud wanita berambut panjang dan setelah itu pandangan mereka pun menjadi kabur dan kepala terasa berat.

Sebelumnya peristiwa itu terjadi, tim bola voli putri dari Kabupaten Sarolangun kalah tanding melawan Kabupaten Kerinci dengan skor 3-1 (rom-nug)

http://ayojambi.com/ 
http://www.banyurawa.com/ 
http://tradisi-jambi.blogspot.com/ 
http://multi-nusantara.blogspot.com/ 
http://komunitas-jambi.blogspot.com/ 
http://multmedia.multiply.com/ 
http://www.youtube.com/my_videos
http://www.1newspot.com/ (http://www.kompas-tv.com)

9 Jul 2010

Kegiatan MOS, Membina Jiwa Sosial Pada Siswa Baru

JAMBI - Kegiatan masa orientasi sekolah (MOS) bisa dilakukan dengan kegiatan positif, salah satunya MOS yang digelar di SMA/SMK Unggul Sakti Jambi, dimana selain mengenal sekolah para siswa diajarkan untuk bisa hidup sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Bahwa, MOS yang silakukan siswa baru SMA/ SMK Unggul Sakti kali, berkaitan dengan piala dunia 2010 di Afrika Selatan, karena masing-masing kelompok mengatasnamakan dari nama negara peserta piala dunia, mereka begitu semangat mengikuti kegiatan walaupun harus menghadapi teriknya matahari.

Menurut Kepala SMA/ SMK Unggul Sakti Jambi, Drs. Putu Natih bahwa walaupun memegang prinsip disiplin tinggi, pihaknya menitik beratkan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah dan sifat sosial.

“Setiap akhir MOS, maka kita menggelar kegiatan bakti sosial untuk siswa baru. Kegiatan ini sebagai salah satu cara mengajarkan siswa untuk bersikap sosial, tidak hanya di sekolah tapi juga di lingkunganya. Jadi inilah kegiatan positif yang kita gelar setiap penerimaan siswa baru,” sebut Putu Natih, pagi tadi diruang kerjanya.

Selanjutnya kata Putu untuk mendidik siswa yang mampu untuk dapat membantu sesama, karena sebagian dari bantuan sosial itu biasanya berasal dari siswa yang mampu. “Jadi yang mampu membiasakan memberikan kepada yang tidak mampu, mereka juga akan terbiasa saling memberi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu juga Putu juga mengatakan, selain kegiatan tersebut pihaknya juga menyelenggarakan kegiatan MOS berupa materi di kelas dan kegiatan di luar kelas. Kegiatan di dalam kelas biasanya bersifat pengenalan semua kegiatan di sekolah dan di luar kelas sifatnya kedisiplinan.

“MOS itu juga ada kegiata pengenalan lingkungan sekolah, pengenalan siswa baru, pengenalan kurikulum, program dan cara belajar. Kita juga mensosialisasikan tata tertib sekolah dan yang tidak kalah penting baris berbari karena ini bagian dari disiplin yang kita utamakan,” bebernya (Rom)

http://ayojambi.com/
http://www.banyurawa.com/
http://multi-nusantara.blogspot.com/
http://komunitas-jambi.blogspot.com/
http://multmedia.multiply.com/
http://www.youtube.com/my_videos
http://www.1newspot.com/ (http://www.kompas-tv.com)

8 Jul 2010

Tabung Gas Elpiji Ilegal Beredar Di Jambi

JAMBI - Ratusan tabung gas Elpiji ukuran 3 kilogram yang diduga ilegal beredar di beberapa agen penyalur gas Elpiji di Kota Jambi.

Hal tersebut terungkap saat petugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jambi melakukan sidak ke sejumlah penyalur gas Elpiji dalam Kota Jambi.

Akibat maraknya ledakan tabung gas di sejumlah daerah, mendorong Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi dan petugas Satpol PP Kota Jambi melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah agen penyalur gas Elpiji di Kota Jambi.

Dari hasil razia di sejumlah agen penyalur gas Elpiji, ternyata cukup mengagetkan, razia yang semula mengincar tabung gas Elpiji ukuran 15 kilogram dan aksesoris kompor gas seperti selang regulator yang tidak berstandar nasional indonesia (SNI), malahan yang menemukan tabung gas Elpiji ukuran 3 kilogram. Padahal rencana konversi minyak tanah ke gas Elpiji di seluruh Provinsi Jambi masih dalam tahap proses perencanaan.

Setelah di cek dan ditanyakan ke pihak agen, ternyata puluhan tabung gas ukuran 3 kilogram ini berasal dari Palembang (Sumsel), pihak agen sendiri membeli tabung gas ini dari seorang sales seharga 125 ribu rupiah per tabung, sedangkan untuk isi ulangnya di jual 18 ribu rupiah per tabung.

Peminatnya sendiri berasal dari para pedagang kaki lima yang menggunakan gerobak, seperti pedagang gorengan. (Nug)

Sampah Dibuang Sembarangan, Warga Blokir Jalan

JAMBI – Kesal dengan ulah warga perumahan yang membuang sampah sembarangan di tepi jalan membuat warga kampung melakukan protes.

Aksi protes dilakukan warga dengan cara memblokir jalan dengan mengunakan sampah dan menanam pohon pisang ditengah jalan, mereka kecewa lantaran aparat desa setempat terkesan cuek, pada hal warga sudah sering kali memberikan laporan.

Aksi tersebut dilakukan warga Rt. 01, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi ini merupakan bentuk protes terhadap banyaknya sampah yang menumpuk, sampah-sampah tersebut dibuang sembarangan oleh orang yang tidak bertangung jawab.

Pada hal jalan tersebut jalan bukan lokasi khusus pembuangan sampah yang disiapkan Pemerintah Kota Jambi.

Menurut Yanto, tokoh pemuda setempat, warga terganggu dengan adanya sampah yang dibuang sembarangan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, hingga warga tidak tahan lagi, maka warga mengelar protes cara memblokir jalan dengan menanam pohon pisang.

Selain itu, dalam investigasi warga sampat-sampah itu berasal dari perumahan yang tidak jauh dari lokasi itu.

Akibat aksi tersebut, sejumlah kendaraan roda empat dan dua harus berbalik arah mencari jalan alternatif untuk tujuan masing-masing. (nug)